Peneliti Politik BRIN Sebut Jokowi Terbuai Kekuasaan

Rabu, 15 November 2023 - 21:29 WIB
loading...
Peneliti Politik BRIN...
Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam sebuah kegiatan. FOTO/DOK.SINDOnews
A A A
JAKARTA - Peneliti Politik Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Firman Noor menilai Presiden Joko Widodo ( Jokowi ) sudah lama terbuai kekuasaan. Jokowi merasa dirinya selalu benar dan mendapat dukungan, sehingga hilang sensitivitasnya.

"Kalau satu kekuasaan sedemikian diagungkan, dibela, demikian ditafsirkan selalu secara positif, dibenarkan meski salah, dalam waktu lama, hilang sensitifnya, ada syndrome ketidaksensitifan," kata Firman, Rabu (15/11/2023).

Firman melihat Jokowi memiliki lingkaran dalam yang berprinsip ABS (Asal Bapak Senang) dan kebal terhadap kritik ataupun masukan. Ia khawatir karena awalnya tidak pernah dikritik, kini malah membungkam orang yang mengkritik.

Baca juga: Romo Magnis Sebut Indonesia dalam Kondisi Berbahaya, Ini Indikasinya

"Ini mengidentifikasikan bagaimana Jokowi melihat kekuasaan, mencerminkan pandangan dia terhadap demokrasi yang tidak menggembirakan," ujarnya.

Namun, menurut Firman, melihat situasi sekarang, kritik akan sulit dibungkam. "Semakin ada aksi-reaksi, semakin penguasa bersikap tidak sensitif, akan menyemai banyak kalangan bersikap kritis terhadap dia," katanya.

Dosen Ilmu Politik di Universitas Indonesia (UI) ini melihat Presiden Jokowi masih percaya diri, seolah berada di atas angin karena ada kelompok silent majority yang berpihak padanya, sehingga merasa aman-aman saja.

Sebelumnya, Guru Besar Filsafat Sekolah Tinggi Filsafat Driyarkara, Franz Magnis Suseno mengaku sudah lama ragu dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi), tepatnya ketika tidak mengeluarkan Peraturan Pengganti Undang-undang (Perppu) atas UU KPK. Dia mengaku bersama 70 orang ke Istana menghadap Jokowi dengan tujuan ingin UU KPK yang baru dibatalkan lewat Perppu.

"Saya tidak terlalu banyak ngomong di situ, presiden mendengarkan dengan penuh perhatian. Ada orang seperti Emir Salim, sahabat saya almarhum Azyumardi Azra dan selama dua jam kami minta presiden supaya pakai Perppu," kata Romo Magnis dalam acara bertajuk Menyelamatkan Demokrasi dari Cengkeraman Oligarki dan Dinasti Politik di kawasan Jakarta Pusat, Selasa (14/11/2023).

Romo Magnis menilai Perppu itu penting agar membuat KPK kembali kuat dalam upaya-upaya pemberantasan korupsi. Namun sayang, kata dia, Presiden Jokowi tidak menghiraukan permintaan para tokoh bangsa.

"Presiden mendengarkan tetapi tidak menghiraukan. Di situ saya mulai ragu-ragu. Kok, kepentingan apa untuk mengebiri KPK," katanya.
(abd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Said Didu ke Presiden...
Said Didu ke Presiden Prabowo: Kawan Bapak Tuh Ada di Luar, Bukan di Dalam
Dinding Bisu Kekuasaan
Dinding Bisu Kekuasaan
Cerita Yenny Wahid tentang...
Cerita Yenny Wahid tentang Perannya saat Gus Dur Menjabat Presiden
Ubedilah Badrun Kritik...
Ubedilah Badrun Kritik Aktivis yang Ada di Kekuasaan: Gagal Menjadi Penyambung Lidah
KPU Tepis Tudingan Roy...
KPU Tepis Tudingan Roy Suryo Selundupkan Aturan Soal Ijazah untuk Loloskan Gibran
Manusia Naluri Berkuasa...
Manusia Naluri Berkuasa dan Berperang
Sudirman Said: Kepemimpinan...
Sudirman Said: Kepemimpinan Berkelanjutan Lahir dari Sistem yang Kuat
Purbaya Ungkap Rahasia...
Purbaya Ungkap Rahasia Soeharto Bisa Langgeng Berkuasa sampai 32 Tahun
Kudeta Kekuasaan, Cerita...
Kudeta Kekuasaan, Cerita Sejarah Perjalanan Kerajaan Singasari hingga Disatukan Wisnuwardhana
Rekomendasi
Fosil Terlupakan selama...
Fosil Terlupakan selama 40 Tahun Ternyata Dinosaurus Pertama Antartika
Messi Pemersatu, Ronaldo...
Messi Pemersatu, Ronaldo Biang Masalah Portugal
Surat Perpisahan Ronald...
Surat Perpisahan Ronald Koeman Usai Belanda Terusir di Piala Dunia 2026
Berita Terkini
Presiden Belarus Lukashenko...
Presiden Belarus Lukashenko Tiba di Jakarta, Bertemu Prabowo Besok
Rustini Muhaimin Dorong...
Rustini Muhaimin Dorong Kemandirian Santri Lewat Pelatihan Menjahit
Alasan Calon Manajer...
Alasan Calon Manajer Kopdes Ikuti Latsarmil, Wamenhan: Latih Disiplin dan Kerja Sama
KPK Panggil Bupati Indragiri...
KPK Panggil Bupati Indragiri Hulu terkait Kasus Ajudan Gubernur Abdul Wahid
Kemhan Gandeng Kemenkes...
Kemhan Gandeng Kemenkes Investigasi Kematian 5 Calon Manajer Kopdes
Prabowo: Indonesia Berada...
Prabowo: Indonesia Berada pada Persimpangan Sejarah, di Tengah Konflik Dunia
Infografis
9 Poin Penegasan Rektor...
9 Poin Penegasan Rektor UGM terkait Ijazah Jokowi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved