Canangkan Warung D3mokrasi, WNI di Canada Solid Menangkan Ganjar-Mahfud
Selasa, 21 November 2023 - 12:58 WIB
loading...
WNI di Vancouver, Canada yang tergabung dalam Warung Mas Ganjar yang kini dinamai Warung D3mokrasi solid mendukung pasangan Ganjar Pranowo-Mahfud MD di Pilpres 2024. Foto/Istimewa
A
A
A
CANADA - Sekitar seminggu sebelum Warung Mas Ganjar yang kini dinamai Warung D3mokrasi terselenggara di Vancouver, Canada sebuah pesan masuk ke HP Robert Prasetya. Isinya singkat: “Tidak ada niat untuk menargetkan individu atau lainnya. Sekedar membantu saling mengingatkan saja, Oom.”
Sebelumnya, Robert juga menerima telepon yang berkali-kali meminta Robert menunda acara yang telah disusun rapi. Robert tak goyah dan tak kurang akal. Ia kontan menolak.
Baca juga: 5 Fakta Menarik Kota Madiun, Daerah yang Doakan Ganjar-Mahfud untuk Pilpres 2024
Namun setelah berbagai pesan singkat disertai telepon, Robert pun segera menghubungi rekan-rekannya di Jakarta untuk meminta masukan. Timnya pun mengkonfirmasi bahwa kegiatan yang ia lakukan tidak melanggar Undang-Undang Pemilu.
“Kami, Panitia Vancouver untuk Ganjar-Mahfud menolak serta mengecam intimidasi dari Panwaslu setempat untuk tidak mengadakan atau menunda acara kami,” ujarnya dalam keterangan resmi yang diterima SINDOnews, Selasa (21/11/2023).
“Kami telah mendapat masukan dari rekanan penasihat hukum di Jakarta dan Canada bahwa apa yang kami lakukan tidak melanggar hukum,” sambungnya.
Sebelumnya, Robert juga menerima telepon yang berkali-kali meminta Robert menunda acara yang telah disusun rapi. Robert tak goyah dan tak kurang akal. Ia kontan menolak.
Baca juga: 5 Fakta Menarik Kota Madiun, Daerah yang Doakan Ganjar-Mahfud untuk Pilpres 2024
Namun setelah berbagai pesan singkat disertai telepon, Robert pun segera menghubungi rekan-rekannya di Jakarta untuk meminta masukan. Timnya pun mengkonfirmasi bahwa kegiatan yang ia lakukan tidak melanggar Undang-Undang Pemilu.
“Kami, Panitia Vancouver untuk Ganjar-Mahfud menolak serta mengecam intimidasi dari Panwaslu setempat untuk tidak mengadakan atau menunda acara kami,” ujarnya dalam keterangan resmi yang diterima SINDOnews, Selasa (21/11/2023).
“Kami telah mendapat masukan dari rekanan penasihat hukum di Jakarta dan Canada bahwa apa yang kami lakukan tidak melanggar hukum,” sambungnya.
Lihat Juga :