Perwira Tinggi Bergelar CSFA: Mantan Ajudan Jokowi, Loper Koran, hingga Anak Petani
Kamis, 14 September 2023 - 06:01 WIB
loading...
A
A
A
Pria kelahiran Bandung, Jawa Barat, 16 November 1965 ini pernah menjadi loper koran dan penjual klepon. Buku biografinya berjudul Loper Koran Jadi Jenderal diluncurkan di Aula Gedung A.H. Nasution Mabesad di Jakarta, Jumat, 10 Juni 2022.
Dalam acara itu, Jenderal Dudung mengatakan bahwa untuk mencapai suatu keberhasilan itu tidak semudah membalikkan telapak tangan. Menurut Dudung, keberhasilan harus diraih dengan penuh perjuangan, pengorbanan, dan semangat yang gigih walau kehidupan penuh dengan kegetiran.
Dia menjelaskan, dalam buku “Loper Koran Jadi Jenderal” ini berbicara tentang kisah masa kecilnya yang sejak usia 12 tahun telah ditinggal sang ayah yang meninggal dunia karena sakit. Untuk membantu mengatasi ekonomi keluarga, ketika masuk usia SMA, Dudung menjadi loper koran dan penjual klepon, pekerjaan yang tidak sengaja menempanya menjadi pribadi yang tangguh, cekatan, dan rajin.
“Pahitnya kehidupan dan kekurangan yang saya hadapi itu, pada akhirnya mengantarkan saya menjadi sosok pemuda yang tangguh dan bertanggung jawab,” katanya.
Dia melanjutkan, dalam buku itu juga diceritakan cara dirinya mempraktekkan seni kepemimpinan yang khas, yang selalu mengayomi prajuritnya, menjadi bapak, teman, sekaligus pemimpin bagi seluruh kesatuan yang dipimpinnya sepanjang karier militernya hingga menjadi KSAD.
Dia berharap, buku “Loper Koran Jadi Jenderal” ini dapat memberikan pengalaman dan manfaat kepada para generasi muda terutama para perwira remaja TNI, bahwa untuk mencapai karier yang tinggi sampai di puncaknya tidak serta merta instan tapi penuh perjuangan.
“Untuk berhasil, kita harus punya imajinasi, inovasi, visi, dan misi serta cita-cita dan harapan. Apabila kita tidak memiliki ini semua, maka akan biasa-biasa saja,” tuturnya.
![Perwira Tinggi Bergelar CSFA: Mantan Ajudan Jokowi, Loper Koran, hingga Anak Petani]()
Foto: Dok TNI AD
Pria kelahiran 7 Maret 1967, Kudus, Jawa Tengah ini menjabat Kepala Badan Intelijen Strategis (Kabais) TNI. Sebelum menjabat Kabais TNI, lulusan Akmil 1989 ini menjabat Inspektur Jenderal Angkatan Darat (Irjenad) ketika masih berpangkat Mayor Jenderal (Mayjen).
Nah, saat menjabat Irjenad ini dia menerima CSFA. Penyerahan gelar tersebut berbarengan dengan KSAD Jenderal Dudung di Badan Pendidikan dan Latihan Pemeriksa Keuangan Negara, (Badiklat PKN) BPK RI, Kalibata, Jakarta, Senin, 18 April 2022.
![Perwira Tinggi Bergelar CSFA: Mantan Ajudan Jokowi, Loper Koran, hingga Anak Petani]()
Foto: Dok BPK
Sertifikat CSFA diterima Yudo saat menjabat Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL). Saat itu, CSFA diserahkan langsung oleh Ketua BPK Agung Firman Sampurna di Auditorium Denma Markas Besar TNI AL, Jakarta, Senin, 11 April 2022.
Dilansir dari laman resmi BPK, penyerahan sertifikat dilaksanakan usai penyampaian orasi makalah dengan judul “Langkah Strategis untuk Mencapai Akuntabilitas Pengelolaan Keuangan Negara di Lingkungan TNI AL” yang diselenggarakan secara luring di hari yang sama.
Adapun langkah-langkah strategis dimaksud yaitu pembenahan manajemen aset tetap, pembenahan penatausahaan persediaan, peningkatan kompetensi SDM, dan penguatan peran Inspektorat Jenderal TNI AL.
Melalui sertifikasi CSFA ini diharapkan pimpinan instansi atau lembaga dapat mendorong dan memimpin peningkatan akuntabilitas keuangan negara di entitasnya masing-masing sekaligus meningkatkan sinergi antara BPK dengan TNI AL dalam melakukan pengawasan dan pemeriksaan keuangan negara.
“Upaya untuk meningkatkan tata kelola keuangan negara merupakan hal yang sangat penting. Oleh karena itu penganugerahan CSFA ini merupakan gambaran bahwa pimpinan entitas telah diberikan pengakuan atas kompetensi di bidang tata kelola keuangan negara,” kata Agung Firman Sampurna dalam sambutannya membuka pelaksanaan kegiatan CSFA.
Penyelenggaraan sertifikasi ini disebutkan juga sejalan dengan Peraturan BPK Nomor 1 Tahun 2019 Tentang Organisasi dan Tata Kerja Pelaksana Badan Pemeriksa Keuangan, di mana tugas untuk menyelenggarakan sertifikasi pemeriksa keuangan negara bagi pelaksana BPK dan pihak di luar BPK dilakukan oleh Badan Pendidikan dan Pelatihan Pemeriksa Keuangan Negara (Badiklat PKN) BPK.
Dengan bertambahnya pemegang sertifikat CSFA ini diharapkan dapat semakin meningkatkan kapasitas dan kualitas tata kelola dalam pengelolaan keuangan negara sekaligus mendorong terciptanya accountability for all khususnya di lingkungan TNI AL.
