alexametrics

Hari Kontrasepsi Sedunia

Masih Stagnan, BKKBN Ajak Semua Mitra Sukseskan Program KB

loading...
Masih Stagnan, BKKBN Ajak Semua Mitra Sukseskan Program KB
BKKBN menggelar workshop Standarisasi Peningkatan Kompetensi dan Pendidikan Pelayanan KB bagi Tenaga Kesehatan di Lombok, NTB, Senin (25/9/2017). Acara ini untuk memperingati Hari Kontrasepsi Sedunia 2017. Foto/BKKBN
A+ A-
MATARAM - Kampanye Hari Kontrasepsi Sedunia atau World Contraception Day (WCD) pertama diluncurkan di seluruh dunia pada 26 September 2007. Peringatan Hari Kontrasepsi Sedunia merupakan sebuah kampanye global yang memiliki visi bahwa setiap kehamilan diinginkan dan direncanakan.

Momentum peringatan Hari Kontrasepsi Sedunia bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan kepedulian masyarakat mengenai penggunaan kontrasepsi. Juga mengupayakan generasi muda untuk mendapat informasi tentang kesehatan seksual dan reproduksi.

Peringatan Hari Kontrasepsi Sedunia 2017 di Indonesia mengusung tema “Kita Tingkatkan Akses dan Kualitas Pelayanan Kontrasepsi dalam Mewujudkan Keluarga Berkualitas”. Hal ini berkaitan dengan pembangunan bidang kependudukan dan keluarga berencana di Indonesia yang masih mengalami stagnasi.



Hasil Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) 2007 dan 2012 menunjukkan stagnasi program KB dilihat dari beberapa indikator capaian. Pertama, angka kelahiran rata-rata tetap berada pada level 2.6. Kedua, angka pengguna kontrasepsi masih berkisar 57% dengan dominasi penggunaan KB jangka pendek.
Ketiga, angka unmet need masih tinggi (8.5) dan keempat, fertilitas remaja (ASFR 15-19) masih tinggi yaitu 48 kelahiran per 1000 wanita.

Terkait hal ini Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) terus melakukan terobosan. Program KB tak hanya dimaknai sebagai pembatasan kelahiran, namun lebih dari itu untuk mendukung pembangunan kesehatan dan kesejahteraan keluarga. Program KB merupakan upaya mengatur kelahiran anak, jarak dan usia ideal melahirkan dan kehamilan.

”Program pembangunan kependudukan dan keluarga berencana akan berhasil jika masyarakat memiliki pengetahuan yang lengkap mengenai keluarga berencana, karena itu petugas lapangan KB (PLKB), bidan, tenaga medis serta kader kesehatan memiliki dampak signifikan bagi keberhasilan program KB,” kata Kepala BKKBN, Surya Chandra Surapaty dalam rilis yang diterima SINDOnews, Selasa (26/9/2017).

Beberapa hal penting untuk mencapai hasil pembangunan kependudukan dan keluarga berencana yang optimal, antara lain adalah strategi komunikasi dan sosialisasi ajakan ber KB yang lebih inovatif sehingga masyarakat tertarik ber KB. Kemudian memastikan ketersediaan alat kontrasepsi dan distribusi yang tepat di daerah dan melakukan monitoring pelaksanaan program Kampung KB.

“Masyarakat harus berikan konseling, informasi, edukasi, dan advokasi yang efektif dengan muatan dan pesan yang mudah dipahami. Bangun kesadaran untuk menjadi peserta KB” ujarnya.

Dalam kegiatan Hari Kontrasepsi Sedunia di Lombok, BKKBN melakukan berbagai rangkaian kegiatan antara lain lomba KB pascapersalinan bagi rumah sakit, workshop Standarisasi Peningkatan Kompetensi dan Pendidikan Pelayanan KB bagi Tenaga Kesehatan. Selanjutnya peresmian Kampung KB dan Peninjauan Pelayanan KB dan IVA, peresmian bidan praktik mandiri sebagai tempat magang (BPM-TM) pascapelatihan medis teknis pelayanan KB, seminar nasional program KKBPK, dan kuliah umum.

Melalui peringatan Hari Kontrasepsi Sedunia Tahun 2017 ini, Surya mengajak semua mitra kerja BKKBN, dari mulai para dokter, bidan, penyuluh KB, kader kesehatan, pemerintah daerah dan pihak swasta untuk bergotong royong menyukseskan program KB.

”Pastikan bahwa setiap keluarga mampu merencanakan masa depannya dengan baik. Berikan pemahaman kepada masyarakat bahwa program KB bermanfaat untuk wujudkan keluarga bahagia lahir batin dan sejahtera secara ekonomi,” tuturnya.

Momentum peringatan Hari Kontrasepsi Sedunia juga ini digunakan untuk meningkatkan dan menyadarkan kembali semua pihak akan pentingnya kontrasepsi. Hal ini karena dengan kontrasepsi laju pertumbuhan penduduk dapat ditekan dengan efektif. Dengan meningkatkan kepedulian mengenai kontrasepsi dan kesehatan reproduksi, diharapkan akan mencegah kehamilan yang tidak direncanakan, aborsi, dan penyebaran penyakit seksual.
(poe)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak