Kepala BNPB Sebut Indonesia Butuh 50 Heli Water Bombing untuk Hadapi El Nino
Kamis, 14 September 2023 - 14:33 WIB
loading...
A
A
A
Suharyanto mengatakan, operasi TMC saat ini sulit dilakukan karena awan-awan hujan tidak terbentuk, terutama pada akhir-akhir September yang diperkirakan menjadi puncak musim hujan.
"Nah, terkadang di akhir-akhir September seperti ini cuacanya atau awan hujannya tidak terbentuk sehingga mendatangkan hujan ini agak susah juga Pak. Tapi ini kami kerja terus untuk karhutla ini mudah-mudahan tidak seperti kasus di 2015 dan 2019," pungkasnya.
Untuk diketahui, menurut informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) El Nino merupakan fenomena yang memicu kondisi kekeringan di wilayah Indonesia.
El Nino disebabkan adanya pemanasan Suhu Muka Laut (SML) di atas kondisi normalnya yang terjadi di Samudera Pasifik bagian tengah. Pemanasan SML ini meningkatkan potensi pertumbuhan awan di Samudera Pasifik tengah dan mengurangi curah hujan di wilayah Indonesia.
"Nah, terkadang di akhir-akhir September seperti ini cuacanya atau awan hujannya tidak terbentuk sehingga mendatangkan hujan ini agak susah juga Pak. Tapi ini kami kerja terus untuk karhutla ini mudah-mudahan tidak seperti kasus di 2015 dan 2019," pungkasnya.
Untuk diketahui, menurut informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) El Nino merupakan fenomena yang memicu kondisi kekeringan di wilayah Indonesia.
El Nino disebabkan adanya pemanasan Suhu Muka Laut (SML) di atas kondisi normalnya yang terjadi di Samudera Pasifik bagian tengah. Pemanasan SML ini meningkatkan potensi pertumbuhan awan di Samudera Pasifik tengah dan mengurangi curah hujan di wilayah Indonesia.
(maf)
Lihat Juga :