Adhi Makayasa AAU 1990-an yang Sudah Jadi Bintang 1, Ada Hyena dan Conda

Jum'at, 22 September 2023 - 05:57 WIB
loading...
Adhi Makayasa AAU 1990-an...
Sejumlah jebolan Akademi Angkatan Udara (AAU) era 1990-an peraih Adhi Makayasa yang sudah menjadi bintang 1 TNI AU atau Marsekal Pertama (Marsma) menarik untuk diketahui. Foto: AAU
A A A
JAKARTA - Sejumlah jebolan Akademi Angkatan Udara ( AAU ) era 1990-an peraih Adhi Makayasa yang sudah menjadi bintang 1 TNI AU atau Marsekal Pertama (Marsma) menarik untuk diketahui. Ada yang punya julukan Hyena dan Conda.

Callsign atau julukan tersebut merupakan hal biasa bagi seorang penerbang di Angkatan Udara. Dikutip dari akun Twitter TNI AU, callsign penerbang diambil dari nama hewan, tokoh, maupun lainnya. Callsign ini berlaku internasional.

Sekadar diketahui, Adhi Makayasa merupakan penghargaan bagi taruna lulusan terbaik sekaligus lambang supremasi tertinggi yang diimpikan dan diperebutkan para taruna setiap matra TNI dan Kepolisian.

Baca juga: Deretan Brevet Pangkoopsudnas Marsdya TNI Tonny Harjono, Jebolan AAU 1993

Lalu, siapa saja Adhi Makayasa AAU 1990-an yang sudah jadi Bintang 1?

1. Marsma Ronny Irianto Moningka


Pria kelahiran 11 Desember 1970, Gianyar, Bali ini adalah salah satu peraih Adhi Makayasa AAU 1990-an yang sudah berpangkat bintang 1. Dia peraih Adhi Makayasa atau lulusan terbaik AAU 1992.

Karier militernya diawali dengan menjabat sebagai Kepala Seksi Operasi dan Latihan Dinas Operasi Lanud Iswahjudi pada 2008. Kemudian, dia digeser menjadi Komandan Skadron Udara 14 pada 2008-2009.

Dia dilantik menjadi Komandan Skadron Udara 14 oleh Komandan Lanud Iswahjudi Marsekal Pertama TNI Dede Rusamsi di Shelter Skadron Udara 4 Lanud Iswahjudi, Senin, 7 Januari 2008. Ronny yang masih berpangkat Mayor Pnb saat itu menggantikan pejabat lama Letkol Pnb Samsul Rizal.

Ketika itu, Ronny telah mengantongi 2.195,40 jam terbang dan khusus untuk pesawat tempur F-5 sebanyak 1.342,15 jam terbang. Kariernya pun terus meningkat.

Pada 2017-2018, Ronny diangkat menjadi Komandan Lanud El Tari Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT). Setelah itu, dia dipercaya menjadi Asops Kaskoopsau II pada periode 2018.

Lalu, dia digeser menjadi Komandan Lanud Roesmin Nurjadin hingga 2021. Selanjutnya, dia menjabat sebagai Wakil Komandan (Wadan) Sekolah Staf dan Komando Angkatan Udara (Seskoau) pada periode 2021-2023.

Setelah itu, Ronny digeser menjadi Direktur Keselamatan Terbang dan Kerja Pusat Kelaikan Keselamatan Terbang dan Kerja Angkatan Udara (Dirlambangja Puslaiklambangjaau), jabatannya saat ini.

Baca juga: Profil Fachri Adamy, Marsekal Muda yang Memiliki Call Sign Oryx

2. Marsma TNI Ian Fuady


Pria kelahiran 15 Maret 1972, Cimahi, Jawa Barat ini merupakan salah satu peraih Adhi Makayasa AAU 1990-an yang sudah berpangkat bintang 1. Dia adalah lulusan terbaik AAU 1993.

Saat ini, dia menjabat sebagai Asisten Operasi Komando Operasi Udara Nasional (Asops Koopsudnas). Jabatan itu resmi disandangnya setelah serah terima jabatan (sertijab) dari pejabat sebelumnya, Marsma TNI H. Haris Haryanto kepada dirinya dilaksanakan di Lobi Makoopsudnas, Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Senin, 13 Februari 2023.

Sertijab itu dipimpin oleh Panglima Komando Operasi Udara Nasional Marsdya TNI M. Tonny Harjono. Dikutip dari laman resmi TNI AU, sertijab itu juga dihadiri oleh Kaskoopsudnas Marsda TNI Jorry S. Koloay, Ir Koopsudnas Kapok Sahli Koopsudnas, para Asisten Koopsudnas, serta para pejabat Koopsudnas terkait.

Karier militer Ian Fuady diawali dengan menjabat Kabinlat Wing 3 Pangkalan Udara (Lanud) Iswahjudi. Kemudian, menjabat Komandan Skadron Udara (Danskadron) 3 Lanud Iswahyudi pada 2009-2011.

Saat menjabat Danskadron 3 Lanud Iswahyudi dan berpangkat Letkol Pnb, Ian “Hyena” Fuady merupakan salah satu penerbang tempur F-16/Fighting Falcon yang mencatatkan diri meraih 2000 jam terbang. Selanjutnya, Ian “Hyena” Fuady menjabat Pabandya Jakstra Paban I Renstra Srenaau pada 2011.

Setelah itu, dia menjabat Kadispers Lanud Iswahjudi pada 2013-2014, Atase Pertahanan KBRI Jepang (2014-2018), dan Pamen Sopsau (Diksesko TNI) pada 2018-2019. Lalu, Ian Fuady dipercaya sebagai Asisten Operasi Kepala Staf Komando Pertahanan Udara Nasonal (Asops Kaskohanudnas) pada 2019-2020.

Kariernya makin cemerlang. Pada 2020-2021, Ian Fuady menjabat Panglima Komando Sektor Pertahanan Udara Nasional II (Pangkosekhanudnas II/Makassar). Jabatan Pangkosekhanudnas II resmi dijabat Ian Fuady setelah sertijab dilaksanakan dari pejabat sebelumnya, Marsekal Pertama TNI Yulianta kepada dirinya yang saat itu masih berpangkat Kolonel Pnb, pada 3 Juni 2020.

Sertijab yang saat itu dipimpin oleh Panglima Komando Pertahanan Udara Nasional (Pangkohanudnas), Marsekal Muda TNI M. Khairil Lubis digelar di Aula Leo Watimena Mako Kohanudnas.

Setelah itu, Ian Fuady ditunjuk sebagai Direktur Pendidikan Komando Pembinaan Doktrin, Pendidikan, dan Latihan TNI Angkatan Udara (Dirdik Kodiklatau). Nah, saat menjabat Dirdik Kodiklatau, Marsma TNI Ian Fuady meraih Juara III Pistol Presisi 20 M Eksekutif Pati Prestasi Kelas B kejuaraan menembak Monthly Game yang digelar di lapangan tembak Wing I Paskhas, September 2021.

Kejuaraan menembak Monthly Game yang rutin diadakan setiap triwulan dilaksanakan dalam rangka Persahabatan Tim Menembak se-Jabotetabek. Kariernya terus meningkat.

Pada 2022-2023, Ian Fuady menjabat Komandan Pangkalan Udara Roesmin Nurjadin (Lanud RsN) Pekanbaru. Jabatan itu resmi disandangnya setelah sertijab dilaksanakan dari pejabat sebelumnya, Marsma TNI Andi Kustoro kepada Ian Fuady di Apron Baseops Lanud Roesmin Nurjadin, Senin, 27 Juni 2022.

Inspektur upacara sertijab saat itu adalah Panglima Komando Operasi Udara (Pangkoopsud) I Marsda TNI Tedy Rizalihadi. Dari Komandan Lanud Roesmin Nurjadin, Ian Fuady digeser menjadi Asops Kaskoopsudnas, jabatan yang diembannya saat ini.

3. Marsma TNI Ridha Hermawan


Pria kelahiran 5 Februari 1973, Cianjur, Jawa Barat ini juga salah satu peraih Adhi Makayasa AAU 1990-an yang sudah berpangkat bintang 1. Dia adalah alumni AAU 1994 dan peraih Adhi Makayasa AAU 1994.

Saat ini, Marsma TNI Ridha Hermawan menjabat sebagai Komandan Pangkalan Udara (Danlanud) Adi Soemarmo. Ridha Hermawan dilantik menjadi Danlanud Adi Soemarmo oleh Komandan Kodiklatau Marsdya TNI Tedi Rizalihadi dalam sebuah upacara militer di Lapangan Dirgantara, Lanud Adi Soemarmo, Surakarta, Jawa Tengah, Senin, 15 Mei 2023.

Marsma TNI Ridha Hermawan menggantikan Marsma TNI Agus Setiawan. Upacara itu dihadiri juga oleh Ketua PIA Ardhya Garini Gabungan II Kodiklatau Ibu Dewi Tedi Rizalihadi, para pejabat Kodiklatau, pengurus PIA Ardhya Garini Gabungan II Kodiklatau, dan para pejabat Forkopimda kota Surakarta.

Adapun penunjukan Ridha Hermawan menjadi Danlanud Adi Soemarmo berdasarkan Surat Keputusan Panglima TNI Nomor Kep/426/IV/2023 tentang pemberhentian dari dan pengangkatan dalam jabatan di lingkungan Tentara Nasional Indonesia yang ditandatangani Panglima TNI pada 27 April 2023.

Sebelumnya, Ridha Hermawan menjabat sebagai Asisten Intelijen Kaskoops Udara Nasional (Asintel Kaskoopsudnas). Jabatan Asintel Kaskoopsudnas itu digantikan oleh Marsma TNI Yudy Mandega dalam sertijab di Lobi Makoops Udara Nasional, Jakarta, Rabu, 10 Mei 2023.

Sertijab itu dipimpin oleh Panglima Koops Udara Nasional Marsdya TNI M. Tonny Harjono dan dihadiri oleh Kaskoops Udara Nasional Marsda TNI Jorry S. Koloay, Irkoops Udara Nasional, Kapoksahli Koops Udara Nasional, para Asisten Koops Udara Nasional, dan para pejabat terkait.

Sebelum menjabat Asintel Kaskoopsudnas, Ridha Hermawan adalah Direktur B Badan Intelijen Strategis (Bais) TNI. Ridha Hermawan mendapat promosi jabatan dari Paban Utama E-4 Dit E Bais TNI menjadi Direktur B Bais TNI saat masih berpangkat Kolonel Pnb.

Saat berpangkat Letnan Kolonel pada 2011, Ridha dilantik menjadi Danlanud atau Komandan Landasan Udara Rembiga yang berada di Provinsi Nusa Tenggara Barat. Sebelum menjadi Danlanud Rembiga, Ridha adalah Danyon Taruna III Resimen Candradimuka Akademi TNI.

Dia juga pernah menjadi Atase Pertahanan atau Atase militer Republik Indonesia di KBRI Wellington, Selandia Baru pada 2015-2018.

4. Marsma TNI Wastum


Pria kelahiran 7 Desember 1974, Ujunggebang, Susukan, Cirebon, Jawa Barat ini juga salah satu peraih Adhi Makayasa AAU 1990-an yang sudah berpangkat bintang 1. Wastum "Conda" adalah peraih Adhi Makayasa AAU 1996.

Dia juga merupakan lulusan terbaik Sekbang angkatan 56 tahun 1998 dan lulusan terbaik Sekolah Staf dan Komando Angkatan Udara (Seskoau) Angkatan 48 tahun 2011.

Saat ini, dia menjabat Danlanud Iswahyudi menggantikan Marsma TNI Irwan Pramuda yang dimutasi jadi Wakil Asisten Perencanaan dan Anggaran (Waasrena) KSAU di Mabes TNI AU. Karier militernya diawali dengan menjabat sebagai Kasi Lambangja Lanud Iswahjudi.

