Tingkatkan Kepedulian Sesama dengan Semangat Idul Adha
Sabtu, 01 Agustus 2020 - 16:10 WIB
loading...
A
A
A
“Untungnya dengan keberadaan organisasi massa yang didukung para pemuka agama di Indonesia dapat meredam kasus-kasus yang terjadi di komunitasnya masing-masing sehingga mencegah terjadinya konflik yang lebih luas,” ujarnya.
Apalagi kemudian menurutnya dengan adanya pengertian Hubbul wathon minal iman, “Cinta Tanah Air itu bagian dari iman”. Masyarakat tidak bisa berbuat tanpa ada negara, tanpa tanah air, karena Tanah Air ini merupakan bagian dari anugerah.
Lagipula, kata dia, kemerdekaan Indonesia merupakan perjuangan para ulama berersama para tokoh yang nasionalis dan agamis, sehingga muncul apa yang dikatakan itu lima dasar negara Pancasila.
“Pancasila ini juga hasil dari rembugan yang sangat luar biasa yang dinaungi oleh Ketuhanan Yang Maha Esa. Yang mana empat sila berikutnya itu di bawah naungan itu semua. Artinya tolok ukur maupun motor penggeraknya adalah Ketuhanan itu sendiri yang luar biasa. Nah, dalam agama juga ada kaitan dengan Tanah Air yang harus dibangun bersama-sama dengan baik,” ujarnya.
Selain itu Baharuddin menuturkan dalam aturan agama ada lima hal yang disebut, yakni "hifdzun nafs" atau memelihara jiwa. Kemudia "hifdzun nasl", yakni menjaga keturunan. Lalu "hafdzul maal" memelihara harta.
Berikutnya juga yang keempat yaitu "hafdzul aql", atau memelihara akal. Terakhir adalah "hifdzud diin", yang artinya memelihara agama.
Apalagi kemudian menurutnya dengan adanya pengertian Hubbul wathon minal iman, “Cinta Tanah Air itu bagian dari iman”. Masyarakat tidak bisa berbuat tanpa ada negara, tanpa tanah air, karena Tanah Air ini merupakan bagian dari anugerah.
Lagipula, kata dia, kemerdekaan Indonesia merupakan perjuangan para ulama berersama para tokoh yang nasionalis dan agamis, sehingga muncul apa yang dikatakan itu lima dasar negara Pancasila.
“Pancasila ini juga hasil dari rembugan yang sangat luar biasa yang dinaungi oleh Ketuhanan Yang Maha Esa. Yang mana empat sila berikutnya itu di bawah naungan itu semua. Artinya tolok ukur maupun motor penggeraknya adalah Ketuhanan itu sendiri yang luar biasa. Nah, dalam agama juga ada kaitan dengan Tanah Air yang harus dibangun bersama-sama dengan baik,” ujarnya.
Selain itu Baharuddin menuturkan dalam aturan agama ada lima hal yang disebut, yakni "hifdzun nafs" atau memelihara jiwa. Kemudia "hifdzun nasl", yakni menjaga keturunan. Lalu "hafdzul maal" memelihara harta.
Berikutnya juga yang keempat yaitu "hafdzul aql", atau memelihara akal. Terakhir adalah "hifdzud diin", yang artinya memelihara agama.
Lihat Juga :