Usung Ganjar Jadi Capres 2024, PDIP: Kokoh Secara Ideologi, Visioner, dan Memahami Kehendak Rakyat

Senin, 16 Oktober 2023 - 20:15 WIB
loading...
Usung Ganjar Jadi Capres...
Ganjar Pranowo. Foto/Dok SINDOnews
A A A
JAKARTA - Ketua DPP PDIP Andreas Hugo Pareira menyatakan berbagai usaha akan dilakukan untuk fokus mendukung Ganjar Pranowo menjadi Presiden 2024. PDIP merupakan partai yang menjadi tempat Ganjar meniti karier politiknya yang cemerlang, dan sudah sepantasnya PDIP mempercayakan amanah yang besar ini kepada Ganjar Pranowo.

"Tentu kita fokus pada bagaimana mempersiapkan infrastruktur dukungan untuk Mas Ganjar dan ke depan bersama calon wakil presidennya," ujar Andreas.

Dia menegaskan bahwa keputusan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri untuk mendukung Ganjar Pranowo dalam Pilpres 2024 sudah jelas dan harus dilaksanakan.

Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto mengatakan bahwa penetapan dukungan PDIP kepada calon presiden tidak hanya berpatok kepada aspek tinggi rendahnya elektoral kader. Variabel kepemimpinan yang harus diperhatikan ada banyak. Megawati punya kriteria berbeda dalam memilih capres untuk PDIP.

Megawati mencari sosok yang kokoh secara ideologi, visioner, dan mampu mendengar suara rakyat. "Yang dicari oleh Bu Mega adalah pemimpin yang kokoh secara ideologi, pemimpin yang visioner, dan pemimpin yang punya kemampuan profesional sekaligus memahami kehendak rakyat," ujar Hasto.

Bukan tanpa alasan PDIP memilih Ganjar sebagai capres yang didukung. Sebab di mata Presiden Joko Widodo (Jokowi), Ganjar merupakan pemimpin yang dekat dengan rakyat, selalu turun ke bawah dan sangat ideologis.

PDIP merupakan partai yang telah sukses menciptakan banyak sekali pemimpin di tanah air. Perjuangannya dalam demokrasi sejak tahun 1999 hingga kini masih terasa dan dapat kita dapat kita jumpai di ranah politik.

Profil PDIP

Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan atau yang akrab disebut PDIP merupakan partai yang dipimpin Megawati Soekarnoputri. Sebelumnya, Soekarno pada 4 Juli 1927 mendirikan Partai Nasional Indonesia (PNI), kemudian PNI bergabung dengan Partai Musyawarah Masyarakat Banyak (Partai Murba), Ikatan Pendukung Kemerdekaan Indonesia (IPKI), Partai Kristen Indonesia (Parkindo), dan Partai Katolik sehingga membentuk Partai Demokrasi Indonesia (PDI) pada 10 Januari 1973.

Megawati Soekarnoputri yang saat itu menjabat sebagai Ketua Umum merubah nama PDI menjadi PDI Perjuangan pada 1 Februari 1999 agar dapat mengikuti pemilu dan berkantor pusat di Lenteng Agung, Jagakarsa, Jakarta Selatan. PDIP didirikan dalam rangka diselenggarakannya pemilu tahun 1999. Dalam pemilu itu juga PDIP berhasil memperoleh peringkat teratas untuk suara DPR dengan memperoleh 154 kursi.

Pada 28 Maret 2005, Kongres II PDIP diadakan di Sanur, Bali. Kongres tersebut memilih Megawati sebagai Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat PDIP periode 2005-2010 secara aklamasi oleh 1.000 utusan PDIP dari seluruh Indonesia. Pencapaian pada pemilu anggota DPR tahun 2009, PDIP mendapatkan 95 kursi (16,96%) di DPR setelah mendapatkan 14.600.091 suara (14,0%) dan PDIP menempati posisi ketiga dalam perolehan suara serta kursi di DPR RI.

Hingga kini, PDIP masih terus memperjuangkan hak rakyat dan menyuarakan keinginan rakyat. Partai dengan citra memperjuangkan ‘wong cilik’ tersebut berhasil mendapatkan kepercayaan rakyat selama satu dekade dengan dibuktikannya Presiden Joko Widodo (Jokowi) menjabat sebagai Presiden RI selama dua periode.
(zik)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Politikus PDIP Ungkap...
Politikus PDIP Ungkap Dasco Pimpin Safari DPR ke Parpol Nonparlemen Minta Masukan RUU Pemilu
Abdul Rahman Golkar...
Abdul Rahman Golkar ke Deddy Sitorus: Krisis Batu Bara Bukan Persoalan Baru
AHY: Oposisi Harus Konstruktif,...
AHY: Oposisi Harus Konstruktif, Tidak Boleh Memecah Belah Bangsa
PDIP: Jika Seluruh Fraksi...
PDIP: Jika Seluruh Fraksi di DPR Hanya Manut Eksekutif, Apa Bedanya dengan Era Orde Baru?
Kritisi Parpol Koalisi,...
Kritisi Parpol Koalisi, Deddy PDIP: Jika Tidak Nyaman dengan Situasi Politik, Silakan Keluar dari Pemerintahan
Disentil Jadi Partai...
Disentil Jadi Partai Penyeimbang, PDIP: Golkar Urus Pemadaman Listrik Saja
Megawati Ziarah ke Makam...
Megawati Ziarah ke Makam Bung Karno, Hasto: Untuk Merawat Api Perjuangan yang Tak Pernah Padam
SDN di NTT Dibongkar...
SDN di NTT Dibongkar untuk KDMP, Andreas PDIP: Jangan Korbankan Program Lainnya
Kondisi Fiskal dan Moneter...
Kondisi Fiskal dan Moneter RI Disentil PDIP: Utang Harus Dibayar dengan Utang
Rekomendasi
Bea Cukai Soetta Gagalkan...
Bea Cukai Soetta Gagalkan Masuknya Uang Asing Senilai Rp6,3 Miliar Tanpa Izin
PT Pegadaian CPS Pondok...
PT Pegadaian CPS Pondok Aren Bersama Sahabat Berbagi Tangsel Gelar Santunan
Korban Gempa Venezuela...
Korban Gempa Venezuela Bertambah, 164 Orang Tewas, 971 Luka-luka
Berita Terkini
Pengacara Roy Suryo:...
Pengacara Roy Suryo: Kami Sudah Siapkan Bukti-bukti Kuat di Sidang Kasus Ijazah Jokowi
Jokowi Bakal Hadir di...
Jokowi Bakal Hadir di Sidang Roy Suryo-Dokter Tifa, Kuasa Hukum: Kalau 100% Terlalu Dini
Kemlu Ungkap 2 WNI Awak...
Kemlu Ungkap 2 WNI Awak Kapal Ikan Hilang di Perairan Busan Korsel
Jaksa KPK Limpahkan...
Jaksa KPK Limpahkan Berkas Perkara Mantan Ketua PN Depok ke Pengadilan Bandung
Prabowo Bertemu Kapolri...
Prabowo Bertemu Kapolri di Istana, Terima Laporan Kamtibmas-Persiapan Hari Bhayangkara 2026
Komisi I Bangga TNI...
Komisi I Bangga TNI Ikut Urus Pertanian, Dave Laksono: Ini Bukan Kembali ke Dwifungsi
Infografis
5 Fakta 2024 Jadi Tahun...
5 Fakta 2024 Jadi Tahun Kemenangan Rusia di Perang Ukraina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved