Hadapi Kekeringan Akibat El Nino, BMKG Minta Pemerintah Lakukan Mitigasi Krisis Air
Senin, 16 Oktober 2023 - 19:17 WIB
loading...
Kepala BMKG Dwikorita Karnawati mengatakan, pemerintah harus lakukan mitigasi krisis air dalam menghadapi ancaman kekeringan akibat fenomena El Nino. Foto/MPI
A
A
A
JAKARTA - Indonesia saat ini tengah menghadapi ancaman kekeringan yang lebih panjang dan kuat dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. Kekeringan ini dipicu oleh fenomena El Nino moderat yang terjadi sejak Juli 2023.
Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), kekeringan yang terjadi saat ini telah menyebabkan penurunan debit air di beberapa sungai dan waduk di Indonesia. Hal ini berdampak pada berkurangnya pasokan air untuk pertanian, industri, dan kebutuhan sehari-hari masyarakat.
"Ini merupakan peringatan bagi Indonesia untuk segera mengambil langkah mitigasi krisis air,” kata Kepala BMKG Dwikorita Karnawati dalam dialog Forum Merdeka Barat 9 (FMB9) yang mengangkat tema “Kolaborasi Global Antisipasi Krisis Air Dampak Perubahan Iklim”, Senin (16/10/2023).
Baca juga: BMKG Perkirakan Fenomena El Nino Meluruh pada Februari-Maret 2024
Dwikorita mengatakan, pemerintah telah melakukan mitigasi sejak dini untuk mengantisipasi dampak kekeringan. Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan menyiapkan waduk, embung, dan pengeboran sumur air dalam.
Meskipun upaya mitigasi telah dilakukan, lanjut Dwikorita, ancaman kekeringan tetap perlu diwaspadai. Oleh karena itu, diperlukan sinergi dari berbagai pihak untuk mengatasi krisis air, baik pemerintah, swasta, masyarakat, hingga organisasi internasional.
"Persoalan ini sangat kompleks, bukan karena hanya satu sebab dan hanya satu negara, tapi terlibat keterkaitan berbagai elemen. Jadi kita harus gotong-royong," ujar Dwikorita.
Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), kekeringan yang terjadi saat ini telah menyebabkan penurunan debit air di beberapa sungai dan waduk di Indonesia. Hal ini berdampak pada berkurangnya pasokan air untuk pertanian, industri, dan kebutuhan sehari-hari masyarakat.
"Ini merupakan peringatan bagi Indonesia untuk segera mengambil langkah mitigasi krisis air,” kata Kepala BMKG Dwikorita Karnawati dalam dialog Forum Merdeka Barat 9 (FMB9) yang mengangkat tema “Kolaborasi Global Antisipasi Krisis Air Dampak Perubahan Iklim”, Senin (16/10/2023).
Baca juga: BMKG Perkirakan Fenomena El Nino Meluruh pada Februari-Maret 2024
Dwikorita mengatakan, pemerintah telah melakukan mitigasi sejak dini untuk mengantisipasi dampak kekeringan. Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan menyiapkan waduk, embung, dan pengeboran sumur air dalam.
Meskipun upaya mitigasi telah dilakukan, lanjut Dwikorita, ancaman kekeringan tetap perlu diwaspadai. Oleh karena itu, diperlukan sinergi dari berbagai pihak untuk mengatasi krisis air, baik pemerintah, swasta, masyarakat, hingga organisasi internasional.
"Persoalan ini sangat kompleks, bukan karena hanya satu sebab dan hanya satu negara, tapi terlibat keterkaitan berbagai elemen. Jadi kita harus gotong-royong," ujar Dwikorita.
Lihat Juga :