Disiplinkan Prajurit Lewat Salat dan Pengajian, Jenderal Bintang 3 Ini Jawab Prabowo soal Tuduhan Islamisasi
Senin, 04 Desember 2023 - 06:11 WIB
loading...
A
A
A
"Baik, sekarang tolong jelaskan tentang tuduhan adanya upaya Islamisasi yang kamu lakukan?" tegas Prabowo.
"Siap, izin menjelaskan Panglima! Dalam hal ini mungkin tidak tepat dikatakan Islamisasi. Saya hanya menerapkan peraturan kepada prajurit yang beragama Islam saja untuk melaksanakan yasinan setiap malam Jumat, tidak kepada prajurit non-Islam. Karena dari tiga batalyon jajaran Brigif 17 dan Denma Brigif 17 yang belum ada program yasinan malam Jumat hanya Yonif L 328 saja," tuturnya.
Ketika itu, Masjid Ar Rahmah Yonif Linud 328 baru selesai dibangun dengan megahnya melalui swadaya satuan. Dalam pikiran Agus Rohman, terbersit pikiran untuk memanfaatkannya semaksimal mungkin dengan kegiatan keagamaan berupa kegiatan pengajian yasinan bersama bagi prajurit yang beragama Islam setiap malam Jumat.
Sementara itu, prajurit yang beragama lain menyesuaikan dengan agamanya masing-masing.
"Oh, begitu, ya?" tanya Pangkostrad sambil mengangguk.
"Menurut saya, ini penting dilakukan karena merupakan bagian dari peningkatan keimanan dan ketakwaan prajurit sebagai bentuk pengamalan dari Pancasila sila ke-1 dan Sapta Marga ke-3, Kami ksatria Indonesia yang bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa serta membela kejujuran, kebenaran, dan keadilan!".
"Bagus itu, apalagi Gus?" kata Prabowo.
"Siap Panglima, saya berkeinginan untuk mengajak seluruh prajurit muslim agar bisa melaksanakan itu. Setelah Salat Magrib membaca surah Yasin, dilanjutkan Salat Isya berjamaah dan ditutup dengan apel malam sebagai sarana penyampaian informasi kegiatan besok dan persiapan istirahat malam."
"Oh, iya, kamu bawa tradisi ini dari Yonif L 330, ya?" kata Prabowo.
"Siap, Panglima! Hal yang positif saya bawa agar prajurit paham agama sehingga mental spiritual mereka semakin mantap," ungkap Agus Rohman.
Baca juga: Dijuluki Kapten Sejak SD, Siapa Sangka Anak Tukang Sepatu di Cibaduyut Ini Jadi Jenderal Bintang 3
Dia menjelaskan bahwa hal itu dilakukan untuk membuat prajurit taat kepada Allah SWT. Selain itu, ia melihat bahwa masih banyak prajurit yang belum terampil mengaji. Padahal, sebagai muslim, ia harus bisa mengaji karena Al-Qur'an adalah pedoman hidupnya.
Lagi-lagi, Letjen TNI Prabowo Subianto mengangguk. Ia dapat menerima argumentasi yang dikemukakan oleh Mayor Inf Agus Rohman.
"Siap, izin menjelaskan Panglima! Dalam hal ini mungkin tidak tepat dikatakan Islamisasi. Saya hanya menerapkan peraturan kepada prajurit yang beragama Islam saja untuk melaksanakan yasinan setiap malam Jumat, tidak kepada prajurit non-Islam. Karena dari tiga batalyon jajaran Brigif 17 dan Denma Brigif 17 yang belum ada program yasinan malam Jumat hanya Yonif L 328 saja," tuturnya.
Ketika itu, Masjid Ar Rahmah Yonif Linud 328 baru selesai dibangun dengan megahnya melalui swadaya satuan. Dalam pikiran Agus Rohman, terbersit pikiran untuk memanfaatkannya semaksimal mungkin dengan kegiatan keagamaan berupa kegiatan pengajian yasinan bersama bagi prajurit yang beragama Islam setiap malam Jumat.
Sementara itu, prajurit yang beragama lain menyesuaikan dengan agamanya masing-masing.
"Oh, begitu, ya?" tanya Pangkostrad sambil mengangguk.
"Menurut saya, ini penting dilakukan karena merupakan bagian dari peningkatan keimanan dan ketakwaan prajurit sebagai bentuk pengamalan dari Pancasila sila ke-1 dan Sapta Marga ke-3, Kami ksatria Indonesia yang bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa serta membela kejujuran, kebenaran, dan keadilan!".
"Bagus itu, apalagi Gus?" kata Prabowo.
"Siap Panglima, saya berkeinginan untuk mengajak seluruh prajurit muslim agar bisa melaksanakan itu. Setelah Salat Magrib membaca surah Yasin, dilanjutkan Salat Isya berjamaah dan ditutup dengan apel malam sebagai sarana penyampaian informasi kegiatan besok dan persiapan istirahat malam."
"Oh, iya, kamu bawa tradisi ini dari Yonif L 330, ya?" kata Prabowo.
"Siap, Panglima! Hal yang positif saya bawa agar prajurit paham agama sehingga mental spiritual mereka semakin mantap," ungkap Agus Rohman.
Baca juga: Dijuluki Kapten Sejak SD, Siapa Sangka Anak Tukang Sepatu di Cibaduyut Ini Jadi Jenderal Bintang 3
Dia menjelaskan bahwa hal itu dilakukan untuk membuat prajurit taat kepada Allah SWT. Selain itu, ia melihat bahwa masih banyak prajurit yang belum terampil mengaji. Padahal, sebagai muslim, ia harus bisa mengaji karena Al-Qur'an adalah pedoman hidupnya.
Lagi-lagi, Letjen TNI Prabowo Subianto mengangguk. Ia dapat menerima argumentasi yang dikemukakan oleh Mayor Inf Agus Rohman.
(kri)
Lihat Juga :