Deretan KSAD yang Pernah Jabat Pangdam V/Brawijaya, Nomor 1 Jenderal Pemrakarsa NRP Prajurit TNI
Minggu, 12 November 2023 - 06:02 WIB
loading...
A
A
A
Presiden Soekarno kemudian mengangkat Bambang Soegeng menjadi KSAD pada Desember 1952 setelah mencopot AH Nasution. Jabatan KSAD diemban Bambang hingga 1955 sebelum akhirnya ia mengundurkan diri militer.
Saat menjabat KSAD, Bambang memprakarsai pencatatan setiap prajurit TNI atau yang kini dikenal dengan Nomor Registrasi Pusat (NRP). Pencatatan ini kemudian ditiru oleh organisasi sipil dengan Nomor Induk Pegawai (NIP).
Setelah mundur dari militer, Bambang ditunjuk Presiden Soekarno menjadi Duta Besar Indonesia untuk Vatikan (1956-1960), Dubes RI untuk Jepang (1960-1964), dan Dubes RI untuk Brasil (1964-1966).
Bambang meninggal dunia pada 22 Juni 1977 dan dimakamkan di Kranggan, Temanggung, Jawa Tengah. Atas didedikasinya, pada 1997 Presiden Soeharto memberikan kenaikan paangkat kehormatan satu tingkat lebih tinggi kepada Bambang Soegeng, menjadi Letjen TNI Kehormatan.
![Deretan KSAD yang Pernah Jabat Pangdam V/Brawijaya, Nomor 1 Jenderal Pemrakarsa NRP Prajurit TNI]()
FOTO/DOK.TNI AD
KSAD selanjutnya yang pernah menduduki jabatan Pangdam V/Brawijaya adalah Jenderal TNI (Purn) R Hartono. Tentara kelahiran Pamekasan, Madura, 10 Juni 1941 itu mengemban jabatan itu di era Presiden Soeharto dari 1990-1993.
R Hartono mengawali karier militernya sebagai Danton-II Yonkav 1/I Kostrad setelah lulus dari Akademi Militer Nasional (AMN) 1962. Setelah malang melintang di satuan, lulusan Sussarcab Kavaleri 19963 itu akhirnya dipercaya memimpin teritori sebagai Dandim 0614/Cirebon pada 1977.
Karier R Hartono terus menanjak. Pada 1984, ia dipercaya menjadi Danrem 041/Garuda Emas Kodam IV/Sriwijaya. Setahun kemudian dimutasi menjadi Wasdanpussenkav dan Pamen Pussenkav Dik Lemhannas.
Hartono pecah bintang ketika diangkat menjadi Kasdam V/Brawijaya pada 1989. Selanjutnya ia dimutasi menjadi Kases Bakorstanasda Jawa Timur. Pangkat naik menjadi Mayor Jenderal ketika dilantik menjadi Pangdam V/Brawijaya pada 1990.
Tiga tahun menjabat Pangdam V/Brawijaya, R Hartono kemudian ditarik menjadi Dansesko ABRI, lalu Gubernur Lemhannas, dan Kassospol ABRI. Hartono meraih pangkat jenderal penuh (bintang 4) ketika dipilih Presiden Soeharto menjadi KSAD pada 1995.
Setelah pensiun pada 1997, R Hartono pernah mencoba peruntungan mendirikan partai politik bersama Siti Hardijanti Hastuti Soeharto atau Tutut Soeharto, Partai Karya Peduli Bangsa (PKPB). Pada Pemilu 2004, PKPB memperoleh 2,11% suara secara nasional dan 2 kursi di DPR. Namun perolehan suara PKPB melorot di pemilu 2009, hanya mendapatkan 1.461.182 suara atau setara 1,40%. Setelah itu, PKPB tidak lagi menjadi peserta pemilu hingga saat ini.
![Deretan KSAD yang Pernah Jabat Pangdam V/Brawijaya, Nomor 1 Jenderal Pemrakarsa NRP Prajurit TNI]()
FOTO/TNI AD
Jenderal TNI (Purn) Ryamizard Ryacudu juga termasuk dalam daftar KSAD yang pernah menduduki jabatan Pangdam V/Brawijaya. Abituren Akademi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Akabri) 1974 ini mengemban jabatan itu sangat singkat dari 14 Januari hingga 4 November 1999.
Ryamizard Ryacudu mengawali karier jabatan militer di Kodam XII/Tanjungpura. Antara lain menjadi Danton, Komandan Kompi Pelajar dan Secaba, serta Danyonif 641 dan 642. Ryamizard kemudian ditarik ke Kostrad untuk menjadi Kasi Operasi Brigif Linud 17/Kujang I, Wadan Yonif Linud 305/Tengkorak, Danyonif Linud 305/Tengkorak, dan Kepala Staf Brigif Linud 17/Kujang I.