Yudo Margono merupakan lulusan Akademi Angkatan Laut (AAL) angkatan ke-XXXIII (1988-A). Pria kelahiran 26 November 1965, Garon, Balerejo, Madiun, Jawa Timur ini lahir dari keluarga sederhana yang berprofesi sebagai petani.
Dalam acara itu, Jenderal Dudung mengatakan bahwa untuk mencapai suatu keberhasilan itu tidak semudah membalikkan telapak tangan. Menurut Dudung, keberhasilan harus diraih dengan penuh perjuangan, pengorbanan, dan semangat yang gigih walau kehidupan penuh dengan kegetiran.
Dia menjelaskan, dalam buku “Loper Koran Jadi Jenderal” ini berbicara tentang kisah masa kecilnya yang sejak usia 12 tahun telah ditinggal sang ayah yang meninggal dunia karena sakit. Untuk membantu mengatasi ekonomi keluarga, ketika masuk usia SMA, Dudung menjadi loper koran dan penjual klepon, pekerjaan yang tidak sengaja menempanya menjadi pribadi yang tangguh, cekatan, dan rajin.
“Pahitnya kehidupan dan kekurangan yang saya hadapi itu, pada akhirnya mengantarkan saya menjadi sosok pemuda yang tangguh dan bertanggung jawab,” katanya.
Dia melanjutkan, dalam buku itu juga diceritakan cara dirinya mempraktekkan seni kepemimpinan yang khas, yang selalu mengayomi prajuritnya, menjadi bapak, teman, sekaligus pemimpin bagi seluruh kesatuan yang dipimpinnya sepanjang karier militernya hingga menjadi KSAD.
Dia berharap, buku “Loper Koran Jadi Jenderal” ini dapat memberikan pengalaman dan manfaat kepada para generasi muda terutama para perwira remaja TNI, bahwa untuk mencapai karier yang tinggi sampai di puncaknya tidak serta merta instan tapi penuh perjuangan.
“Untuk berhasil, kita harus punya imajinasi, inovasi, visi, dan misi serta cita-cita dan harapan. Apabila kita tidak memiliki ini semua, maka akan biasa-biasa saja,” tuturnya.
5. Letjen TNI Rudianto

Foto: Dok TNI AD
Pria kelahiran 7 Maret 1967, Kudus, Jawa Tengah ini menjabat Kepala Badan Intelijen Strategis (Kabais) TNI. Sebelum menjabat Kabais TNI, lulusan Akmil 1989 ini menjabat Inspektur Jenderal Angkatan Darat (Irjenad) ketika masih berpangkat Mayor Jenderal (Mayjen).
Nah, saat menjabat Irjenad ini dia menerima CSFA. Penyerahan gelar tersebut berbarengan dengan KSAD Jenderal Dudung di Badan Pendidikan dan Latihan Pemeriksa Keuangan Negara, (Badiklat PKN) BPK RI, Kalibata, Jakarta, Senin, 18 April 2022.
6. Panglima TNI Laksamana Yudo Margono

Foto: Dok BPK
Sertifikat CSFA diterima Yudo saat menjabat Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL). Saat itu, CSFA diserahkan langsung oleh Ketua BPK Agung Firman Sampurna di Auditorium Denma Markas Besar TNI AL, Jakarta, Senin, 11 April 2022.
Dilansir dari laman resmi BPK, penyerahan sertifikat dilaksanakan usai penyampaian orasi makalah dengan judul “Langkah Strategis untuk Mencapai Akuntabilitas Pengelolaan Keuangan Negara di Lingkungan TNI AL” yang diselenggarakan secara luring di hari yang sama.
Adapun langkah-langkah strategis dimaksud yaitu pembenahan manajemen aset tetap, pembenahan penatausahaan persediaan, peningkatan kompetensi SDM, dan penguatan peran Inspektorat Jenderal TNI AL.
Melalui sertifikasi CSFA ini diharapkan pimpinan instansi atau lembaga dapat mendorong dan memimpin peningkatan akuntabilitas keuangan negara di entitasnya masing-masing sekaligus meningkatkan sinergi antara BPK dengan TNI AL dalam melakukan pengawasan dan pemeriksaan keuangan negara.
“Upaya untuk meningkatkan tata kelola keuangan negara merupakan hal yang sangat penting. Oleh karena itu penganugerahan CSFA ini merupakan gambaran bahwa pimpinan entitas telah diberikan pengakuan atas kompetensi di bidang tata kelola keuangan negara,” kata Agung Firman Sampurna dalam sambutannya membuka pelaksanaan kegiatan CSFA.
Penyelenggaraan sertifikasi ini disebutkan juga sejalan dengan Peraturan BPK Nomor 1 Tahun 2019 Tentang Organisasi dan Tata Kerja Pelaksana Badan Pemeriksa Keuangan, di mana tugas untuk menyelenggarakan sertifikasi pemeriksa keuangan negara bagi pelaksana BPK dan pihak di luar BPK dilakukan oleh Badan Pendidikan dan Pelatihan Pemeriksa Keuangan Negara (Badiklat PKN) BPK.
Dengan bertambahnya pemegang sertifikat CSFA ini diharapkan dapat semakin meningkatkan kapasitas dan kualitas tata kelola dalam pengelolaan keuangan negara sekaligus mendorong terciptanya accountability for all khususnya di lingkungan TNI AL.
Yudo Margono merupakan lulusan Akademi Angkatan Laut (AAL) angkatan ke-XXXIII (1988-A). Pria kelahiran 26 November 1965, Garon, Balerejo, Madiun, Jawa Timur ini lahir dari keluarga sederhana yang berprofesi sebagai petani.
(rca)
Lihat Juga :