Deretan KSAD yang Pernah Jabat Pangdam V/Brawijaya, Nomor 1 Jenderal Pemrakarsa NRP Prajurit TNI

Minggu, 12 November 2023 - 06:02 WIB
loading...
Deretan KSAD yang Pernah...
Jajaran Kodam V/Brawijaya mengikuti kegiatan Apel Kesiapsiagaan TNI AD Tahun 2022 yang dipimpin KSAD Jenderal TNI Dudung Abdurachman secara virtual di Lapangan A Yani Makodam V/Brawijaya, Surabaya, Rabu (26/10/2022). FOTO/KODAM V BRAWIJAYA
A A A
JAKARTA - Beberapa Kepala Staf TNI Angkatan Darat ( KSAD ) pernah menduduki jabatan Panglima Kodam ( Pangdam) V/Brawijaya . Salah satunya merupakan pemrakarsa pencatatan setiap prajurit TNI atau Nomor Registrasi Pusat (NRP).

KSAD merupakan jabatan tertinggi di TNI AD yang diduduki oleh perwira tinggi berpangkat Jenderal TNI. Mereka adalah adalah orang-orang terpilih dengan catatan karier militer mengagumkan. Sebelum menjadi KSAD beberapa di antara mereka menjabat sebagai Pangdam V/Brawijaya.

Kodam V/Brawijaya merupakan Komando Kewilayahan Pertahanan yang meliputi Provinsi Jawa Timur. Terdiri atas empat satuan wilayah, yakni Korem 081/Dhirotsaha Jaya (membawahi wilayah Madiun, Ngawi, Magetan, Ponorogo, Pacitan, Trenggalek, Nganjuk, Blitar, Tulungagung); Korem 082/Citra Panca Yudha Jaya (Kediri, Tuban, Lamongan, Bojonegoro, Jombang, Mojokerto); Korem 083/Baladhika Jaya (Malang-Batu, Pasuruan, Probolinggo, Lumajang, Bondowoso, Situbondo, Jember, Banyuwangi, Kota Malang); dan Korem 084/Bhaskara Jaya (Sidoarjo, Gresik, Pamekasan, Sumenep, Sampang, Bangkalan, Surabaya Utara, Surabaya Timur, Surabaya Selatan).



Dalam sejarahnya, Kodam V/Brawijaya berasal dari gabungan dari tiga divisi militer di awal kemerdekaan Republik Indonesia, yakni Divisi V Ronggolawe, Divisi VI Narotama, dan Divisi VII Soeropati. Ketiga divisi itu digabung menjadi TNI Divisi I Jawa Timur berdasarkan SK Menteri Pertahanan Nomor: A/532/48 tanggal 25 Oktober 1948.

Pada 17 Desember 1951, tepatnya pada hari ulang tahun ke-3, TNI Divisi I Jawa Timur berganti nama menjadi Divisi I/Brawijaya. Namun belum genap sebulan, KSAD menerbitkan instruksi nomor 2/KS/Instr/52 tanggal 5 Januari 1952, yang mengubah nama Divisi I/Brawijaya menjadi Tentara Teritorium V/Brawijaya (TT V/Brawijaya).

Setelah 7 tahun, berdasarkan SK KSAD Nomor: Kpts/952/10/1959, sebutan TT V/Brawijaya diganti Komando Daerah Militer (Kodam VIII/Brawijaya). Lalu KSAD menerbitkan kembali SK Nomor: Kep/4/1985 tanggal 12 Januari 1985, Kodam VIII/Brawijaya diubah menjadi Kodam V/Brawijaya.

Lalu siapa saja KSAD yang pernah menduduki jabatan Pangdam V/Brawijaya? Berikut ini nama-namanya:

1. Letjen TNI (Purn) Bambang Soegeng

Deretan KSAD yang Pernah Jabat Pangdam V/Brawijaya, Nomor 1 Jenderal Pemrakarsa NRP Prajurit TNI

FOTO/MABES TNI

KSAD yang pernah duduk sebagai Pangdam V/Brawijaya salah satunya adalah Letjen TNI (Purn) Bambang Soegeng. Serdadu kelahiran Megelang, Jawa Tengah, 31 Oktober 1913 itu mulai mengemban jabatan tersebut ketika masih bernama TNI Divisi I Jawa Timur hingga berubah menjadi Tentara Teritorium (TT) V/Brawijaya.

