Mahfud MD Ungkap 4 Prasyarat Mutlak Menuju Indonesia Emas 2045

Sabtu, 09 Desember 2023 - 11:20 WIB
loading...
Mahfud MD Ungkap 4 Prasyarat...
Menko Polhukam sekaligus Cawapres Mahfud MD mengungkap ada empat prasyarat mutlak menuju Indonesia Emas 2045. Foto/MPI/riana rizkia
A A A
BANDUNG - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD mengungkap ada empat prasyarat mutlak menuju Indonesia Emas 2045.

Hal itu disampaikan saat Cawapres nomor urut 3 ini saat menghadiri Orasi Ilmiah Wisuda ke-40 Universitas Komputer Indonesia (Unikom) di Harris Hotel and Convention, Bandung, Sabtu (9/12/2023).

"Tapi saya akan berikan beberapa catatan, prasyarat mutlak mewujudkan Indonesia Emas. Satu kalau pertumbuhan ekonomi rata-rata sejak tahun 2021-2022, pertumbuhan ekonomi rata-rata harus mencapai 6%, baru (bisa mencapai) Indonesia Emas," kata Mahfud.

Baca juga: Orasi Ilmiah Wisuda ke-40 Unikom, Mahfud: Sarjana Harus Jadi Intelektual yang Bermoral

Namun karena terkendala Covid-19, Mahfud mengatakan, pertumbuhan ekonomi Indonesia sempat anjlok dan tidak mencapai 6%. "Jadi apa yang terjadi? Kalau Indonesia begitu terus, pertumbuhan ekonomi di bawah 6% maka tidak akan pernah mencapai Indonesia emas," ucapnya.

Untuk mencapai angka tersebut, Mahfud MD menegaskan, harus ada usaha keras termasuk membayar hutang. "Gimana caranya? Ya genjot, dibayar hutangnya ke depan. Misal 2024 dinaikkan 5,7%, kemudian 2025 dinaikan ke 6%, hingga mencapai rata-rata di tahun 2045," katanya.

Prasyarat kedua adalah pemberantasan korupsi. Mahfud menjelaskan, pemerintah tidak boleh main-main dalam memberantas korupsi yang sudah terjadi di berbagai lini. Prasyarat ketiga ialah penegakkan hukum. Menurut Mahfud, semua kesalahan menuju Indonesia Emas terdapat pada penegakkan hukum.

Baca juga: Tetap Dukung Ganjar-Mahfud, Abuya Muhtadi Buka Pintu Capres-cawapres untuk Silaturahmi ke Banten

"Hukum ditegakkan, maka seluruh pembangunan selesai 50%. Kan kesalahan semua di hukum, korupsi di bidang ekonomi, di bidang pendidikan, itu pelanggaran hukum, kalau itu diatasi maka yang lain-lain itu lebih ke ad hoc administratif saja," katanya.

Kemudian prasyarat keempat adalah meningkatkan demokrasi berkualitas. Sebab negara Indonesia adalah negara demokrasi, yang berkedaulatan rakyat.

”Terakhir, yaitu meningkatkan kualitas demokrasi. Negara kita adalah negara demokrasi, artinya negara berkedaulatan rakyat. Menurut Mahfud, cara meningkatkan kualitas demokrasi dapat dilakukan melalui pemilu,” paparnya.

Oleh sebab itu kita harus buat pemilu yang bermartabat dan berkualitas. Kalau mau pemilu yang berkualitas, semua orang yang ada di ruangan ini boleh memilih siapa pun dari partai manapun sesuai pilihannya masing-masing," katanya.

Namun, Mahfud menegaskan, jauh sebelum pelaksanaan pemilu, rakyat juga harus menyadari bahwa tidak boleh ada politik transaksi untuk mewujudkan demokrasi yang berkualitas.

"Rakyat juga harus sadar jangan main intrik politik dengan transaksi, 'saya dukung tapi saya minta ini'. Itu tidak bermartabat dan tidak menolong kita di masa depan sebagai bangsa," katanya.
(cip)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Komdigi Siapkan Roadmap...
Komdigi Siapkan Roadmap AI, Pesantren Didorong Jadi Jangkar Moral Sosial
UPI YAI dan Shinawatra...
UPI YAI dan Shinawatra University Thailand Kerja Sama Tingkatkan Kualitas Pendidikan
Wamen PU Apresiasi Upaya...
Wamen PU Apresiasi Upaya Astra Ciptakan Lingkungan Kerja Inklusif
Mahfud MD Usul Ambang...
Mahfud MD Usul Ambang Batas Parlemen Nol Persen atau Pemberlakuan Fraksi Threshold
GKSR Gelar FGD Bahas...
GKSR Gelar FGD Bahas RUU Pemilu hingga Ambang Batas Parlemen, Undang Mahfud dan Uceng
Mahfud MD Sebut Militeristik...
Mahfud MD Sebut Militeristik Tak Cocok di Polri, Pakar: Perlu untuk Lindungi Rakyat
MNC University dan Universitas...
MNC University dan Universitas Bina Darma Berkolaborasi Gelar Seminar Hybrid Komunikasi Antarbudaya Internasional
MNC University Umumkan...
MNC University Umumkan Penerima MNCU Future Leader Scholarship Batch 2
President University...
President University Buka Kelas Khusus Taylor Swift, Ini yang Dipelajari Mahasiswa
Rekomendasi
Bagaimana AS Kehilangan...
Bagaimana AS Kehilangan Helikopter Apache Pertama dalam Perang dengan Iran?
Pilot Air Canada Ini...
Pilot Air Canada Ini Dituduh Terbang selama 17 Tahun Tanpa Lisensi yang Sah
Bukan Modal Besar, Refa...
Bukan Modal Besar, Refa Ardhi Sebut Hal Ini yang Membantunya Raih 1 Juta Subscribers
Berita Terkini
Hanura Bantah Punya...
Hanura Bantah Punya Yayasan Pengelola MBG, Sebut Narasi yang Beredar Hoaks
Kejagung Pelajari Bukti...
Kejagung Pelajari Bukti Terkait Pengajuan Justice Collaborator Eks Waka BGN Sony Sonjaya
Sidang PLK di PTUN,...
Sidang PLK di PTUN, Ahli Tegaskan Pencabutan Badan Hukum oleh Kemenkum Sudah Tepat
Sony Sonjaya Belum Ajukan...
Sony Sonjaya Belum Ajukan Permohonan Perlindungan Justice Collaborator ke LPSK
Komisi VI DPR: Kenaikan...
Komisi VI DPR: Kenaikan Harga BBM Dilakukan Tiba-tiba, Kami Belum dapat Informasi
Gelar OTT, KPK Tangkap...
Gelar OTT, KPK Tangkap 5 ASN BPK
Infografis
Indonesia-AS Teken Perjanjian...
Indonesia-AS Teken Perjanjian Dagang Resiprokal: Kabar Baik buat 4 Juta Buruh Tekstil
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved