Membandingkan Peluang AHY dan Puan Merebut Tiket Pilpres 2024
Jum'at, 07 Agustus 2020 - 09:40 WIB
loading...
A
A
A
Namun, meski menjadi ketua umum dan punya peluang besar dicalonkan partainya pada Pilpres 2024, pria yang pada 10 Agustus 2020 berusia 42 tahun ini perlu kerja keras mewujudkan mimpi. Hal ini lantaran Demokrat hanya punya 7,77% suara hasil Pemilu 2019. Dengan suara itu, Demokrat punya 54 kursi di DPR. Sementara, ambang batas pilpres, jika tidak diubah, adalah 20 persen kursi DPR atau 25 persen suara sah nasional dari hasil pileg. Artinya, Demokrat perlu gencar melobi partai politik lain agar AHY meraih tiket sebagai capres atau cawapres.
Poin positifnya, elektabilitas AHY berdasarkan survei Indikator Politik Indonesia pada Juli 2020 naik menjadi 6,8 persen dari sebelumnya 4,8 persen. Ada peningkatan hampir 50 persen. Sedangkan elektabilitas Partai Demokrat meningkat menjadi 5,7 persen dari sebelumnya 3,6 persen, atau meningkat hampir 60 persen. Hal ini tentu menjadi modal positif dan catatan bagi para calon mitra koalisi.(Baca juga: Demokrat Sebut Pemimpin Harus Disiapkan, Bukan Dipaksakan ).
Di sisi lain, Puan Maharani yang juga Ketua DPR RI punya peluang besar dicalonkan partainya, PDIP . Pengalamannya di DPR RI dan pernah menjadi Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan tentu jadi poin plus. Ditambah lagi ketua umum PDIP yang memiliki hak veto pencapresan adalah sang ibunda, Megawati Soekarnoputri. Dengan modal 19,33% suara hasil Pemilu 2019 atau setara 128 kursi DPR, Puan dan PDIP di atas angin.
Masalahnya, elektabilitas perempuan yang pada 6 September 2020 berusia 47 tahun tersebut hingga saat ini masih rendah dibandingkan AHY, apalagi jika dibandingkan kader senior PDIP lainnya, Ganjar Pranowo. Dalam survei terakhir Indikator Politik Indonesia pada Juli 2020, elektabilitas Puan Maharani baru 2,0%. Angka itu kalah dibanding AHY, bahkan terpaut jauh dari Ganjar Pranowo yang berada di posisi teratas dengan 16,2%. (Baca juga: Bisa Jadi PDIP Calonkan Ganjar-Puan di Pilpres 2024 ).
Nah, dengan modal politik dan modal elektabilitas di atas, menarik ditunggu, apakah AHY dan Puan bisa bertarung di Pilpres 2024 atau tidak. (Baca juga: Mampukah Puan Maharani Ikuti Jejak Megawati Bertarung di Pilpres? ).
Poin positifnya, elektabilitas AHY berdasarkan survei Indikator Politik Indonesia pada Juli 2020 naik menjadi 6,8 persen dari sebelumnya 4,8 persen. Ada peningkatan hampir 50 persen. Sedangkan elektabilitas Partai Demokrat meningkat menjadi 5,7 persen dari sebelumnya 3,6 persen, atau meningkat hampir 60 persen. Hal ini tentu menjadi modal positif dan catatan bagi para calon mitra koalisi.(Baca juga: Demokrat Sebut Pemimpin Harus Disiapkan, Bukan Dipaksakan ).
Di sisi lain, Puan Maharani yang juga Ketua DPR RI punya peluang besar dicalonkan partainya, PDIP . Pengalamannya di DPR RI dan pernah menjadi Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan tentu jadi poin plus. Ditambah lagi ketua umum PDIP yang memiliki hak veto pencapresan adalah sang ibunda, Megawati Soekarnoputri. Dengan modal 19,33% suara hasil Pemilu 2019 atau setara 128 kursi DPR, Puan dan PDIP di atas angin.
Masalahnya, elektabilitas perempuan yang pada 6 September 2020 berusia 47 tahun tersebut hingga saat ini masih rendah dibandingkan AHY, apalagi jika dibandingkan kader senior PDIP lainnya, Ganjar Pranowo. Dalam survei terakhir Indikator Politik Indonesia pada Juli 2020, elektabilitas Puan Maharani baru 2,0%. Angka itu kalah dibanding AHY, bahkan terpaut jauh dari Ganjar Pranowo yang berada di posisi teratas dengan 16,2%. (Baca juga: Bisa Jadi PDIP Calonkan Ganjar-Puan di Pilpres 2024 ).
Nah, dengan modal politik dan modal elektabilitas di atas, menarik ditunggu, apakah AHY dan Puan bisa bertarung di Pilpres 2024 atau tidak. (Baca juga: Mampukah Puan Maharani Ikuti Jejak Megawati Bertarung di Pilpres? ).
(zik)
Lihat Juga :