Usung Ganjar Jadi Capres 2024, PDIP: Kokoh Secara Ideologi, Visioner, dan Memahami Kehendak Rakyat
Senin, 16 Oktober 2023 - 20:15 WIB
loading...
A
A
A
Bukan tanpa alasan PDIP memilih Ganjar sebagai capres yang didukung. Sebab di mata Presiden Joko Widodo (Jokowi), Ganjar merupakan pemimpin yang dekat dengan rakyat, selalu turun ke bawah dan sangat ideologis.
PDIP merupakan partai yang telah sukses menciptakan banyak sekali pemimpin di tanah air. Perjuangannya dalam demokrasi sejak tahun 1999 hingga kini masih terasa dan dapat kita dapat kita jumpai di ranah politik.
Megawati Soekarnoputri yang saat itu menjabat sebagai Ketua Umum merubah nama PDI menjadi PDI Perjuangan pada 1 Februari 1999 agar dapat mengikuti pemilu dan berkantor pusat di Lenteng Agung, Jagakarsa, Jakarta Selatan. PDIP didirikan dalam rangka diselenggarakannya pemilu tahun 1999. Dalam pemilu itu juga PDIP berhasil memperoleh peringkat teratas untuk suara DPR dengan memperoleh 154 kursi.
Pada 28 Maret 2005, Kongres II PDIP diadakan di Sanur, Bali. Kongres tersebut memilih Megawati sebagai Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat PDIP periode 2005-2010 secara aklamasi oleh 1.000 utusan PDIP dari seluruh Indonesia. Pencapaian pada pemilu anggota DPR tahun 2009, PDIP mendapatkan 95 kursi (16,96%) di DPR setelah mendapatkan 14.600.091 suara (14,0%) dan PDIP menempati posisi ketiga dalam perolehan suara serta kursi di DPR RI.
Hingga kini, PDIP masih terus memperjuangkan hak rakyat dan menyuarakan keinginan rakyat. Partai dengan citra memperjuangkan ‘wong cilik’ tersebut berhasil mendapatkan kepercayaan rakyat selama satu dekade dengan dibuktikannya Presiden Joko Widodo (Jokowi) menjabat sebagai Presiden RI selama dua periode.
PDIP merupakan partai yang telah sukses menciptakan banyak sekali pemimpin di tanah air. Perjuangannya dalam demokrasi sejak tahun 1999 hingga kini masih terasa dan dapat kita dapat kita jumpai di ranah politik.
Profil PDIP
Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan atau yang akrab disebut PDIP merupakan partai yang dipimpin Megawati Soekarnoputri. Sebelumnya, Soekarno pada 4 Juli 1927 mendirikan Partai Nasional Indonesia (PNI), kemudian PNI bergabung dengan Partai Musyawarah Masyarakat Banyak (Partai Murba), Ikatan Pendukung Kemerdekaan Indonesia (IPKI), Partai Kristen Indonesia (Parkindo), dan Partai Katolik sehingga membentuk Partai Demokrasi Indonesia (PDI) pada 10 Januari 1973.Megawati Soekarnoputri yang saat itu menjabat sebagai Ketua Umum merubah nama PDI menjadi PDI Perjuangan pada 1 Februari 1999 agar dapat mengikuti pemilu dan berkantor pusat di Lenteng Agung, Jagakarsa, Jakarta Selatan. PDIP didirikan dalam rangka diselenggarakannya pemilu tahun 1999. Dalam pemilu itu juga PDIP berhasil memperoleh peringkat teratas untuk suara DPR dengan memperoleh 154 kursi.
Pada 28 Maret 2005, Kongres II PDIP diadakan di Sanur, Bali. Kongres tersebut memilih Megawati sebagai Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat PDIP periode 2005-2010 secara aklamasi oleh 1.000 utusan PDIP dari seluruh Indonesia. Pencapaian pada pemilu anggota DPR tahun 2009, PDIP mendapatkan 95 kursi (16,96%) di DPR setelah mendapatkan 14.600.091 suara (14,0%) dan PDIP menempati posisi ketiga dalam perolehan suara serta kursi di DPR RI.
Hingga kini, PDIP masih terus memperjuangkan hak rakyat dan menyuarakan keinginan rakyat. Partai dengan citra memperjuangkan ‘wong cilik’ tersebut berhasil mendapatkan kepercayaan rakyat selama satu dekade dengan dibuktikannya Presiden Joko Widodo (Jokowi) menjabat sebagai Presiden RI selama dua periode.
(zik)
Lihat Juga :