Berantas Kemiskinan, Ganjar-Mahfud Targetkan Satu Keluarga Miskin Satu Sarjana

Kamis, 30 November 2023 - 13:37 WIB
loading...
Berantas Kemiskinan,...
Pasangan Capres-Cawapres, Ganjar Pranowo-Mahfud MD akan membuka akses bagi anak-anak dari keluarga miskin untuk meraih pendidikan hingga sarjana. Foto/Ist
A A A
JAKARTA - Pasangan Calon Presiden dan Calon Wakil Presiden (Capres-Cawapres), Ganjar Pranowo-Mahfud MD akan membuka akses bagi anak-anak dari keluarga miskin untuk meraih pendidikan hingga sarjana. Dengan pendidikan tinggi, keluarga miskin akan mempunyai kesempatan untuk mengubah nasib hidupnya.

"Satu keluarga miskin, satu sarjana. Memastikan setiap keluarga miskin menyekolahkan minimal satu orang anaknya hingga sarjana untuk memutus rantai kemiskinan," ujar Ganjar Pranowo dalam keterangannya, Kamis (30/11/2023).

Baca juga: Hormati Gimik Calon Lain, Ganjar Pranowo: Tapi Hari Ini Anak-anak Muda Mesti Diedukasi

Selain misi satu keluarga miskin satu sarjana, Ganjar dan Mahfud juga menyiapkan beberapa misi lain di bidang pendidikan. Antara lain wajib belajar 12 tahun gratis, sehingga setiap siswa bisa pintar tanpa biaya. Program itu melibatkan rencana transformasi pendidikan, termasuk penggunaan tele-education bagi anak Indonesia secara merata.

Ganjar-Mahfud juga mendorong integrasi pendidikan dan pelatihan vokasi yang menyambungkan kebutuhan dunia usaha dengan kurikulum pendidikan, pelatihan, disertai dengan dukungan pemagangan yang nyata bagi para siswa.

Ketua TPN Ganjar Presiden Arsjad Rasjid mengatakan Ganjar adalah contoh terbaik dari pendidikan yang bisa mengubah nasib seseorang dan keluarga. Dilahirkan dari keluarga sederhana, Ganjar bahkan terancam putus kuliah. Namun, berkat kegigihannya, dia bisa menyelesaikan kuliah dan meniti karier politiknya dengan bekal pendidikan yang dia dapat.

"Program satu keluarga miskin satu sarjana itu sudah punya bukti nyata dalam diri Ganjar. Jadi, kita sangat serius dengan program ini. Dampaknya akan sangat besar bagi keluarga, ekonomi Indonesia, dan visi Indonesia Emas ke depan," katanya.

Jika ditinjau ke belakang, program tersebut sebenarnya sudah dilakukan Ganjar ketika menjabat sebagai Gubernur Jawa Tengah. Ia membangun sekolah gratis untuk anak yang berasal dari keluarga tidak mampu.

Mereka yang bersekolah di SMK tersebut juga tinggal di asrama dan juga gratis. Anak-anak ini diberi seragam, sepatu, dan makan gratis selama mengenyam pendidikan.

"Saya hanya ingin menyampaikan pada masyarakat, bagaimana akses pendidikan itu lebih mudah, bagaimana mohon maaf keluarga tidak mampu bisa mendapatkan akses pendidikan dengan skala prioritas," kata Ganjar.

Politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) ini melanjutkan sekolah gratis adalah bagian integral dari upaya mempermudah akses pendidikan. Ia meyakini pendidikan merupakan alat ampuh dalam mengentaskan kemiskinan, meningkatkan taraf hidup masyarakat, secara khusus untuk masyarakat yang selama ini hidupnya tidak berkecukupan.

Pria yang punya kekhasan berambut putih tersebut juga menyadari betul bonus demografi yang dimiliki Indonesia. Hal ini harus bisa dimanfaatkan dengan pengelolaan sumber daya manusia yang kompeten dan pendidikan yang berkualitas, terutama bagi masyarakat kurang mampu.

Baca juga: Ganjar Pranowo Tegaskan Optimistis Menang di Papua Selatan

"Jika negara ini bisa mengelola sumber daya manusia dengan baik, lewat pendidikan yang sangat bagus, rasa-rasanya kita akan bisa memanfaatkan binus demografi dengan baik," tutup Ganjar.
(kri)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Tiyo Eks Ketua BEM UGM...
Tiyo Eks Ketua BEM UGM Mengaku Ditawari Miliaran Rupiah dari Lembaga Berbintang, Ini Respons TNI
PDIP Sudah Siap, Ganjar...
PDIP Sudah Siap, Ganjar Minta Percepat Pembahasan RUU Pemilu
Mensos: Sekolah Rakyat...
Mensos: Sekolah Rakyat Bagian dari Strategi Besar Pengentasan Kemiskinan
Pemilu 2029 Masih Jauh,...
Pemilu 2029 Masih Jauh, PDIP: Jangan Setiap Hari Bicara Elektoral
Selly DPR: Siswa Bunuh...
Selly DPR: Siswa Bunuh Diri Tak Mampu Beli Buku Potret Nyata Kemiskinan Struktural
Cak Imin Ungkap Angka...
Cak Imin Ungkap Angka Kemiskinan Nasional Naik 0,49 Persen Imbas Bencana Sumatera
Politeknik STIA LAN...
Politeknik STIA LAN Jakarta Gelar ICoGPASS, Konferensi Internasional untuk Entaskan Kemiskinan
Rapat Evaluasi Kemiskinan:...
Rapat Evaluasi Kemiskinan: Jumlah Penduduk Miskin Ekstrem Menyusut
Partai Perindo dan Pemprov...
Partai Perindo dan Pemprov Jateng Bersinergi Entaskan Kemiskinan
Rekomendasi
SIG Sulap 60 Ton Sampah...
SIG Sulap 60 Ton Sampah Kelapa Jadi Pakan Ternak, Peternak di Aceh Hemat 60%
Putin: Negara-negara...
Putin: Negara-negara Barat Secara Terbuka Mengatakan Mereka Bersiap Perangi Rusia
Portugal Difavoritkan,...
Portugal Difavoritkan, Ronaldo Dituntut Pecah Telur
Berita Terkini
Asfinawati: Ujaran Kebencian...
Asfinawati: Ujaran Kebencian dalam HAM Menyangkut Ras hingga Agama Bukan Orang per Orang
UBK Keluarkan 9 Poin...
UBK Keluarkan 9 Poin Pernyataan usai Ketua BEM FH Abdimaludin Terima Uang Rp20 Juta
Haul Akbar Ploso, Gus...
Haul Akbar Ploso, Gus Muhaimin: Jangan Hanya Menonton, Santri Harus Jadi Solusi Bangsa
Tiyo UGM Dilaporkan...
Tiyo UGM Dilaporkan ke Polisi, Ray Rangkuti: Harusnya Orang Jahat yang Dihukum Bukan yang Berpikir
Berkas Perkara Roy Suryo...
Berkas Perkara Roy Suryo dan Dokter Tifa Dilimpahkan ke PN Jakarta Timur
Berkas Perkara 3 Pejabat...
Berkas Perkara 3 Pejabat Bea Cukai Dilimpahkan ke Pengadilan, Segera Disidang
Infografis
6 Negara Arab Paling...
6 Negara Arab Paling Terjangkau, Nomor Satu Negara Paling Aman
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved