alexa snippet

Laporan Langsung SINDOnews dari Arab Saudi

Jamaah Haji Tak Lagi Ngotot Masukkan Air Zamzam ke Koper

Jamaah Haji Tak Lagi Ngotot Masukkan Air Zamzam ke Koper
Karyawan Saudi Cargo memasukan tas jamaah haji dari Embarkasi Banjarmasin (BDJ) di kompleks Bandara Amir Muhammad bin Abdul Aziz (AMAA) Madinah, Arab Saudi, Sabtu 23 September 2017 sore. Foto/SINDOnews/Muhammad Iqbal Marsyaf
A+ A-
MADINAH - Proses pemeriksaan koper jamaah haji Indonesia untuk keberangkatan ke Tanah Air melalui Bandara Amir Muhammad bin Abdul Aziz (AMAA) Madinah dinilai berjalan lancar.

Hal tersebut didasarkan atas singkatnya masa pemeriksaan koper sebelum dikirim ke pesawat.

Pantauan di Saudi Cargo, perusahaan yang ditunjuk Garuda Indonesia memeriksa bawaan jamah, pemeriksaan X-ray di kompleks Bandara AMAA sesuai jadwal.

“Per hari ada 12–14 kloter yang masuk. Sejauh ini tiap kloter membutuhkan waktu rata-rata 1,5–2 jam. Tiap koper umumnya diperiksa 10–15 menit,” ungkap Tarmidi, bagian pengawasan bagasi maskapai Garuda Indonesia saat ditemui di lokasi pemeriksaan koper jamaah di Kompleks Bandara AMAA Madinah, Arab Saudi, Sabtu 23 September 2017.

Dia menuturkan selepas dari mesin x-ray tas akan dilindungi tali dan dipersiapkan menuju pesawat.

Tarmidi menambahkan, selama tiga hari proses pemeriksaan koper belum ditemukan masalah. “Belum ada temuan berarti, termasuk adanya jamaah yang mencoba memasukkan air zam-zam,” ungkapnya.

Dia mengatakan, ada petugas dari Garuda Indonesia yang ikut langsung mengawasi pemeriksaan tersebut.

Kepala Daerah Kerja (Kadaker) Madinah, Amin Handoyo saat ditemui wartawan di Bandara AMAA Madinah mengakui, pemeriksaan koper jamaah haji gelombang kedua terbilang lancar.

Jamaah dinilainya sudah menerima dan mengerti adanya aturan tersebut. “Jamaah tidak mau ambil risiko tas dibongkar petugas bagasi. Ini juga berkat bantuan teman-teman media yang terus menyosialisasikan aturan bagasi dan kabin,” ucapnya.

Menurut dia, masalah yang ada saat ini hanya berat berlebih saat penimbangan di lobi hotel. Kepada jamaah yang volume kopernya melebihi 23 kilogram, pihaknya menyarankan agar mengirimnya dengan cara lain yakni menggunakan jasa kargo.

“Aturan air zamzam juga sudah dimengerti jamaah. Terima kasih atas pengertian jamaah,” katanya.

Adapun ketentuan terkait barang bawaan adalah sebagai berikut:
1. Jamaah haji diperkenankan membawa tas paspor, tas tentengan (tas kabin) maksimal 7 kilogram (kg), dan koper (bagasi) maksimal 32 kg. Selebihnya agar dikirim melalui jasa kargo

2. Perusahaan penerbangan hanya akan mengangkut tas jinjingan dan koper yang diberikan oleh mereka
halaman ke-1 dari 2
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top