Anak Muda Didorong Sajikan Konten Positif di Media Sosial
Kamis, 09 November 2023 - 18:51 WIB
loading...
Ketua Presidium Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo) Septiaji Eko Nugroho. FOTO/IST
A
A
A
JAKARTA - Kemajuan teknologi digital tidak hanya memberi dampak posifit bagi kehidupan umat manusia, tapi juga memiliki ekses negatif. Banyak negara di dunia mengalami kekacauan lantaran penduduknya tidak mampu memfiltrasi informasi secara kritis dan bijak.
Ketua Presidium Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo) Septiaji Eko Nugroho mengatakan, Bangsa Indonesia perlu belajar dari berbagai negara yang sama-sama menghadapi tantangan di dunia digital.
"Banyak negara yang kemudian mengalami kekacauan, karena masyarakatnya tidak bisa menyaring konten hoaks yang datang, lalu ikut menyebarkan dan mempercayainya sebagai sebuah kebenaran. Dampaknya kemudian melahirkan polarisasi yang kuat bahkan akhirnya menuju pada dehumanisasi yang menjelekkan hingga menjatuhkan orang lain," kata Septiaji di Jakarta, Kamis (9/11/2023).
Baca juga: Mahfud MD Ingatkan TNI tentang Ancaman Hoaks, Ini 6 Cara Meningkatkan Literasi Digital
Menurutnya, isu-isu semacam itu sangat mudah dimanfaatkan untuk kepentingan tertentu, apalagi menjelang Pemilu 2024. Karena itu, anak muda harus mau berkomitmen menjadi agen dan duta perdamaian. Mereka perlu mulai dari sekarang menentukan sikap tentang peran apa yang akan mereka ambil dalam mengusung perdamaian dan antihoaks.
Ketua Presidium Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo) Septiaji Eko Nugroho mengatakan, Bangsa Indonesia perlu belajar dari berbagai negara yang sama-sama menghadapi tantangan di dunia digital.
"Banyak negara yang kemudian mengalami kekacauan, karena masyarakatnya tidak bisa menyaring konten hoaks yang datang, lalu ikut menyebarkan dan mempercayainya sebagai sebuah kebenaran. Dampaknya kemudian melahirkan polarisasi yang kuat bahkan akhirnya menuju pada dehumanisasi yang menjelekkan hingga menjatuhkan orang lain," kata Septiaji di Jakarta, Kamis (9/11/2023).
Baca juga: Mahfud MD Ingatkan TNI tentang Ancaman Hoaks, Ini 6 Cara Meningkatkan Literasi Digital
Menurutnya, isu-isu semacam itu sangat mudah dimanfaatkan untuk kepentingan tertentu, apalagi menjelang Pemilu 2024. Karena itu, anak muda harus mau berkomitmen menjadi agen dan duta perdamaian. Mereka perlu mulai dari sekarang menentukan sikap tentang peran apa yang akan mereka ambil dalam mengusung perdamaian dan antihoaks.
Lihat Juga :