Legislator Ingatkan Pentingnya Perhatikan Sektor Ekonomi Bahas RPP Kesehatan
Selasa, 28 November 2023 - 20:40 WIB
loading...
Ilustrasi Rancangan Peraturan Pemerintah. Foto/Dok SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Legislator Rahmad Handoyo mengingatkan pentingnya memperhatikan sektor ekonomi dalam pembahasan Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) tentang Peraturan Pelaksanaan Undang-Undang tentang Kesehatan. Terutama mengenai pasal zat adiktif tembakau, meski RPP ini berfokus terhadap kesehatan.
"Saya kira tidak akan menyenangkan semua pihak, tetapi ada jalan smooth, yaitu dalam bentuk pengendalian. Utamanya tetap kesehatan, tapi dari sisi ekonomi jangan sampai terjadi kolaps, terjadi kemunduran yang signifikan. Itu (ekonomi) harus kita lindungi, karena jutaan orang hidup tergantung dari industri tembakau," kata Rahmad, Selasa (28/11/2023).
Diketahui sebelumnya, RPP Kesehatan tengah menimbulkan polemik. Rancangan ini ditolak petani tembakau dan industri rokok karena dinilai merugikan industri tembakau.
Baca juga: Kontroversi Metode Omnibus dalam RPP Kesehatan Menuai Pertanyaan
Pengamat kebijakan publik Trubus Rahadiansah juga memberikan catatan momentum tahun politik dalam penyusunan RPP Kesehatan. Momen tahun politik memberi tantangan tersendiri bagi pemerintah untuk menyelesaikan pembuatan kebijakan publik.
Dia menilai pemerintah perlu cermat dan berhati-hati dalam mengambil langkah. "Sekarang ini tahun politik, situasinya sudah berbeda. Momen tahun politik ini dapat memberikan dampak ke kebijakan pemerintah," kata Trubus pada diskusi Asosiasi Analis Kebijakan Indonesia beberapa waktu lalu.
Dia membeberkan ada sekitar 24 hingga 27 juta orang dalam ekosistem tembakau. Sehingga, perlu ada diskusi yang lebih matang dengan mempertimbangkan segala aspek, termasuk juga keseimbangan antarkementerian.
"Saya kira tidak akan menyenangkan semua pihak, tetapi ada jalan smooth, yaitu dalam bentuk pengendalian. Utamanya tetap kesehatan, tapi dari sisi ekonomi jangan sampai terjadi kolaps, terjadi kemunduran yang signifikan. Itu (ekonomi) harus kita lindungi, karena jutaan orang hidup tergantung dari industri tembakau," kata Rahmad, Selasa (28/11/2023).
Diketahui sebelumnya, RPP Kesehatan tengah menimbulkan polemik. Rancangan ini ditolak petani tembakau dan industri rokok karena dinilai merugikan industri tembakau.
Baca juga: Kontroversi Metode Omnibus dalam RPP Kesehatan Menuai Pertanyaan
Pengamat kebijakan publik Trubus Rahadiansah juga memberikan catatan momentum tahun politik dalam penyusunan RPP Kesehatan. Momen tahun politik memberi tantangan tersendiri bagi pemerintah untuk menyelesaikan pembuatan kebijakan publik.
Dia menilai pemerintah perlu cermat dan berhati-hati dalam mengambil langkah. "Sekarang ini tahun politik, situasinya sudah berbeda. Momen tahun politik ini dapat memberikan dampak ke kebijakan pemerintah," kata Trubus pada diskusi Asosiasi Analis Kebijakan Indonesia beberapa waktu lalu.
Dia membeberkan ada sekitar 24 hingga 27 juta orang dalam ekosistem tembakau. Sehingga, perlu ada diskusi yang lebih matang dengan mempertimbangkan segala aspek, termasuk juga keseimbangan antarkementerian.
Lihat Juga :