Reformasi Birokrasi dan Transformasi Digital dalam Visi Ganjar Pranowo-Mahfud MD
Jum'at, 10 November 2023 - 10:55 WIB
loading...
Ganjar Pranowo dan Mahfud MD. Foto/Dok SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Reformasi birokrasi menjadi salah satu fokus utama dari pasangan Calon Presiden dan Wakil Presiden Ganjar Pranowo–Mahfud MD . Upaya digitalisasi masuk dalam visi dan misi yang mencakup upaya untuk memodernisasi birokrasi dengan menggunakan teknologi digital.
Ganjar Pranowo mengungkapkan pentingnya meningkatkan sistem digital pemerintahan. Hal ini mencakup digitalisasi dalam proses tender, pelayanan masyarakat, dan perpajakan guna mengurangi risiko terjadinya korupsi. Dengan semakin banyaknya penerapan digitalisasi dalam pemerintahan, ia percaya bahwa hal ini akan merubah pola pikir para birokrat.
"Begitu kita potong dengan digitalisasi di pemerintahan, apa yang terjadi? 1,2 triliun duit bisa kita hemat," ucap Ganjar dalam keterangan tertulis.
Ia juga menunjukkan bagaimana penggunaan e-budgeting dan e-planning selama kepemimpinannya berhasil menghemat anggaran pemerintah sekitar Rp1,2 triliun.
Ganjar Pranowo kemudian berbagi pengalaman ketika ia masih menjabat sebagai Gubernur Jawa Tengah dua periode. Pada saat itu, ia mengenalkan kebijakan yang mengharuskan pihak pemerintah merespons keluhan masyarakat dalam waktu 24 jam. "Saya kasih aturan 1 x 24 jam harus direspons, dijawab aja, kalau 1 x 24 nggak kamu respons kamu masuk dashboard saya," ucapnya.
Ganjar Pranowo mengungkapkan pentingnya meningkatkan sistem digital pemerintahan. Hal ini mencakup digitalisasi dalam proses tender, pelayanan masyarakat, dan perpajakan guna mengurangi risiko terjadinya korupsi. Dengan semakin banyaknya penerapan digitalisasi dalam pemerintahan, ia percaya bahwa hal ini akan merubah pola pikir para birokrat.
"Begitu kita potong dengan digitalisasi di pemerintahan, apa yang terjadi? 1,2 triliun duit bisa kita hemat," ucap Ganjar dalam keterangan tertulis.
Ia juga menunjukkan bagaimana penggunaan e-budgeting dan e-planning selama kepemimpinannya berhasil menghemat anggaran pemerintah sekitar Rp1,2 triliun.
Ganjar Pranowo kemudian berbagi pengalaman ketika ia masih menjabat sebagai Gubernur Jawa Tengah dua periode. Pada saat itu, ia mengenalkan kebijakan yang mengharuskan pihak pemerintah merespons keluhan masyarakat dalam waktu 24 jam. "Saya kasih aturan 1 x 24 jam harus direspons, dijawab aja, kalau 1 x 24 nggak kamu respons kamu masuk dashboard saya," ucapnya.
Lihat Juga :