Peringati Hari Solidaritas Internasional Palestina, Tokoh Perempuan Desak Hentikan Agresi Israel di Gaza
Minggu, 26 November 2023 - 01:32 WIB
loading...
A
A
A
Hal ini sebagaimana disampaikan oleh Dazen Vrilla yang merupakan publik speaker dan jurnalis. Menurutnya, yang saat ini paling ditakuti oleh Israel adalah para netizen, karena memiliki kekuatan yang sangat besar untuk menciptakan awareness terhadap genosida yang dilakukan Israel.
Sejalan dengan itu, menurut Vendryana, sangat penting untuk terus menyuarakan Gaza dan Palestina, meskipun agresi sudah berakhir. Sebagai influencer sekaligus pegiat parenting, ia mengatakan bahwa sosial media merupakan sarana yang sangat efektif untuk menyuarakan kepedulian.
Adapun Asma Nadia, selaku penulis menyampaikan bahwa bersuara untuk Palestina harus dilakukan, karena saat ini diam bukanlah berarti netral.
"Pernahkah kita berfikir bahwa kediaman kita akan membawa korban jatuh lebih banyak. Bahwa kediaman kita adalah serupa dengan membiarkan pembunuhan terjadi ketika kita mungkin masih bisa berbuat sesuatu," kata Asma.
"Apa yang terjadi di Gaza dan Palestina hari ini adalah dampak dari penjajahan, dan oleh karena itu perempuan Indonesia harus terus menyuarakan Palestina hingga dapat merdeka," tambah Fahira Idris.
Senada dengan itu, berbicara sebagai anggota Komisi X DPR RI Desy Ratnasari mengajak melakukan apa pun yang bisa, seperti berdoa, berdonasi, bergerak, dan tidak berhenti untuk menyuarakan Palestina.
"Kita bisa menyumbangkan tenaga dan pikiran kita untuk menggugah pimpinan negara kita. Mereka yang memiliki kekuasaan dan kewenangan untuk mengambil kebijakan dan keputusan membantu saudara-saudara kita di Palestina. Bahwa perang membawa duka terutama bagi ibu dan anak, sudah banyak ibu dan anak menjadi sasaran perang,” katanya.
Desin Frila, perwakilan Jurnalis, mengutarakan, pers menurut hukum Internasional harusnya aman dari konflik maupun perang dan harus dilindungi. Namun justru dalam konflik ini pers malah menjadi sasaran.
"Mari kita lakukan boikot produk-produk Israel dan dorong pesan-pesan kemanusiaan melalui jaringan sosial media untuk mendukung kemerdekaan Palestina,” tukasnya.
Baca juga: Badan Pengungsi Palestina PBB: Situasi Kemanusiaan di Gaza Jauh Lebih Buruk
Seusai dialog, Adara merilis laporan bantuan di Gaza, yang meliputi tahap kesiapsiagaan dan darurat. Adara yang telah bermitra lama dengan NGO lokal, memiliki 2 ambulans untuk membantu evakuasi korban. Adara juga telah bekerja sama dengan mitra lokal dalam menyediakan bahan makanan dan air minum, yang dapat segera didistribusikan untuk memenuhi kondisi darurat agresi.
Sejalan dengan itu, menurut Vendryana, sangat penting untuk terus menyuarakan Gaza dan Palestina, meskipun agresi sudah berakhir. Sebagai influencer sekaligus pegiat parenting, ia mengatakan bahwa sosial media merupakan sarana yang sangat efektif untuk menyuarakan kepedulian.
Adapun Asma Nadia, selaku penulis menyampaikan bahwa bersuara untuk Palestina harus dilakukan, karena saat ini diam bukanlah berarti netral.
"Pernahkah kita berfikir bahwa kediaman kita akan membawa korban jatuh lebih banyak. Bahwa kediaman kita adalah serupa dengan membiarkan pembunuhan terjadi ketika kita mungkin masih bisa berbuat sesuatu," kata Asma.
"Apa yang terjadi di Gaza dan Palestina hari ini adalah dampak dari penjajahan, dan oleh karena itu perempuan Indonesia harus terus menyuarakan Palestina hingga dapat merdeka," tambah Fahira Idris.
Senada dengan itu, berbicara sebagai anggota Komisi X DPR RI Desy Ratnasari mengajak melakukan apa pun yang bisa, seperti berdoa, berdonasi, bergerak, dan tidak berhenti untuk menyuarakan Palestina.
"Kita bisa menyumbangkan tenaga dan pikiran kita untuk menggugah pimpinan negara kita. Mereka yang memiliki kekuasaan dan kewenangan untuk mengambil kebijakan dan keputusan membantu saudara-saudara kita di Palestina. Bahwa perang membawa duka terutama bagi ibu dan anak, sudah banyak ibu dan anak menjadi sasaran perang,” katanya.
Desin Frila, perwakilan Jurnalis, mengutarakan, pers menurut hukum Internasional harusnya aman dari konflik maupun perang dan harus dilindungi. Namun justru dalam konflik ini pers malah menjadi sasaran.
"Mari kita lakukan boikot produk-produk Israel dan dorong pesan-pesan kemanusiaan melalui jaringan sosial media untuk mendukung kemerdekaan Palestina,” tukasnya.
Baca juga: Badan Pengungsi Palestina PBB: Situasi Kemanusiaan di Gaza Jauh Lebih Buruk
Seusai dialog, Adara merilis laporan bantuan di Gaza, yang meliputi tahap kesiapsiagaan dan darurat. Adara yang telah bermitra lama dengan NGO lokal, memiliki 2 ambulans untuk membantu evakuasi korban. Adara juga telah bekerja sama dengan mitra lokal dalam menyediakan bahan makanan dan air minum, yang dapat segera didistribusikan untuk memenuhi kondisi darurat agresi.
(kri)
Lihat Juga :