PDIP Tunggu Etika Politik Gibran Rakabuming Kembalikan KTA
Sabtu, 28 Oktober 2023 - 14:11 WIB
loading...
Putra sulung Presiden Jokowi, Gibran Rakabuming Raka dianggap telah keluar dari PDIP lantaran menerima pinangan Prabowo Subianto menjadi Cawapres 2024. Foto/MPI
A
A
A
JAKARTA - Putra sulung Presiden Joko Widodo (Jokowi), Gibran Rakabuming Raka dianggap telah keluar dari PDIP lantaran menerima pinangan Prabowo Subianto menjadi Cawapres 2024. Keputusan Gibran itu dinilai tak tegak lurus dengan keputusan partai.
Ketua DPP PDIP Ahmad Basarah mengatakan pihaknya tengah menunggu niat baik Gibran untuk mengembalikan Kartu Tanda Anggota (KTA) PDIP. Ia pun mengingatkan Gibran akan etika politik.
Baca juga: Gibran Jadi Cawapres Prabowo, PDIP: Secara Aturan Partai Dia Telah Lakukan Pembangkangan
"Jadi yang sebenarnya kami tunggu adalah etika politik dari seorang Mas Gibran yang sekarang telah memberanikan diri untuk mencalonkan diri menjadi Bacawapres RI, maka etika politik itu kami tunggu untuk kita menerima KTA PDIP," ujar Basarah saat ditemui di Sekolah Partai PDIP, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Sabtu (28/10/2023).
Meminjam istilah Ketua DPC PDIP Solo FX Rudy, kata Basarah, orang timur itu datang tampak muka, kembali tampak punggungnya. Untuk itu, ia merasa masalah Gibran sederhana, yakni menunggu etika politik yang santun.
"Kita tunggu niat baiknya untuk menunjukkan etika politik beliau kepada Ibu Mega, kepada keluarga besar partai yang telah melahirkan, membesarkannya, dan menjaganya, selama 22 tahun Pak Jokowi sejak Wali Kota Solo 2 periode, Gubernur DKI, Presiden Republik Indonesia hampir dua periode, juga melahirkan, menjaga Mas Gibran sebagai Wali Kota Solo," tandas Basarah.
"Juga melahirkan, menjaga Mas Bobby sebagai Wali Kota Medan dan teman-teman DPRD Fraksi PDIP Kota Medan, dan ditugaskan untuk menjaga, mengawal, pemerintah Mas Bobby. Hingga detik ini belum ada keputusan yang berubah dari Ibu Megawati Soekarnoputri," sambung Basarah.
Ketua DPP PDIP Ahmad Basarah mengatakan pihaknya tengah menunggu niat baik Gibran untuk mengembalikan Kartu Tanda Anggota (KTA) PDIP. Ia pun mengingatkan Gibran akan etika politik.
Baca juga: Gibran Jadi Cawapres Prabowo, PDIP: Secara Aturan Partai Dia Telah Lakukan Pembangkangan
"Jadi yang sebenarnya kami tunggu adalah etika politik dari seorang Mas Gibran yang sekarang telah memberanikan diri untuk mencalonkan diri menjadi Bacawapres RI, maka etika politik itu kami tunggu untuk kita menerima KTA PDIP," ujar Basarah saat ditemui di Sekolah Partai PDIP, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Sabtu (28/10/2023).
Meminjam istilah Ketua DPC PDIP Solo FX Rudy, kata Basarah, orang timur itu datang tampak muka, kembali tampak punggungnya. Untuk itu, ia merasa masalah Gibran sederhana, yakni menunggu etika politik yang santun.
"Kita tunggu niat baiknya untuk menunjukkan etika politik beliau kepada Ibu Mega, kepada keluarga besar partai yang telah melahirkan, membesarkannya, dan menjaganya, selama 22 tahun Pak Jokowi sejak Wali Kota Solo 2 periode, Gubernur DKI, Presiden Republik Indonesia hampir dua periode, juga melahirkan, menjaga Mas Gibran sebagai Wali Kota Solo," tandas Basarah.
"Juga melahirkan, menjaga Mas Bobby sebagai Wali Kota Medan dan teman-teman DPRD Fraksi PDIP Kota Medan, dan ditugaskan untuk menjaga, mengawal, pemerintah Mas Bobby. Hingga detik ini belum ada keputusan yang berubah dari Ibu Megawati Soekarnoputri," sambung Basarah.
Lihat Juga :