Provinsi Sulsel Disebut Bangkrut, Yusuf Lakaseng: Pj Gubernur Terlalu Bombastis
Selasa, 17 Oktober 2023 - 18:43 WIB
loading...
Ketua DPP Partai Perindo Bidang Politik, Yusuf Lakaseng. Foto/MNC Media
A
A
A
JAKARTA - Partai Persatuan Indonesia (Perindo) menilai kondisi keuangan daerah Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) bangkrut karena mengalami defisit anggaran sebesar Rp1,5 Triliun, adalah hal yang berlebihan. Hal ini dikatakan oleh Ketua DPP Partai Perindo Bidang Politik, Yusuf Lakaseng .
Yusuf Lakaseng memberikan tanggapan tersebut sebagai redpons dari pernyataan Penjabat (Pj) Gubernur Sulsel, Bahtiar Baharuddin.
"Pj Gubernur Sulsel terlalu bombastis menyampaikan kalau Sulsel mengalami kebangkrutan hanya karena ada defisit anggaran Rp1,5 triliun," kata Yusuf Lakaseng, Selasa (17/10/2023).
"Namun defisit yang besar juga tidak sehat buat fiskal untuk menggerakkan pembangunan kesejahteraan rakyat. Jadinya akan terjadi kekurangan anggaran untuk program-program sosial dan pemberdayaan ekonomi, karena harus menutupi defisit tersebut," tambahnya.
Baca juga: Defisit Anggaran Rp1,5 Triliun, Pj Gubernur Sulsel: Daerah Ini Bangkrut
Karena itu menurut Yusuf, Pj Gubernur Sulsel tinggal melakukan apa yang disarankan oleh Kemenkeu saja. Penghematan anggaran tidak bisa dihindari sebagai salah satu dari solusi menutup defisit anggaran tersebut, maka sebaiknya yang dihemat adalah belanja rutin pegawai seperti perjalanan dinas, studi banding, dan lainnya.
"Bukan anggaran pendidikan, kesehatan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat yang dipangkas," ujar Yusuf yang juga merupakan Bacaleg DPR RI dari Partai Perindo untuk Dapil Sulawesi Tengah itu.
Yusuf Lakaseng memberikan tanggapan tersebut sebagai redpons dari pernyataan Penjabat (Pj) Gubernur Sulsel, Bahtiar Baharuddin.
"Pj Gubernur Sulsel terlalu bombastis menyampaikan kalau Sulsel mengalami kebangkrutan hanya karena ada defisit anggaran Rp1,5 triliun," kata Yusuf Lakaseng, Selasa (17/10/2023).
"Namun defisit yang besar juga tidak sehat buat fiskal untuk menggerakkan pembangunan kesejahteraan rakyat. Jadinya akan terjadi kekurangan anggaran untuk program-program sosial dan pemberdayaan ekonomi, karena harus menutupi defisit tersebut," tambahnya.
Baca juga: Defisit Anggaran Rp1,5 Triliun, Pj Gubernur Sulsel: Daerah Ini Bangkrut
Karena itu menurut Yusuf, Pj Gubernur Sulsel tinggal melakukan apa yang disarankan oleh Kemenkeu saja. Penghematan anggaran tidak bisa dihindari sebagai salah satu dari solusi menutup defisit anggaran tersebut, maka sebaiknya yang dihemat adalah belanja rutin pegawai seperti perjalanan dinas, studi banding, dan lainnya.
"Bukan anggaran pendidikan, kesehatan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat yang dipangkas," ujar Yusuf yang juga merupakan Bacaleg DPR RI dari Partai Perindo untuk Dapil Sulawesi Tengah itu.
Lihat Juga :