Ignatius Dewanto, Sosok Pilot Tempur Legendaris yang Pernah Lumpuhkan CIA

Rabu, 13 September 2023 - 16:20 WIB
loading...
Ignatius Dewanto, Sosok...
Ignatius Dewanto dikenal sebagai salah satu pilot pesawat tempur andalan Indonesia. Foto/Dok.
A A A
JAKARTA - Ignatius Dewanto dikenal sebagai salah satu pilot pesawat tempur andalan Indonesia. Namanya mencuat setelah menembak jatuh pesawat yang dikemudikan anggota CIA.

Kisah bermula pada 18 Mei 1958, kala itu operasi militer menghadapi Permesta sedang berlangsung. Kapten Udara Ignatius Dewanto diperintahkan untuk membatalkan serangannya ke Manado dan harus mengarahkan pesawat ke Ambon karena kota tersebut tengah diserang oleh pesawat B-26 Invader Aurev.

Setelah tiba di Ambon, Kapten Udara Ignatius melihat pesawat B-26 sedang menuju ke arah kapal konvoi ALRI. Tak pikir panjang, dia langsung mengejar dan melontarkan serbuan senjatanya.

Mulai dari melontarkan roket hingga menembakkan senapan mesin M2 12,7 mm pesawatnya dikerahkan untuk menjatuhkan pesawat tersebut. Serangan itu lantas dibantu oleh kapal konvoi ALRI yang menembakkan berbagai senjata ke udara.

Alhasil, B-26 yang diterbangkan seorang penerbang bayaran CIA bernama Allen Lawrence Pope beserta juru radio Harry Rantung (mantan AURI), terbakar dan tercebur ke laut.

Baca Juga Deretan Pilot Tempur Legendaris, Salah Satunya Anggota TNI AU

Dari peristiwa tersebut Allen Lawrence Pope berhasil selamat dengan cara terjun menggunakan parasut sebelum pesawat hancur. Meski begitu, dirinya tak dapat lolos dari penangkapan.

Tertangkapnya Allen Lawrence Pope ini menunjukkan keikutsertaan Amerika Serikat dalam pemberontakan yang dilakukan Permesta. Hal tersebut juga yang membuat AS mundur dari Permesta sehingga organisasi pembelot itu semakin mudah untuk disergap.

Profil Ignatius Dewanto


Ignatius Dewanto lahir pada 9 Agustus 1929 di Kalasan, Yogyakarta, dari pasangan M. Marjahardjana dan Theresia Sutijem. Awal karier militernya dimulai ketika bergabung dengan Tentara Pelajar.

Ketika masih di TP, Ignatius sempat menjabat sebagai kepala pabrik granat. Hingga pada akhirnya dia tergabung ke dalam kesatuan Slamet Riyadi.

Karena punya cukup banyak pengalaman, Ignatius akhirnya dipercaya untuk menjadi kepala regu di satuan Slamet Riyadi pada tahun 1950.

Baca Juga 7 Pati Bintang Tiga Aktif di TNI AU, 2 di Antaranya Peraih Adhi Makayasa

Pada tahun yang sama juga Ignatius mendaftar dan berhasil diterima sebagai penerbang di Angkatan Udara. Dirinya bahkan sempat dikirim ke Trans Ocean Airlines Oakland Airport (TALOA), California, November 1950 untuk jadi penerbang.

Setelah lulus, pada tahun 1954 Ignatius ditunjuk sebagai instruktur Skadron Udara 3 tempat bercokolnya P-51 Mustang.

Sebagai penerbang pesawat tempur TNI-AU pertama dan satu-satunya yang berhasil mendapat satu kemenangan udara, Ignatius Dewanto sering dicap oleh masyarakat sebagai Ace karena aksi heroiknya.

Sebelum meninggal pada tahun 1970, Ignatius Dewanto telah mengoleksi 16 Bintang Jasa. Atas berbagai jasanya di dunia penerbangan Indonesia, namanya diabadikan menjadi nama Auditorium "Graha Dewanto" di Pangkalan Udara Iswahyudi, Madiun.

Tidak hanya itu, Ignatius Dewanto juga dijadikan sebagai nama Lanud di Jajaran Koopsau III Lanud I.G Dewanto di Saumlaki, Kepulauan Tanimbar, Maluku Tenggara.
(okt)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
6 Pati TNI AU Duduki...
6 Pati TNI AU Duduki Jabatan Strategis usai Sertijab, Ini Nama-namanya
TB Hasanuddin Minta...
TB Hasanuddin Minta Pelibatan TNI dalam Pembekalan LPDP Dikaji
Captain Gema Goeyardi...
Captain Gema Goeyardi Raih Penghargaan MURI, Torehkan Prestasi Dunia di Bidang Penerbangan
11 Pati TNI AU Terima...
11 Pati TNI AU Terima Tanda Kehormatan Bintang Yudha Dharma Pratama, Ini Namanya
Momen Pesawat Kepresidenan...
Momen Pesawat Kepresidenan Dikawal 4 Unit F-16 dan 2 T50 Golden Eagle
Polisi Masih Pastikan...
Polisi Masih Pastikan Keselamatan Pilot Pesawat yang Jatuh di Krayan Kaltara
Pilot Air Canada Ini...
Pilot Air Canada Ini Dituduh Terbang selama 17 Tahun Tanpa Lisensi yang Sah
Ngeri, Pilot Pesawat...
Ngeri, Pilot Pesawat Pembawa 220 Penumpang Mendadak Serangan Jantung di Ketinggian 30.000 Kaki
Sniper Udara Paling...
'Sniper Udara' Paling Ditakuti Dunia Perkuat Pertahanan Udara Indonesia
Rekomendasi
Sebaik-baikya Puasa...
Sebaik-baikya Puasa Setelah Ramadan, Ternyata Puasa Muharram!
Indo Livestock 2026...
Indo Livestock 2026 Satukan Pelaku Industri dari 30 Negara, Perkuat Daya Saing Industri Peternakan RI
Strategi Moneter Dikritik...
Strategi Moneter Dikritik Banggar DPR, Begini Penjelasan BI Soal Menjaga Rupiah
Berita Terkini
PB PMII Serukan Persatuan...
PB PMII Serukan Persatuan Nasional, Kembalikan Intelektualitas Jadi Navigasi Gerakan
Qodari: Stimulus Tarif...
Qodari: Stimulus Tarif Transportasi Dikucurkan saat Libur Sekolah dan Nataru
Kejagung Segel Gudang...
Kejagung Segel Gudang Motor Listrik Milik BGN di Bogor
KPK Telusuri Dugaan...
KPK Telusuri Dugaan Aliran Uang Kasus Kuota Haji dari Kemenag ke Pansus DPR
Dharma Pongrekun Gugat...
Dharma Pongrekun Gugat UU Kesehatan, Berharap Hakim MK 'Diketuk Hatinya oleh Tuhan'
Prabowo Apresiasi Pelaksanaan...
Prabowo Apresiasi Pelaksanaan Haji 2026, Beri Catatan Ini untuk Tahun Depan
Infografis
10 Pemain Bintang yang...
10 Pemain Bintang yang Absen di Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved