Bicara Ketahanan Pangan, Ganjar Pranowo: Bulog Mesti Dikembalikan Pada Fungsi Awal
Kamis, 12 Oktober 2023 - 21:58 WIB
loading...
Bakal Calon Presiden (Bacapres) yang didukung Partai Perindo, Ganjar Pranowo menilai negara harus mengurusi komoditas pangan. Foto/MPI
A
A
A
JAKARTA - Bakal Calon Presiden (Bacapres) yang didukung Partai Perindo, Ganjar Pranowo menilai negara harus mengurusi komoditas pangan. Tujuannya agar ketahanan pangan dalam negeri dapat beridiri kokoh.
Dengan stok pangan yang cukup, ia merasa negara dapat berdaulat. Untuk itu, ia mendorong agar fungsi Badan Urusan Logistik (Bulog) harus dikembalikan saat lembaga itu berdiri.
Baca juga: Soroti Isu Kesehatan Mental, Ganjar Pranowo Dorong Sekolah Sediakan Layanan Konseling
"Pangan mesti tahan. Stoknya cukup, kita berdaulat. Maka Bulog mesti dikembalikan pada fungsi awal, sehingga urusan komoditas pangan ini adalah urusan negara," ujar Ganjar dalam Forum Akademisi Jaringan Indonesia (JARI) di Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat, Kamis (12/10/2023).
Menurutnya, pengelolaan pangan tak boleh liberal. Dengan begitu, negara dapat mengontrol pangan yang ada.
"Karena bangsa ini butuh kepastian akan pangan nasional dan kita melihat dunia sedang menjaga pangannya masing-masing," tutur Ganjar.
"Maka segera kita kembalikan fungsi itu agar seluruh produksi kita bisa dikelola, minimal untuk kepentingan nasional kita," sambungnya.
Dengan stok pangan yang cukup, ia merasa negara dapat berdaulat. Untuk itu, ia mendorong agar fungsi Badan Urusan Logistik (Bulog) harus dikembalikan saat lembaga itu berdiri.
Baca juga: Soroti Isu Kesehatan Mental, Ganjar Pranowo Dorong Sekolah Sediakan Layanan Konseling
"Pangan mesti tahan. Stoknya cukup, kita berdaulat. Maka Bulog mesti dikembalikan pada fungsi awal, sehingga urusan komoditas pangan ini adalah urusan negara," ujar Ganjar dalam Forum Akademisi Jaringan Indonesia (JARI) di Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat, Kamis (12/10/2023).
Menurutnya, pengelolaan pangan tak boleh liberal. Dengan begitu, negara dapat mengontrol pangan yang ada.
"Karena bangsa ini butuh kepastian akan pangan nasional dan kita melihat dunia sedang menjaga pangannya masing-masing," tutur Ganjar.
"Maka segera kita kembalikan fungsi itu agar seluruh produksi kita bisa dikelola, minimal untuk kepentingan nasional kita," sambungnya.