Ryamizard sempat bertugas ke luar negeri menjadi Komandan Kontingen Garuda XII-B dan Komandan Sektor 5 Barat di Kamboja. Pulang dari luar negeri, ia dipercaya menjadi Komandan Korem 044/Garuda Dempo Kodam II/Sriwijaya, Kepala Staf Divif 2/Kostrad, Kepala Staf Kodam II/Sriwijaya, Panglima Divif 2/Kostrad, dan Kepala Staf Kostrad.
Saat menjabat KSAD, Bambang memprakarsai pencatatan setiap prajurit TNI atau yang kini dikenal dengan Nomor Registrasi Pusat (NRP). Pencatatan ini kemudian ditiru oleh organisasi sipil dengan Nomor Induk Pegawai (NIP).
Setelah mundur dari militer, Bambang ditunjuk Presiden Soekarno menjadi Duta Besar Indonesia untuk Vatikan (1956-1960), Dubes RI untuk Jepang (1960-1964), dan Dubes RI untuk Brasil (1964-1966).
Bambang meninggal dunia pada 22 Juni 1977 dan dimakamkan di Kranggan, Temanggung, Jawa Tengah. Atas didedikasinya, pada 1997 Presiden Soeharto memberikan kenaikan paangkat kehormatan satu tingkat lebih tinggi kepada Bambang Soegeng, menjadi Letjen TNI Kehormatan.
2. Jenderal TNI (Purn) R Hartono

FOTO/DOK.TNI AD
KSAD selanjutnya yang pernah menduduki jabatan Pangdam V/Brawijaya adalah Jenderal TNI (Purn) R Hartono. Tentara kelahiran Pamekasan, Madura, 10 Juni 1941 itu mengemban jabatan itu di era Presiden Soeharto dari 1990-1993.
R Hartono mengawali karier militernya sebagai Danton-II Yonkav 1/I Kostrad setelah lulus dari Akademi Militer Nasional (AMN) 1962. Setelah malang melintang di satuan, lulusan Sussarcab Kavaleri 19963 itu akhirnya dipercaya memimpin teritori sebagai Dandim 0614/Cirebon pada 1977.
Karier R Hartono terus menanjak. Pada 1984, ia dipercaya menjadi Danrem 041/Garuda Emas Kodam IV/Sriwijaya. Setahun kemudian dimutasi menjadi Wasdanpussenkav dan Pamen Pussenkav Dik Lemhannas.
Hartono pecah bintang ketika diangkat menjadi Kasdam V/Brawijaya pada 1989. Selanjutnya ia dimutasi menjadi Kases Bakorstanasda Jawa Timur. Pangkat naik menjadi Mayor Jenderal ketika dilantik menjadi Pangdam V/Brawijaya pada 1990.
Tiga tahun menjabat Pangdam V/Brawijaya, R Hartono kemudian ditarik menjadi Dansesko ABRI, lalu Gubernur Lemhannas, dan Kassospol ABRI. Hartono meraih pangkat jenderal penuh (bintang 4) ketika dipilih Presiden Soeharto menjadi KSAD pada 1995.
Setelah pensiun pada 1997, R Hartono pernah mencoba peruntungan mendirikan partai politik bersama Siti Hardijanti Hastuti Soeharto atau Tutut Soeharto, Partai Karya Peduli Bangsa (PKPB). Pada Pemilu 2004, PKPB memperoleh 2,11% suara secara nasional dan 2 kursi di DPR. Namun perolehan suara PKPB melorot di pemilu 2009, hanya mendapatkan 1.461.182 suara atau setara 1,40%. Setelah itu, PKPB tidak lagi menjadi peserta pemilu hingga saat ini.
3. Jenderal TNI (Purn) Ryamizard Ryacudu

FOTO/TNI AD
Jenderal TNI (Purn) Ryamizard Ryacudu juga termasuk dalam daftar KSAD yang pernah menduduki jabatan Pangdam V/Brawijaya. Abituren Akademi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Akabri) 1974 ini mengemban jabatan itu sangat singkat dari 14 Januari hingga 4 November 1999.
Ryamizard Ryacudu mengawali karier jabatan militer di Kodam XII/Tanjungpura. Antara lain menjadi Danton, Komandan Kompi Pelajar dan Secaba, serta Danyonif 641 dan 642. Ryamizard kemudian ditarik ke Kostrad untuk menjadi Kasi Operasi Brigif Linud 17/Kujang I, Wadan Yonif Linud 305/Tengkorak, Danyonif Linud 305/Tengkorak, dan Kepala Staf Brigif Linud 17/Kujang I.
Ryamizard sempat bertugas ke luar negeri menjadi Komandan Kontingen Garuda XII-B dan Komandan Sektor 5 Barat di Kamboja. Pulang dari luar negeri, ia dipercaya menjadi Komandan Korem 044/Garuda Dempo Kodam II/Sriwijaya, Kepala Staf Divif 2/Kostrad, Kepala Staf Kodam II/Sriwijaya, Panglima Divif 2/Kostrad, dan Kepala Staf Kostrad.
Lihat Juga :