Jika Debat Cawapres Ditiadakan, Pengamat: KPU Terkesan Membela Gibran
Sabtu, 02 Desember 2023 - 07:10 WIB
loading...
Pengamat politik Dedi Kurnia Syah menilai jika tidak ada debat cawapres KPU terkesan membela Gibran Rakabuming Raka. Foto/MPI/Dok
A
A
A
JAKARTA - Pengamat politik Dedi Kurnia Syah merespons terkait polemik adanya potensi debat Cawapres di Pilpres 2024 mendatang tidak digelar oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU). Jika itu benar terjadi maka KPU terkesan membela salah satu Cawapres dari Koalisi Indonesia Maju (KIM) yakni Gibran Rakabuming Raka
"Kalau lah benar bahwa debat cawapres tidak ada ini KPU mengesankan membela salah satu di antara mereka, kenapa? yang paling punya potensi menolak atau tidak percaya diri melakukan debat cawapres dipastikan adalah Gibran Rakabuming Raka," kata Dedi saat dihubungi, Sabtu (2/12/2023).
Dedi menilai sosok Gibran paling minim dibanding Muhaimin Iskandar alias Cak Imin maupun Mahfud MD baik dari sisi pengalaman hingga kapasitas gagasan yang ditawarkan.
"Kenapa? karena mungkin dari sisi pengalaman, kapasitas komunikasi termasuk kapasitas menyampaikan gagasan Gibran yang paling minim dibandingkan dengan Muhaimin Iskandar atau Mahfud MD," ujarnya.
Baca: KPU Pastikan Debat Tetap Ada, Capres 3 Kali dan Cawapres 2 Kali
"Muhaimin 30 tahun bagian dari parlemen Indonesia, Mahfud MD punya kelengkapan pengalaman dari politisi di parlemen, sebagai bagian dari yudikatif termasuk bagian dari eksekutif. Jadi KPU menurut saya sedang merencanakan sesuatu yang buruk kalau sampai debat cawapres itu dihilangkan hanya ada debat capres dan boleh didampingi oleh cawapres atau debat cawapres boleh didampingi oleh capresnya. Itu saya kira terkesan tendensius untuk membela salah satu kandidat," tambahnya.
"Kalau lah benar bahwa debat cawapres tidak ada ini KPU mengesankan membela salah satu di antara mereka, kenapa? yang paling punya potensi menolak atau tidak percaya diri melakukan debat cawapres dipastikan adalah Gibran Rakabuming Raka," kata Dedi saat dihubungi, Sabtu (2/12/2023).
Dedi menilai sosok Gibran paling minim dibanding Muhaimin Iskandar alias Cak Imin maupun Mahfud MD baik dari sisi pengalaman hingga kapasitas gagasan yang ditawarkan.
"Kenapa? karena mungkin dari sisi pengalaman, kapasitas komunikasi termasuk kapasitas menyampaikan gagasan Gibran yang paling minim dibandingkan dengan Muhaimin Iskandar atau Mahfud MD," ujarnya.
Baca: KPU Pastikan Debat Tetap Ada, Capres 3 Kali dan Cawapres 2 Kali
"Muhaimin 30 tahun bagian dari parlemen Indonesia, Mahfud MD punya kelengkapan pengalaman dari politisi di parlemen, sebagai bagian dari yudikatif termasuk bagian dari eksekutif. Jadi KPU menurut saya sedang merencanakan sesuatu yang buruk kalau sampai debat cawapres itu dihilangkan hanya ada debat capres dan boleh didampingi oleh cawapres atau debat cawapres boleh didampingi oleh capresnya. Itu saya kira terkesan tendensius untuk membela salah satu kandidat," tambahnya.
Lihat Juga :