Kemenag Ingin Masjid Dikelola dengan Baik Agar Lebih Berkontribusi bagi Jemaah
Jum'at, 17 November 2023 - 19:21 WIB
loading...
A
A
A
"Kas masjid selain untuk operasional juga harus menyentuh kebutuhan masyarakat. Misalnya, memberikan beasiswa kepada jemaah yang kesulitan biaya pendidikan. Kita masih jauh dari ideal. Masih belum banyak yang memberikan manfaat kepada jemaah," jelasnya.
Masjid, harus menjadi tempat yang paling indah bagi seluruh lapisan masyarakat, termasuk mereka yang tidak mampu. Sehingga, masjid bisa menjadi tempat yang nyaman bagi semua kalangan. “Ini pentingnya kita melakukan transformasi pengelolaan masjid, salah satunya melalui revitalisasi BKM,” sebutnya.
Baca juga: BKM Pusat Siapkan Program Pemberdayaan Masjid di Indonesia
Badan Kesejahteraan Masjid berdiri sejak 1970. Abu Rokhmad menyebut BKM sebagai "harta karun" Indonesia yang sangat berharga. Revitalisasi BKM setidaknya menyangkut tiga hal. Pertama, membentuk dan mengokohkan kepengurusan organisasinya. Kedua, mencermati dan memperkuat payung regulasinya.
Ketiga, menyertakan dan menyinergikan segenap potensi program pengembangan kemasjidan, baik yang bersifat programatik, maupun mengokohkan akar-akar teologis-ideologis yang menjiwai gerak langkah organisasi.
Masjid, harus menjadi tempat yang paling indah bagi seluruh lapisan masyarakat, termasuk mereka yang tidak mampu. Sehingga, masjid bisa menjadi tempat yang nyaman bagi semua kalangan. “Ini pentingnya kita melakukan transformasi pengelolaan masjid, salah satunya melalui revitalisasi BKM,” sebutnya.
Baca juga: BKM Pusat Siapkan Program Pemberdayaan Masjid di Indonesia
Badan Kesejahteraan Masjid berdiri sejak 1970. Abu Rokhmad menyebut BKM sebagai "harta karun" Indonesia yang sangat berharga. Revitalisasi BKM setidaknya menyangkut tiga hal. Pertama, membentuk dan mengokohkan kepengurusan organisasinya. Kedua, mencermati dan memperkuat payung regulasinya.
Ketiga, menyertakan dan menyinergikan segenap potensi program pengembangan kemasjidan, baik yang bersifat programatik, maupun mengokohkan akar-akar teologis-ideologis yang menjiwai gerak langkah organisasi.
Lihat Juga :