Abdul Halim Iskandar Hadiri Pelantikan Pengurus Berani se-Papua Barat Daya
Jum'at, 17 November 2023 - 23:15 WIB
loading...
A
A
A
Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDTT) ini juga memberikan pesan bahwa keberadaan Berani dan relawan lintas iman di Papua Barat Daya ini bukti kehadiran DPP PKB dalam menjawab persoalan yang ada di Papua.
Kehadiran Berani di Papua adalah sebagai jalur memberikan kesempatan warga Papua untuk meningkatkan kesejahteraan.
"Isu besar Papua adalah soal kesejahteraan, kehadiran Berani di Tanah Papua dapat sebagai saluran warga Papua seperti yang diamanatkan oleh Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar yang juga Calon Wakil Presiden (Cawapres) 2024," paparnya.
Sementara itu, Ketua Umum DPP Berani Lorens Manuputty menegaskan Berani merupakan Badan Otonom (Banom) PKB yang diberikan mandat untuk menghimpun kekuatan komunitas lintas iman. Lorens juga menyebut kehadiran Berani juga sebagai bentuk kehadiran PKB di bumi Papua dalam menjalankan visi besar yang disampaikan pendiri PKB yakni KH Abdurahman Wahid.
“Gus Dur dalam membangun PKB selalu mengedepankan rasa toleransi dalam beragama. Jika tidak ada PKB dan Gus Dur saat itu menjadi Presiden RI, maka bisa saja warga Tionghoa tidak bisa menjalani secara bebas hari raya Imlek dan agama Konghucu secara legal negara mengakui,” ujarnya.
Kehadiran Berani di Papua adalah sebagai jalur memberikan kesempatan warga Papua untuk meningkatkan kesejahteraan.
"Isu besar Papua adalah soal kesejahteraan, kehadiran Berani di Tanah Papua dapat sebagai saluran warga Papua seperti yang diamanatkan oleh Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar yang juga Calon Wakil Presiden (Cawapres) 2024," paparnya.
Sementara itu, Ketua Umum DPP Berani Lorens Manuputty menegaskan Berani merupakan Badan Otonom (Banom) PKB yang diberikan mandat untuk menghimpun kekuatan komunitas lintas iman. Lorens juga menyebut kehadiran Berani juga sebagai bentuk kehadiran PKB di bumi Papua dalam menjalankan visi besar yang disampaikan pendiri PKB yakni KH Abdurahman Wahid.
“Gus Dur dalam membangun PKB selalu mengedepankan rasa toleransi dalam beragama. Jika tidak ada PKB dan Gus Dur saat itu menjadi Presiden RI, maka bisa saja warga Tionghoa tidak bisa menjalani secara bebas hari raya Imlek dan agama Konghucu secara legal negara mengakui,” ujarnya.
Lihat Juga :