Bambang Soegeng adalah sulung dari 6 bersaudara, anak pasangan Slamet dan Zahro. Bambang termasuk beruntung karena bisa mengenyam bangku pendidikan di masa pendudukan Belanda. Ia menempuh pendidikan dasar di Hollandsch-Inlandsche School (HIS) Tegalrejo, Magelang, kemudian lanjut ke Meer Uitgebreid Lager Onderwijs (MULO) di Purwokerto, serta Algemeene Middelbare School (AMS) bagian A di Yogyakarta. Bambang sempat menempuh pendidikan tinggi di Rechtshoogeschool te Batavia (RHS) Jakarta tapi tidak selesai karena ditutup oleh Jepang ketika berkuasa di Indonesia.

Sempat bekerja sebagai pegawai negeri di pemerintahan Kabupaten Temanggung sebagai juru tulis, pada 1943 Bambang akhirnya memilih melanjutkan pendidikan perwira PETA di Bogor. Setelah lulus, ia ditempatkan di Magelang sebagai Komandan Kompi. Bambang kemudian dipromosikan sebagai Komandan Peleton di Gombong, Kebumen.

Bambang diangkat menjadi Komandan Resimen TKR di Wonosobo setelah Proklamasi Kemerdekaan RI. Tiga tahun kemudian diangkat menjadi Komandan Divisi III TKR yang meliputi Banyumas, Pekalongan, Kedu, dan Yogyakarta. Sebagai penguasa teritori, ia terlibat dalam perencanaan Serangan Umum 1 Maret 1949. Salah satunya adalah Perintah Siasat dan Instruksi Rahasia soal perang propaganda terhadap Belanda.

Melihat pengalaman yang mumpuni, pemerintah kemudian menunjuk Bambang Soegeng sebagai Panglima Divisi I Jawa Timur pada Juni 1950. Ia mengemban jabatan itu hingga Desember 1952 atau ketika sudah berganti nama Divisi I TT V/Brawijaya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kolonel Inf Achmad Fikri...
Kolonel Inf Achmad Fikri Dalimunthe, Prajurit TNI Pertama yang Lulus National Defence College Yordania
Pangdivif 2 Kostrad...
Pangdivif 2 Kostrad Mayjen TNI Primadi Pimpin Sertijab Jabatan Strategis, Ini Namanya
TB Hasanuddin Kritik...
TB Hasanuddin Kritik Pelibatan Komcad dalam Pengamanan Demo Mahasiswa: Berpotensi Picu Konflik Horizontal
Harumkan Nama Bangsa,...
Harumkan Nama Bangsa, Kolonel Cpn Jimmy Sirait Raih Gelar Master di US Army War College
KSAD Maruli Simanjuntak:...
KSAD Maruli Simanjuntak: Begal Jadi Takut karena Ada Tentara
Tiyo Eks Ketua BEM UGM...
Tiyo Eks Ketua BEM UGM Mengaku Ditawari Miliaran Rupiah dari Lembaga Berbintang, Ini Respons TNI
Amnesty International...
Amnesty International Desak TNI Tak Dilibatkan Jaga Demo Mahasiswa Hari Ini
Mama Sinta Tegaskan...
Mama Sinta Tegaskan ke Jakarta Inisiatif dan Pakai Biaya Sendiri
KSAD Soroti Produksi...
KSAD Soroti Produksi Film Pesta Babi: Duitnya dari Mana?
Rekomendasi
Dina Masyusin Salurkan...
Dina Masyusin Salurkan Bantuan Kursi Roda untuk Warga Rawa Buaya
MSIN Paparkan Strategi...
MSIN Paparkan Strategi Streaming Global di APOS 2026, V+Short Tembus 5 Juta Unduhan
Langkah Mengejutkan,...
Langkah Mengejutkan, Partai Komunis Kuba Bersedia Buka Ekonomi Menuju Pasar Bebas
Berita Terkini
Di Hadapan Mahasiswa,...
Di Hadapan Mahasiswa, Dasco Telepon Nanik dan Bahlil
Asosiasi Dosen Ilmu...
Asosiasi Dosen Ilmu Hukum dan Kriminologi Indonesia: Jokowi Apresiasi UU Polri Baru
Dukung Penangkapan Roy...
Dukung Penangkapan Roy Suryo dan Dokter Tifa, Peradi Bersatu Minta Polisi Tak Tunduk Tekanan Opini Publik
Biogas, Energi Terbarukan...
Biogas, Energi Terbarukan sebagai Upaya Mencapai Target Net Zero Emission
Refly Harun Ungkap Dokter...
Refly Harun Ungkap Dokter Tifa Pakai Baju Tahanan atas Kesadaran Sendiri: Biar Dunia Tahu Kalau Kezaliman Terjadi
Jokowi dan PSI Dinilai...
Jokowi dan PSI Dinilai Satu Paket Politik, Ini Temuan Survei LPI
Infografis
3 Pemain Timnas Indonesia...
3 Pemain Timnas Indonesia yang Menjadi Prajurit TNI
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved