Konflik Palestina-Israel Harus Dilihat dari Perspektif Kemanusiaan
Minggu, 19 November 2023 - 22:07 WIB
loading...
A
A
A
Penulis buku Esai-Esai Maqasid Al-Syariah ini juga mengimbau, sebagai seorang muslim yang baik, umat harus memiliki kepedulian terhadap sesama manusia. Jangankan Palestina yang mayoritasnya beragama Islam, jika ada orang nonmuslim yang dipersekusi kemudian dizalimi seperti itu, seharusnya semua memberikan dukungan, baik secara moral maupun material serta dilakukan dengan cara yang tepat.
"Beberapa pihak menunjukkan keprihatinannya dengan cara melakukan unjuk rasa. Selama ini dilakukan dengan bijak, tentu tidak ada salahnya. Tetapi menurut saya, cara yang lebih efektif adalah bagaimana kita selaku negara Indonesia mengaktifkan jalur diplomasi yang kita miliki," tuturnya.
Baca juga: Aksi Boikot Produk Pro Israel Jadi Pukulan Telak, Transaksi Peritel Diproyeksi Merosot 50%
"Indonesia perlu secara aktif terus mendorong hilangnya agresi militer Israel terhadap Palestina, dan saya kira Indonesia sudah memainkan peranannya dengan cukup baik. Hal ini ditunjukkan dengan Kementerian Luar Negeri yang sangat lantang di PBB menyuarakan dukungan terhadap kemerdekaan Palestina," katanya.
Namun Abdul Rauf mengaku tidak melihat efektivitas dari tindakan sebagian pihak yang melakukan boikot produk-produk tertentu yang disinyalir punya afiliasi dengan Israel. Menurutnya, seandainya produk-produk tersebut terbukti punya afiliasi dengan Israel, tapi barang sudah masuk ke Indonesia, maka berarti sudah milik kita. Pemboikotan yang serampangan justru hanya akan merugikan warga Indonesia sendiri.
"Misalnya sebagai seorang muslim yang berdagang, saya punya minimarket atau supermarket. Seandainya umat Islam juga memboikot barang yang menjadi dagangan saya, berarti itu sebenarnya tidak memboikot Israel, dia memboikot saya dan merugikan saya. Bila diteruskan, hal itu menjadi kontraproduktif," katanya.
"Beberapa pihak menunjukkan keprihatinannya dengan cara melakukan unjuk rasa. Selama ini dilakukan dengan bijak, tentu tidak ada salahnya. Tetapi menurut saya, cara yang lebih efektif adalah bagaimana kita selaku negara Indonesia mengaktifkan jalur diplomasi yang kita miliki," tuturnya.
Baca juga: Aksi Boikot Produk Pro Israel Jadi Pukulan Telak, Transaksi Peritel Diproyeksi Merosot 50%
"Indonesia perlu secara aktif terus mendorong hilangnya agresi militer Israel terhadap Palestina, dan saya kira Indonesia sudah memainkan peranannya dengan cukup baik. Hal ini ditunjukkan dengan Kementerian Luar Negeri yang sangat lantang di PBB menyuarakan dukungan terhadap kemerdekaan Palestina," katanya.
Namun Abdul Rauf mengaku tidak melihat efektivitas dari tindakan sebagian pihak yang melakukan boikot produk-produk tertentu yang disinyalir punya afiliasi dengan Israel. Menurutnya, seandainya produk-produk tersebut terbukti punya afiliasi dengan Israel, tapi barang sudah masuk ke Indonesia, maka berarti sudah milik kita. Pemboikotan yang serampangan justru hanya akan merugikan warga Indonesia sendiri.
"Misalnya sebagai seorang muslim yang berdagang, saya punya minimarket atau supermarket. Seandainya umat Islam juga memboikot barang yang menjadi dagangan saya, berarti itu sebenarnya tidak memboikot Israel, dia memboikot saya dan merugikan saya. Bila diteruskan, hal itu menjadi kontraproduktif," katanya.
Lihat Juga :