Info Firli Bahuri dan Syahrul Yasin Limpo Bertemu di GOR Bulu Tangkis, Ini Kata Saksi Mata
Jum'at, 06 Oktober 2023 - 18:50 WIB
loading...
A
A
A
Kombes Pol Ade Safri Simanjuntak hanya mengamini pihaknya sedang menyelidiki dugaan pemerasan pimpinan KPK terhadap SYL. Hal itu dilakukan berdasarkan pengaduan masyarakat yang masuk pada 12 Agustus 2023. Menurut Ade, SYL sudah diperiksa tiga kali.
Pada Kamis malam di Gedung KPK, Firli mengaku memang kerap berada di lapangan bulu tangkis. "Mungkin rekan-rekan mengikuti bahwa untuk menjaga kesehatan dan kebugaran saya memang saya sering melakukan olahraga bulu tangkis, setidaknya itu dua kali dalam seminggu dan tempat itu adalah tempat terbuka," kata Firli.
Namun dia membantah bertemu pejabat penting tatkala tengah bermain bulu tangkis apalagi menerima uang hingga satu miliar dolar untuk “membereskan” perkara yang sedang ditangani KPK. "Jadi saya kira tidak akan pernah ada hal-hal orang bertemu dengan saya, atau apalagi kalau seandaianya ada isu bahwa menerima sesuatu sejumlah 1 miliar dolar itu saya baca, saya pastikan itu tidak ada," tegasnya.
Dugaan adanya pemerasan terhadap SYL pertama kali terungkap dari beredarnya salinan surat panggilan pemeriksaan dari Polda Metro Jaya. Surat panggilan tersebut ditujukan kepada ajudan Mentan bernama Panji Harianto dan seorang sopir bernama Heri.
Dalam surat panggilan tertanggal 25 Agustus 2023 tersebut, keterangan keduanya dibutuhkan untuk kepentingan penyelidikan dugaan tindak pidana korupsi berupa pemerasan yang diduga dilakukan oleh pimpinan KPK terkait penanganan perkara di Kementan. Dalam surat itu tidak disebutkan spesifik nama pimpinan KPK yang dimaksud.
Pada Kamis malam di Gedung KPK, Firli mengaku memang kerap berada di lapangan bulu tangkis. "Mungkin rekan-rekan mengikuti bahwa untuk menjaga kesehatan dan kebugaran saya memang saya sering melakukan olahraga bulu tangkis, setidaknya itu dua kali dalam seminggu dan tempat itu adalah tempat terbuka," kata Firli.
Namun dia membantah bertemu pejabat penting tatkala tengah bermain bulu tangkis apalagi menerima uang hingga satu miliar dolar untuk “membereskan” perkara yang sedang ditangani KPK. "Jadi saya kira tidak akan pernah ada hal-hal orang bertemu dengan saya, atau apalagi kalau seandaianya ada isu bahwa menerima sesuatu sejumlah 1 miliar dolar itu saya baca, saya pastikan itu tidak ada," tegasnya.
Dugaan adanya pemerasan terhadap SYL pertama kali terungkap dari beredarnya salinan surat panggilan pemeriksaan dari Polda Metro Jaya. Surat panggilan tersebut ditujukan kepada ajudan Mentan bernama Panji Harianto dan seorang sopir bernama Heri.
Dalam surat panggilan tertanggal 25 Agustus 2023 tersebut, keterangan keduanya dibutuhkan untuk kepentingan penyelidikan dugaan tindak pidana korupsi berupa pemerasan yang diduga dilakukan oleh pimpinan KPK terkait penanganan perkara di Kementan. Dalam surat itu tidak disebutkan spesifik nama pimpinan KPK yang dimaksud.
(rca)
Lihat Juga :