Alasan Sebenarnya Ade Irma Putri Jenderal Ahmad Yani Tidak Dipindahkan usai Gugur dalam Tragedi G30S PKI

Senin, 09 Oktober 2023 - 14:50 WIB
loading...
Alasan Sebenarnya Ade...
Monumen Ade Irma Suryani Nasution yang juga berdampingan dengan makam beliau dibangun pada kompleks kantor Wali Kota Jakarta Selatan. Foto/Direktori Pariwisata
A A A
JAKARTA - Ade Irma Suryani Nasution merupakan anak dari Jenderal Abdul Haris Nasution yang lahir pada 19 Februari 1960 di Jakarta, Indonesia. Ia adalah putri bungsu dari dua bersaudara dan kakaknya bernama Hendrianti Saharah Nasution.

Pada malam 30 September 1965, hidup Ade Irma Suryani berubah drastis. Rumahnya di Menteng, Jakarta Pusat, diserang oleh pasukan Cakrabirawa yang berusaha menculik ayahnya dalam rangkaian peristiwa Gerakan 30 September.

Dalam serangan tersebut, Ade Irma sedang digendong oleh ibunya yang berusaha melindungi sang ayah. Namun nahas, Ade irma tertembak di bagian dada dan perut sehingga dia menjadi korban ganasnya serangan G30S/PKI .

Setelah kejadian itu, Ade Irma Suryani meninggal pada 6 Oktober 1965 setelah 6 hari bertahan, dengan tiga peluru bersarang di tubuhnya. Makam Ade Irma Suryani Nasution terletak di Kompleks Wali Kota Jakarta Selatan, di sisi kiri Gedung Walikota Jakarta Selatan.

Baca Juga Kisah Jenderal AH Nasution Selamat dari G30S PKI Setelah Banyak Nyamuk di Kelambu

Hingga saat ini makamnya tidak boleh dipindahkan, bahkan sudah dibuat monumen sebagai tanda keganasan serangan G30S/PKI. Lantas, mengapa makam Ade Irma tidak boleh dipindahkan? Simak ulasan berikut ini.

Alasan Makam Ade Irma Suryani Nasution Tidak Boleh Dipindahkan


Ade Irma Suryani Nasution dimakamkan di area Kantor Wali Kota Jakarta Selatan di Jalan Prapanca, Petogogan, Kebayoran Baru. Makamnya diberi monumen yang megah dan berisi foto-foto serta pesan dari ayahnya.

Dikutip dari kanal YouTube Ahmad Nowmenta Putra, Senin (9/10/2023), salah satu alasan mengapa makam Ade Irma tidak boleh dipindahkan karena menjadi simbol dari perjuangan melawan kekerasan dan penindasan.

Baca Juga Sejarah Pemberontakan G30S PKI: Kronologi, Tujuan, Dalang, dan Tokoh yang Gugur

Penyerangan dari pasukan Cakrabirawa merupakan bagian dari kekerasan dan penindasan terhadap keluarga Abdul Haris Nasution. Dalam kejadian tersebut Ade Irma menjadi sosok tameng yang melindungi sang ayah atas kekejaman dari pasukan tak berkeprimanusiaan itu.

Selain itu, dalam video berdurasi 53 menit, Marina Edyarti sebagai cucu A.H Nasution menjelaskan jika keluarga Ade Irma Suryani Nasution memiliki hak untuk memutuskan apakah makam Ade Irma Suryani Nasution harus dipindahkan atau tidak.

Baca Juga Letkol Untung, Sosok Komandan Cakrabirawa yang Jadi Aktor G30S PKI

Hal itu bisa terjadi karena makam Ade Irma Suryani Nasution tidak hanya merupakan tempat peristirahatan terakhir bagi putri bungsu Jenderal AH Nasution. Tetapi juga merupakan simbol perjuangan dan pengorbanan bagi bangsa Indonesia.

Marina Edyarti menambahkan jika makam Ade Irma Suryani Nasution juga memiliki nilai sejarah dan budaya yang tinggi. Hal ini karena dia menjadi saksi bisu dari peristiwa G30S/PKI yang mengguncang Indonesia pada tahun 1965.

Alasan lain mengapa makamnya tidak boleh dipindah adalah karena lokasi makam Ade Irma Suryani Nasution juga memiliki nilai sejarah dan menjadi tempat ziarah bagi masyarakat Indonesia. Oleh karena itu, pemindahan makam dapat merugikan kepentingan publik.
(okt)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Idealisme Eks Tapol...
Idealisme Eks Tapol PKI Asal Jawa di Pulau Buru Maluku
G30S/PKI Cukup Jadi...
G30S/PKI Cukup Jadi Sejarah, Hasnuryadi: Tak Boleh Terjadi Lagi
Diiringi Lagu Gugur...
Diiringi Lagu Gugur Bunga, Prabowo-Gibran Tinjau Sumur Maut Lubang Buaya
Presiden Prabowo Pimpin...
Presiden Prabowo Pimpin Upacara Hari Kesaktian Pancasila 2025
Hari Ini Istana Kepresidenan...
Hari Ini Istana Kepresidenan Kibarkan Bendera Setengah Tiang
Apa Saja Latar Belakang...
Apa Saja Latar Belakang Terjadinya G30S PKI? Ada 5 Penyebab
Mengulas Kembali Tragedi...
Mengulas Kembali Tragedi Kelam Lubang Buaya: Fakta yang Terjadi
Ini Perbedaan Sejarah...
Ini Perbedaan Sejarah Hari Kesaktian Pancasila dan Hari Lahir Pancasila yang Sering Disalahpahami
Serda Gijadi Dihukum...
Serda Gijadi Dihukum Mati Akibat Menembak Jenderal Ahmad Yani Dalam Tragedi G30S/PKI
Rekomendasi
Iran Kritik Oman soal...
Iran Kritik Oman soal Pengumuman Koridor Pelayaran Selatan di Selat Hormuz
Gus Salam, Calon Ketum...
Gus Salam, Calon Ketum PBNU yang Dukung Argentina Sejak 1986
KM Nurul Salsa Tenggelam...
KM Nurul Salsa Tenggelam di Perairan Pulau Polassi Sulsel: 1 Meninggal dan 23 Hilang
Berita Terkini
BNPB: Karhutla Landa...
BNPB: Karhutla Landa Tiga Daerah, Terparah di Banjarbaru Kalsel
Verifikasi Laporan Gratifikasi...
Verifikasi Laporan Gratifikasi Raja Juli Rampung, KPK: Kini Didalami di Tahap Penindakan
KDKMP Bakal Jadi Pusat...
KDKMP Bakal Jadi Pusat Ekonomi Desa, Mendes: 80% Penghasilan Dikembalikan ke Masyarakat
Tuntas Verifikasi Laporan...
Tuntas Verifikasi Laporan Gratifikasi Raja Juli, KPK: Hasil Hanya Disampaikan ke Pelapor
Kejagung Tunjuk 9 Eks...
Kejagung Tunjuk 9 Eks Jaksa KPK Tangani Kasus Febrie, Pakar: Harus Jawab Harapan Masyarakat
Wakili 11,7 Juta Suara...
Wakili 11,7 Juta Suara Rakyat, GKSR Minta Parpol Non-Parlemen Dilibatkan Bahas Revisi UU Pemilu
Infografis
2 Alasan Buaya Hidup...
2 Alasan Buaya Hidup Berdampingan dan Tidak Mau Memakan Capybara
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved