Dirjen Pemdes Minta Aparatur Desa Produktif Bukan Konsumtif
Rabu, 11 Oktober 2023 - 18:47 WIB
loading...
Dirjen Bina Pemdes Kemendagri Eko Prasetyanto Purnomo Putro mengajak aparatur desa produktif bukan konsumtif. Foto/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menegaskan, pemerintah pusat memberikan perhatian yang besar kepada desa. Salah satu dalam bentuk transfer dana desa yang cukup besar.
Direktur Jenderal (Dirjen) Bina Pemerintahan Desa (Pemdes) Kemendagri Eko Prasetyanto Purnomo Putro, sejak diberlakukan UU No 6 Tahun 2014 tentang Desa, dana desa yang telah ditransfer mencapai Rp538,6 triliun. Namun, Pendapatan Asli Desa (PADes) yang dihasilkan baru sekitar Rp2,6 triliun. Kondisi ini menunjukkan saat ini penggunaan dana desa belum bersifat produktif, melainkan masih konsumtif.
"Ini permasalahan kita. Artinya belum produktif, masih konsumtif," kata Eko saat membuka acara pelatihan aparatur desa Program Penguatan Pemerintahan dan Pembangunan Desa (P3PD) di Tanjung Pinang, Kepulauan Riau, Rabu (11/10/2023).
Baca juga: Dirjen Bina Pemdes Ajak Aparatur Majukan Desa Agar Tak Ditinggalkan Generasi Muda
P3PD merupakan program kerja sama antara Pemerintah Indonesia dan Bank Dunia (World Bank) yang melatih aparatur desa terkait kualitas belanja desa yang lebih baik. Kendati begitu, Eko mengakui, ada banyak kemajuan yang telah dicapai semenjak keluarnya UU Desa.
Setidaknya hingga saat ini ada sekitar 311.000 kilometer jalan desa yang telah dibangun. Kemudian, ada sekitar 4.000 Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) di seluruh Indonesia."Tapi bagaimana produktivitasnya. BUMDes ini mari kita evaluasi, apakah sudah beri sumbangan yang berarti buat desa kita. Mari kita saling tukar pengalaman untuk BUMDes yang sudah berhasil. Mari saling berbagi informasi," tuturnya.
Baca juga: Dirjen Bina Pemdes: Lomba Desa Bukan Seremonial, Kompetisinya Ketat
Direktur Jenderal (Dirjen) Bina Pemerintahan Desa (Pemdes) Kemendagri Eko Prasetyanto Purnomo Putro, sejak diberlakukan UU No 6 Tahun 2014 tentang Desa, dana desa yang telah ditransfer mencapai Rp538,6 triliun. Namun, Pendapatan Asli Desa (PADes) yang dihasilkan baru sekitar Rp2,6 triliun. Kondisi ini menunjukkan saat ini penggunaan dana desa belum bersifat produktif, melainkan masih konsumtif.
"Ini permasalahan kita. Artinya belum produktif, masih konsumtif," kata Eko saat membuka acara pelatihan aparatur desa Program Penguatan Pemerintahan dan Pembangunan Desa (P3PD) di Tanjung Pinang, Kepulauan Riau, Rabu (11/10/2023).
Baca juga: Dirjen Bina Pemdes Ajak Aparatur Majukan Desa Agar Tak Ditinggalkan Generasi Muda
P3PD merupakan program kerja sama antara Pemerintah Indonesia dan Bank Dunia (World Bank) yang melatih aparatur desa terkait kualitas belanja desa yang lebih baik. Kendati begitu, Eko mengakui, ada banyak kemajuan yang telah dicapai semenjak keluarnya UU Desa.
Setidaknya hingga saat ini ada sekitar 311.000 kilometer jalan desa yang telah dibangun. Kemudian, ada sekitar 4.000 Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) di seluruh Indonesia."Tapi bagaimana produktivitasnya. BUMDes ini mari kita evaluasi, apakah sudah beri sumbangan yang berarti buat desa kita. Mari kita saling tukar pengalaman untuk BUMDes yang sudah berhasil. Mari saling berbagi informasi," tuturnya.
Baca juga: Dirjen Bina Pemdes: Lomba Desa Bukan Seremonial, Kompetisinya Ketat
Lihat Juga :