Membangkitkan Ingatan Komunal Akar Budaya Bahasa Indonesia
Jum'at, 27 Oktober 2023 - 10:55 WIB
loading...
A
A
A
baca juga: Bangga, Universitas di Prancis Mulai Mengajarkan Bahasa Indonesia
Sementara itu, Kurator Pameran Bambang Asrini menyatakan bahwa seni memang tak semata hanya ruang steril yang dianggap estetis saja. Namun ada jejak ingatan menyejarah yang empirik bahwa elemen etika dan logika-yang baik dan benar secara moral pun nalar.
“Yakni mengungkap originalitas dan kekayaan khas Bahasa Melayu sebagai fundamen Bahasa Indonesia. Hal itu semua, ditafsirkan ulang secara beragam oleh para seniman dengan memahami konteksnya dengan situasi termutakhir kondisi kebangsaan kita,” ujar Bambang.
Di sanalah, lanjut Bambang, seni dan budaya memperkaya relasi Bahasa Melayu dan Bahasa Indonesia bersanding, dalam multi-perspektif dan saling terkait secara intim.
Sementara itu, Kurator Pameran Bambang Asrini menyatakan bahwa seni memang tak semata hanya ruang steril yang dianggap estetis saja. Namun ada jejak ingatan menyejarah yang empirik bahwa elemen etika dan logika-yang baik dan benar secara moral pun nalar.
“Yakni mengungkap originalitas dan kekayaan khas Bahasa Melayu sebagai fundamen Bahasa Indonesia. Hal itu semua, ditafsirkan ulang secara beragam oleh para seniman dengan memahami konteksnya dengan situasi termutakhir kondisi kebangsaan kita,” ujar Bambang.
Di sanalah, lanjut Bambang, seni dan budaya memperkaya relasi Bahasa Melayu dan Bahasa Indonesia bersanding, dalam multi-perspektif dan saling terkait secara intim.
(hdr)
Lihat Juga :