Penantian Panjang TNI AD Juara Lomba Tembak AARM ke-31 di Thailand
Jum'at, 24 November 2023 - 13:24 WIB
loading...
A
A
A
”Berkat rahmat TUHAN YME serta atas komitmen yang sangat kuat mulai dari pucuk pimpinan TNI AD sampai dengan para atlet petembak Kontingen AARM ke 31 TNI AD dan disertai latihan yang sistematis dan terencana dengan baik selama lebih kurang 4 bulan di Kopassus Cijantung dan Divisi Infanteri 1 Kostrad, Kontingen AARM ke 31 TNI AD berhasil meraih juara umum dan ini sekaligus merupakan Juara Umum Perdana yang diraih Kontingen Indonesia pada Selasa 21 November 2023,” katanya.
Sebelumnya, Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Agus Subiyanto memotivasi dan memacu semangat para petembak untuk kembali merebut predikat juara umum AARM yang di 2022 terlepas dari genggaman kontingen Angkatan Darat Indonesia. Saat itu kontingen Indonesia harus puas berada di posisi kedua, setelah kalah dari kontingen Angkatan Darat Vietnam yang juga merupakan tuan rumah AARM 2022.
“Setiap event itu situasinya berbeda. Kalian jangan terlena dengan euforia yang dulu-dulu juara. Jangan sampai kecolongan karena semua ingin jadi juara, semua ingin jadi nomor satu, baik dalam ekonomi maupun kekuatan militer. Bila kita tidak memahami lingkungan strategis, maka kita tidak bisa memenangkan (lomba),” ujarnya.
Sekadar informasi, lomba Tembak AARM yang pernah diselenggarakan di Thailand, Kontingen Indonesia kerap mengalami kekalahan bahkan sampai sebanyak 4 kali yaitu pada 1994, 2000, 2007 dan 2015, di mana saat itu kontingen TNI AD Indonesia hanya puas meraih juara dua.
Sebelumnya, Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Agus Subiyanto memotivasi dan memacu semangat para petembak untuk kembali merebut predikat juara umum AARM yang di 2022 terlepas dari genggaman kontingen Angkatan Darat Indonesia. Saat itu kontingen Indonesia harus puas berada di posisi kedua, setelah kalah dari kontingen Angkatan Darat Vietnam yang juga merupakan tuan rumah AARM 2022.
“Setiap event itu situasinya berbeda. Kalian jangan terlena dengan euforia yang dulu-dulu juara. Jangan sampai kecolongan karena semua ingin jadi juara, semua ingin jadi nomor satu, baik dalam ekonomi maupun kekuatan militer. Bila kita tidak memahami lingkungan strategis, maka kita tidak bisa memenangkan (lomba),” ujarnya.
Sekadar informasi, lomba Tembak AARM yang pernah diselenggarakan di Thailand, Kontingen Indonesia kerap mengalami kekalahan bahkan sampai sebanyak 4 kali yaitu pada 1994, 2000, 2007 dan 2015, di mana saat itu kontingen TNI AD Indonesia hanya puas meraih juara dua.
(cip)
Lihat Juga :