Fadli Zon: Pemerintah Lamban dan Salah Resep Mengantisipasi Krisis
Jum'at, 07 Agustus 2020 - 10:56 WIB
loading...
A
A
A
“Saat kasus COVID-19 pertama kali dikonfirmasi masuk ke Indonesia pada Maret lalu, dengan alasan ekonomi pemerintah menolak karantina wilayah. padahal perekonomian mustahil tumbuh jika negara gagal mengatasi pendemi COVID-19,” paparnya.
Indonesia saat ini menghadapi tekanan besar dari pandemi COVID-19 dan resesi ekonomi. Dari sisi pandemi, data menunjukkan penanggulangan COVID-19 di Indonesia merupakan yang terburuk di Asia. Kemampuan tes COVID-19 Indonesia hanya lebih baik dari Ethiopia dan Nigeria.
Dia menjelaskan Indonesia baru mampu melakukan 36 tes per satu juta penduduk. Sementara itu, Ethiopia dan Nigeria, masing-masing melakukan 28 dan 24 tes per satu juta penduduk.
Bahkan, dalam hal indeks kematian tenaga mesis, posisi Indonesia yang terburuk di dunia. Jika penanganan COVID-19 masih berlangsung seperti sekarang, menurutnya, Indonesia terancam bakal mengalami pandemi berkepanjangan. (Baca juga: Politisi Israel Senang dengan Ledakan Beirut, Sebut Hadiah Tuhan)
“Sementara, dari sisi ekonomi, pemerintah telah gagal memperkecil kontraksi ekonomi. Padahal, anggaran pemulihan ekonomi nasional (PEN) kita mencapai Rp695,2 triliun,” tutupnya.
Indonesia saat ini menghadapi tekanan besar dari pandemi COVID-19 dan resesi ekonomi. Dari sisi pandemi, data menunjukkan penanggulangan COVID-19 di Indonesia merupakan yang terburuk di Asia. Kemampuan tes COVID-19 Indonesia hanya lebih baik dari Ethiopia dan Nigeria.
Dia menjelaskan Indonesia baru mampu melakukan 36 tes per satu juta penduduk. Sementara itu, Ethiopia dan Nigeria, masing-masing melakukan 28 dan 24 tes per satu juta penduduk.
Bahkan, dalam hal indeks kematian tenaga mesis, posisi Indonesia yang terburuk di dunia. Jika penanganan COVID-19 masih berlangsung seperti sekarang, menurutnya, Indonesia terancam bakal mengalami pandemi berkepanjangan. (Baca juga: Politisi Israel Senang dengan Ledakan Beirut, Sebut Hadiah Tuhan)
“Sementara, dari sisi ekonomi, pemerintah telah gagal memperkecil kontraksi ekonomi. Padahal, anggaran pemulihan ekonomi nasional (PEN) kita mencapai Rp695,2 triliun,” tutupnya.
(kri)