Dilema Adaptasi Kehidupan Baru
Sabtu, 01 Agustus 2020 - 11:19 WIB
loading...
A
A
A
Keempat, keberhasilan menekan jumlah kasus Covod-19 tidak hanya menyehatkan dan menyelamatkan banyak orang, tetapi juga akan membentuk persepsi positif untuk negara-bangsa. Sekadar contoh pembanding, masyarakat Eropa kini membuat pembatasan bagi warga AS untuk berkunjung ke benua itu, karena persepsi tentang AS dalam konteks Covid-19 tidak begitu bagus.
Kendati pandemi Covid-19 masih akan berlangsung, semua elemen masyarakat tentu berharap persepsi komunitas global tentang Indonesia tidak akan seburuk seperti persepsi tentang AS atau Brasil. Karena itu, kepatuhan pada protokol kesehatan sebaiknya jangan ditawar-tawar lagi. Kepatuhan pada protokol kesehatan akan memampukan semua orang menerapkan dan beradaptasi dengan pola hidup baru. Hanya dengan pendekatan itulah masyarakat akan dimampukan menyiasati pandemi ini. Bukankah durasi pandemi covid-19 belum bisa dihitung?
Namun, penerapan pola hidup baru itu sebaiknya tidak harus dipaksakan jika proses dan skala penularan Covid-19 masih seperti periode Juni-Juli 2020 sekarang ini. Masih adanya kelompok-kelompok masyarakat yang belum mematuhi protokol kesehatan menjadi dilema.
Mengacu pada pengalaman buruk Eropa dan kegagalan Amerika Serikat (AS) serta Brasil meredam penularan Covid-19, disarankan kepada semua pemerintah daerah untuk semakin bijaksana dan lebih mengutamakan aspek kehati-hatian dalam melonggarkan ketentuan pembatasan sosial atau menerapkan pola hidup baru. Kalau pelanggaran protokol kesehatan masih marak sebagaimana terlihat pada sejumlah kota di pulau Jawa, itu berarti pemerintah daerah masih gagal sehingga sebagian masyarakatnya belum berkesadaran penuh akan pentingnya mematuhi dan melaksanakan protokol kesehatan.
Maraknya pelanggaran protokol kesehatan masih terlihat di Jakarta dan sejumlah kota di Jawa Timur, dan kecenderungan itu tercermin dari lonjakan kasus baru di Jakarta maupun Jawa Timur. Jika ketidakpatuhan pada protokol kesehatan masih marak, lonjakan kasus baru Covid-19 seperti yang terjadi sekarang akan berkelanjutan. Kecenderungan seperti itu sudah barang tentu akan membuat banyak orang takut dan ragu untuk menerapkan pola hidup baru di ruang publik. Lonjakan kasus baru yang berkelanjutan pun bisa berakibat fatal, sebagaimana terjadi di Eropa, AS hingga Brasil.
Kendati pandemi Covid-19 masih akan berlangsung, semua elemen masyarakat tentu berharap persepsi komunitas global tentang Indonesia tidak akan seburuk seperti persepsi tentang AS atau Brasil. Karena itu, kepatuhan pada protokol kesehatan sebaiknya jangan ditawar-tawar lagi. Kepatuhan pada protokol kesehatan akan memampukan semua orang menerapkan dan beradaptasi dengan pola hidup baru. Hanya dengan pendekatan itulah masyarakat akan dimampukan menyiasati pandemi ini. Bukankah durasi pandemi covid-19 belum bisa dihitung?
Namun, penerapan pola hidup baru itu sebaiknya tidak harus dipaksakan jika proses dan skala penularan Covid-19 masih seperti periode Juni-Juli 2020 sekarang ini. Masih adanya kelompok-kelompok masyarakat yang belum mematuhi protokol kesehatan menjadi dilema.
Mengacu pada pengalaman buruk Eropa dan kegagalan Amerika Serikat (AS) serta Brasil meredam penularan Covid-19, disarankan kepada semua pemerintah daerah untuk semakin bijaksana dan lebih mengutamakan aspek kehati-hatian dalam melonggarkan ketentuan pembatasan sosial atau menerapkan pola hidup baru. Kalau pelanggaran protokol kesehatan masih marak sebagaimana terlihat pada sejumlah kota di pulau Jawa, itu berarti pemerintah daerah masih gagal sehingga sebagian masyarakatnya belum berkesadaran penuh akan pentingnya mematuhi dan melaksanakan protokol kesehatan.
Maraknya pelanggaran protokol kesehatan masih terlihat di Jakarta dan sejumlah kota di Jawa Timur, dan kecenderungan itu tercermin dari lonjakan kasus baru di Jakarta maupun Jawa Timur. Jika ketidakpatuhan pada protokol kesehatan masih marak, lonjakan kasus baru Covid-19 seperti yang terjadi sekarang akan berkelanjutan. Kecenderungan seperti itu sudah barang tentu akan membuat banyak orang takut dan ragu untuk menerapkan pola hidup baru di ruang publik. Lonjakan kasus baru yang berkelanjutan pun bisa berakibat fatal, sebagaimana terjadi di Eropa, AS hingga Brasil.