Pada 2012-2014, Wastum menjabat Komandan Skadron Udara 15. Setelah itu, dia digeser menjadi Pabandyadalkual Paban IV/Binprof Sopsau. Lalu, Kalambangja Koopsau I.

Setelah itu, dia digeser menjadi Kadispers Lanud Iswahjudi. Dia juga pernah menjabat Kadisops Lanud Iswahjudi setelah mengemban amanah jadi Kadispers Lanud Iswahjudi.

Selanjutnya, Wastum dirotasi menjadi Korsmin KSAU. Pada 2021, dia dipercaya sebagai Komandan Wing Taruna AAU. Pada 2021-2022, Wastum menjabat Danlanud Soewondo menggantikan Kolonel Pnb Juli Heryanto Ginting saat itu.

Sertijab dari Juli Heryanto Ginting kepada Wastum dilaksanakan di Gedung Roesmin Noerjadin Makoopsau I, Rabu, 26 Januari 2022 dipimpin oleh Panglima Komando Operasi TNI Angkatan Udara I Marsekal Muda TNI Tedi Rizalihadi S.

Pada 2022-2023, dia digeser menjadi Komandan Komando Sektor (Dankosek) III Komando Operasi Udara (Koopsud) III.
(rca)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Resmi Masuk Daftar Belanja...
Resmi Masuk Daftar Belanja TNI AU, Ini Spesifikasi Chengdu J-10C Buatan China yang Akan Perkuat Langit Indonesia
Pangdivif 2 Kostrad...
Pangdivif 2 Kostrad Mayjen TNI Primadi Pimpin Sertijab Jabatan Strategis, Ini Namanya
TB Hasanuddin Kritik...
TB Hasanuddin Kritik Pelibatan Komcad dalam Pengamanan Demo Mahasiswa: Berpotensi Picu Konflik Horizontal
Harumkan Nama Bangsa,...
Harumkan Nama Bangsa, Kolonel Cpn Jimmy Sirait Raih Gelar Master di US Army War College
KSAD Maruli Simanjuntak:...
KSAD Maruli Simanjuntak: Begal Jadi Takut karena Ada Tentara
Tiyo Eks Ketua BEM UGM...
Tiyo Eks Ketua BEM UGM Mengaku Ditawari Miliaran Rupiah dari Lembaga Berbintang, Ini Respons TNI
Amnesty International...
Amnesty International Desak TNI Tak Dilibatkan Jaga Demo Mahasiswa Hari Ini
Mama Sinta Tegaskan...
Mama Sinta Tegaskan ke Jakarta Inisiatif dan Pakai Biaya Sendiri
Sniper Udara Paling...
'Sniper Udara' Paling Ditakuti Dunia Perkuat Pertahanan Udara Indonesia
Rekomendasi
Bukan Rp16.250, Harga...
Bukan Rp16.250, Harga Asli Pertamax Seharusnya Rp20.200 per Liter
Indonesia Raih Komitmen...
Indonesia Raih Komitmen Pendanaan AIIB USD17 Miliar, Bukti Kepercayaan pada Fiskal RI
Saat Messi Bersinar,...
Saat Messi Bersinar, Ronaldo Justru Tenggelam
Berita Terkini
Resmi Masuk Daftar Belanja...
Resmi Masuk Daftar Belanja TNI AU, Ini Spesifikasi Chengdu J-10C Buatan China yang Akan Perkuat Langit Indonesia
SGU-Endress+Hauser Kembangkan...
SGU-Endress+Hauser Kembangkan Talenta melalui Beasiswa, Magang, dan Program Vokasi
KPK Buka Peluang Periksa...
KPK Buka Peluang Periksa Pihak BPK, Dalami Peran Eks Staf Ahli Bobby Adhityo Rizaldi
Kisah Kasus Nadiem Dalam...
Kisah Kasus Nadiem Dalam Perkara Korupsi
Eks Wakil BGN Sony Sonjaya...
Eks Wakil BGN Sony Sonjaya Diperiksa Kejagung Hari Ini
Slopaganda: Propaganda...
Slopaganda: Propaganda Massal di Era AI
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved