Jokowi Dinilai Wajar Tegur Keras Menteri dalam Penanganan Corona
Rabu, 05 Agustus 2020 - 13:29 WIB
loading...
A
A
A
"Namanya komandan kalau di tentara ya begitu supaya lebih perform ditegur dengan keras, tidak ada masalah," ujarnya.
Habib menilai, cara presiden sudah benar karena hanya presiden yang bisa mengingatkan dan mengevaluasi menteri-menterinya. "Sudah benar apa yang dilakukan pak presiden gitu harus terus diingatkan, beliau sendiri juga yang bisa mengevaluasi," bela Habib.
Namun soal reshuffle, dia menegaskan bahwa pihaknnya enggan mendorong presiden untuk melakukan reshuffle karena, isu itu rawan dijadikan komoditas politik. Selain itu, Gerindra sebagai partai pendukung enggan mendorong itu karena merupakan hak pretogatif presiden.
"Kalau saya sebagai partai yang mendukung pemerintah saya nggak mau mendukung mendorong presiden reshuffle atau tidak reshuffle, itu hak prerogatif presiden, hak beliau," pungkasnya.
Habib menilai, cara presiden sudah benar karena hanya presiden yang bisa mengingatkan dan mengevaluasi menteri-menterinya. "Sudah benar apa yang dilakukan pak presiden gitu harus terus diingatkan, beliau sendiri juga yang bisa mengevaluasi," bela Habib.
Namun soal reshuffle, dia menegaskan bahwa pihaknnya enggan mendorong presiden untuk melakukan reshuffle karena, isu itu rawan dijadikan komoditas politik. Selain itu, Gerindra sebagai partai pendukung enggan mendorong itu karena merupakan hak pretogatif presiden.
"Kalau saya sebagai partai yang mendukung pemerintah saya nggak mau mendukung mendorong presiden reshuffle atau tidak reshuffle, itu hak prerogatif presiden, hak beliau," pungkasnya.
(maf)