Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Kristen Indonesia
Rabu, 05 Agustus 2020 - 08:06 WIB
loading...
Kegiatan PkM memberikan bantuan sosial berupa 60 sak beras dengan ukuran 5 kg setiap sak. Pemberian bantuan sosial ini merupakan wujud kepedulian UKI melalui kegiatan Tim PkM ini terhadap masyarakat yang terdampak Covid-19.
A
A
A
JAKARTA - Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) dari Program Studi Magister Pendidikan Agama Kristen Program Pascasarjana Universitas Kristen Indonesia, Jakarta, telah bekerja sama dengan pihak gereja HKBP Ressort Jatisampurna Bekasi untuk mengadakan webinar yang bertema “Pelatihan Penggunaan Metode Mengajar Remaja di Masa Pandemi Covid-19” yang dilaksanakan pada hari Sabtu, 25 Juli 2020 dan Sabtu, 1 Agustus 2020, pukul 16:30-18:30 WIB.
Kegiatan webinar ini bertujuan agar setiap pembina remaja dapat menggunakan metode mengajar yang kreatif dan kontekstual di masa Pandemi Covid-19. Tim PkM ini terdiri dari tiga dosen dan satu mahasiswa, yaitu: Dr. Desi Sianipar, M.Th. (Ketua Tim), Pdt. Wellem Sairwona, M.Th. (anggota), Pdt. Stanley R. Rambitan (anggota), dan Yunardi Kristian Zega, S.Th. (anggota)
Pada pertemuan pertama Sabtu, 25 Juli 2020, sebagai narasumber Pdt. Stanley Rambitan, M.Phil., menyampaikan materi “Metode Pengajaran Dalam Alkitab” di mana para peserta dapat mengetahui metode mengajar apa saja yang ada di dalam Alkitab baik di dalam Perjanjian Lama maupun di dalam Perjanjian Baru.
Kemudian dilanjutkan oleh Pdt. Wellem Sairwona M.Th. dengan materi “Metode Mengajar Remaja yang Paling Efektif Secara Luring”. Dalam materi tersebut, para peserta dapat mengetahui metode mengajar luring mana yang paling tepat untuk digunakan di masa Pandemi Covid-19 saat ini. Pdt. Wellem juga menjelaskan bahwa setiap metode mengajar memiliki kelebihan dan kekurangan. Untuk itu, para pembina remaja perlu melihat dan mengetahui kondisi atau situasi, tujuan yang ingin dicapai, dan karakteristik anak yang diajar agar dapat menentukan metode yang tepat.
Kegiatan ini dihadiri oleh Pdt. Christa Barita Siahaan, S.Th., M.Pd. mewakili Pendeta HKBP Resort Jatisampurna bersama dengan Ibu Rina Daulay, Koordinator Pembina Remaja, para pembina remaja HKBP Resort, serta peserta tamu dari berbagai lembaga gereja dan lembaga pendidikan. Jumlah peserta dari HKBP adalah sekitar 25 orang, dan secara keseluruhan, peserta yang hadir berjumlah sekitar 60 orang karena Tim PkM membuka kesempatan pendaftaran bagi peserta tamu dengan jumlah yang terbatas.
Webinar ini mendapatkan tanggapan dan pertanyaan dari pendeta dan beberapa pembina remaja yang memperlihatkan antusiasme mereka dalam mengikuti webinar ini. Di akhiri acara, ada beberapa butir kesimpulan yang didapatkan, yaitu: 1) Para pembina remaja sangat penting menggunakan metode mengajar yang tepat dan kontekstual, khususnya di masa New Normal Pandemi Covid-19; 2) Para pembina remaja perlu menggunakan metode mengajar remaja yang bersifat personal ketika menjumpai murid-murid remaja yang memiliki motivasi belajar yang rendah dan daya tangkap yag lemah; 3) para pembina remaja memilih metode mengajar yang sesuai dengan kebutuhan berdasarkan perkembangan remaja (sosial, agama, pendidikan, psikologis, dsb.; 4) Anak-anak perlu mendapatkan apresiasi dari gurunya sebagai bagian dari penilaian yang diberikan.; 5) Penggunaan metode mengajar perlu didukung oleh ketersediaan fasilitas; 6) Para pembina remaja seharusnya mendapatkan pelatihan dalam menggunakan media online atau aplikasi; 7) Orangtua perlu dilibatkan dalam pendidikan anak sehingga PAK remaja terintegrasi antara pendidikan agama dalam keluarga dan pendidikan remaja di gereja.
Kegiatan PkM pada hari Jumat, 31 Juli 2020 adalah pemberian bantuan sosial berupa 60 sak beras dengan ukuran 5 kg setiap sak. Pemberian bantuan sosial ini merupakan wujud kepedulian UKI melalui kegiatan Tim PkM ini terhadap masyarakat Kristen yang terdampak Covid-19, khususnya bagi warga jemaat HKBP resort Jatisampurna.
Kegiatan webinar ini bertujuan agar setiap pembina remaja dapat menggunakan metode mengajar yang kreatif dan kontekstual di masa Pandemi Covid-19. Tim PkM ini terdiri dari tiga dosen dan satu mahasiswa, yaitu: Dr. Desi Sianipar, M.Th. (Ketua Tim), Pdt. Wellem Sairwona, M.Th. (anggota), Pdt. Stanley R. Rambitan (anggota), dan Yunardi Kristian Zega, S.Th. (anggota)
Pada pertemuan pertama Sabtu, 25 Juli 2020, sebagai narasumber Pdt. Stanley Rambitan, M.Phil., menyampaikan materi “Metode Pengajaran Dalam Alkitab” di mana para peserta dapat mengetahui metode mengajar apa saja yang ada di dalam Alkitab baik di dalam Perjanjian Lama maupun di dalam Perjanjian Baru.
Kemudian dilanjutkan oleh Pdt. Wellem Sairwona M.Th. dengan materi “Metode Mengajar Remaja yang Paling Efektif Secara Luring”. Dalam materi tersebut, para peserta dapat mengetahui metode mengajar luring mana yang paling tepat untuk digunakan di masa Pandemi Covid-19 saat ini. Pdt. Wellem juga menjelaskan bahwa setiap metode mengajar memiliki kelebihan dan kekurangan. Untuk itu, para pembina remaja perlu melihat dan mengetahui kondisi atau situasi, tujuan yang ingin dicapai, dan karakteristik anak yang diajar agar dapat menentukan metode yang tepat.
Kegiatan ini dihadiri oleh Pdt. Christa Barita Siahaan, S.Th., M.Pd. mewakili Pendeta HKBP Resort Jatisampurna bersama dengan Ibu Rina Daulay, Koordinator Pembina Remaja, para pembina remaja HKBP Resort, serta peserta tamu dari berbagai lembaga gereja dan lembaga pendidikan. Jumlah peserta dari HKBP adalah sekitar 25 orang, dan secara keseluruhan, peserta yang hadir berjumlah sekitar 60 orang karena Tim PkM membuka kesempatan pendaftaran bagi peserta tamu dengan jumlah yang terbatas.
Webinar ini mendapatkan tanggapan dan pertanyaan dari pendeta dan beberapa pembina remaja yang memperlihatkan antusiasme mereka dalam mengikuti webinar ini. Di akhiri acara, ada beberapa butir kesimpulan yang didapatkan, yaitu: 1) Para pembina remaja sangat penting menggunakan metode mengajar yang tepat dan kontekstual, khususnya di masa New Normal Pandemi Covid-19; 2) Para pembina remaja perlu menggunakan metode mengajar remaja yang bersifat personal ketika menjumpai murid-murid remaja yang memiliki motivasi belajar yang rendah dan daya tangkap yag lemah; 3) para pembina remaja memilih metode mengajar yang sesuai dengan kebutuhan berdasarkan perkembangan remaja (sosial, agama, pendidikan, psikologis, dsb.; 4) Anak-anak perlu mendapatkan apresiasi dari gurunya sebagai bagian dari penilaian yang diberikan.; 5) Penggunaan metode mengajar perlu didukung oleh ketersediaan fasilitas; 6) Para pembina remaja seharusnya mendapatkan pelatihan dalam menggunakan media online atau aplikasi; 7) Orangtua perlu dilibatkan dalam pendidikan anak sehingga PAK remaja terintegrasi antara pendidikan agama dalam keluarga dan pendidikan remaja di gereja.
Kegiatan PkM pada hari Jumat, 31 Juli 2020 adalah pemberian bantuan sosial berupa 60 sak beras dengan ukuran 5 kg setiap sak. Pemberian bantuan sosial ini merupakan wujud kepedulian UKI melalui kegiatan Tim PkM ini terhadap masyarakat Kristen yang terdampak Covid-19, khususnya bagi warga jemaat HKBP resort Jatisampurna.
Lihat Juga :