Cerita Jenderal Bintang 3 Ditugasi Bawa Uang ke Timor Timur, Siapkan Pistol di Jaket Waswas Kepergok Separatis
Jum'at, 08 September 2023 - 05:46 WIB
loading...
Letnan Jenderal (Letjen)TNI (Purn) Agus Rohman sosok Perwira Tinggi (Pati) AD yang disegani ketika masih aktif di dunia militer Tanah Air. Foto/Dok Pribadi Agus Rohman
A
A
A
JAKARTA - Letnan Jenderal (Letjen)TNI (Purn) Agus Rohman sosok yang disegani ketika masih aktif di dunia militer Tanah Air. Tak main-main, dia menduduki jabatan Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Pangkogabwilhan) III di puncak karier militernya.
Lulusan Akademi Militer (Akmil) tahun 1988 ini juga pernah tercatat menjadi Ajudan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Selain itu, pria kelahiran Bandung, Jawa Barat 15 Agustus 1963 ini juga pernah menduduki sejumlah jabatan penting seperti Danrem 061/Surya Kencana, Kasdivif 1/Kostrad, Kadisjasad, Pangdivif 1/Kostrad, dan Pangdam XVI/Pattimura.
Baca juga: Dijuluki Kapten Sejak SD, Siapa Sangka Anak Tukang Sepatu di Cibaduyut Ini Jadi Jenderal Bintang 3
Agus yang merupakan anak dari pengrajin dan pedagang sepatu di Cibaduyut, Bandung, Jawa Barat memiliki segudang pengalaman ketika menjadi prajurit TNI AD. Pengalaman yang tak main-main, pengalaman yang mendebarkan karena harus bertaruh nyawa ketika menjalankan tugas yang diperintahkan atasan.
Dikutip dari buku biografinya berjudul "Panglima dari Bandung Selatan, 88 Praktik Kepemimpinan Ala Mayjen TNI H Agus Rohman, S.I.P., M.I.P", Jumat (8/9/2023), Agus Rohman yang saat itu masih berpangkat Lettu ditugaskan ditugaskan di daerah operasi Timor Timur yang sekarang menjadi Timor Leste pada tahun 1994.
Ketika itu, Agus menjabat sebagai Kasi-4/Log Yonif Linud 330/Tri Dharma Kostrad. Sekaligus menjadi pengalaman pertama kali ditugaskan di medan operasi. Tugasnya saat itu memang bukan di garis depan. Ia bertugas di bagian logistik.
Agus berperan untuk menyiapkan dan mendistribusikan segala kebutuhan logistik tentara di garis depan. Tentunya, hal itu merupakan tantangan bagi dirinya, seorang perwira muda.
"Kamu harus antar uang ini ke Lospalos," perintah Komandan Batalyon Infanteri L 330/TD kepada Lettu Inf Agus Rohman melalui radio racal.
"Siap!" tegas Agus Rohman. Lantas, suasana menjadi hening.
"Izin bertanya, Komandan. Kenapa tidak kemarin saja uang ini diberikan?" lanjutnya.
Pasalnya, keemarin ada pasukan yang datang menggunakan dua mobil. Dia berpikir jika uang itu diberikan kemarin kepada pasukan itu, tentu itu akan lebih baik dan aman.
"Kita tidak bisa mengulang apa yang terjadi kemarin, bukan? Uang itu harus kamu antar ke Lospalos hari ini juga," ujar Komandan Batalyon sekali lagi seolah mempertegas perintah sebelumnya.
Lospalos adalah kota di Timor Leste. Letaknya 248 km di timur Dili, ibu kota negara itu.
"Kamu berangkat ke Lospalos berpakaian preman saja menggunakan bus umum. Tidak perlu membawa senjata," sambung komandannya.
"Siap, Komandan! Tapi izinkan saya membawa pistol," ucap Agus menimpali.
Meski dilarang membawa senjata, bukan tanpa alasan Agus meminta izin membawa pistol dalam perjalanannya. Ketika itu dalam pikiran Agus, jika ia dihadang di perjalanan oleh kelompok Fretelin, minimal ia bisa memberikan perlawanan.
Lulusan Akademi Militer (Akmil) tahun 1988 ini juga pernah tercatat menjadi Ajudan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Selain itu, pria kelahiran Bandung, Jawa Barat 15 Agustus 1963 ini juga pernah menduduki sejumlah jabatan penting seperti Danrem 061/Surya Kencana, Kasdivif 1/Kostrad, Kadisjasad, Pangdivif 1/Kostrad, dan Pangdam XVI/Pattimura.
Baca juga: Dijuluki Kapten Sejak SD, Siapa Sangka Anak Tukang Sepatu di Cibaduyut Ini Jadi Jenderal Bintang 3
Agus yang merupakan anak dari pengrajin dan pedagang sepatu di Cibaduyut, Bandung, Jawa Barat memiliki segudang pengalaman ketika menjadi prajurit TNI AD. Pengalaman yang tak main-main, pengalaman yang mendebarkan karena harus bertaruh nyawa ketika menjalankan tugas yang diperintahkan atasan.
Dikutip dari buku biografinya berjudul "Panglima dari Bandung Selatan, 88 Praktik Kepemimpinan Ala Mayjen TNI H Agus Rohman, S.I.P., M.I.P", Jumat (8/9/2023), Agus Rohman yang saat itu masih berpangkat Lettu ditugaskan ditugaskan di daerah operasi Timor Timur yang sekarang menjadi Timor Leste pada tahun 1994.
Ketika itu, Agus menjabat sebagai Kasi-4/Log Yonif Linud 330/Tri Dharma Kostrad. Sekaligus menjadi pengalaman pertama kali ditugaskan di medan operasi. Tugasnya saat itu memang bukan di garis depan. Ia bertugas di bagian logistik.
Agus berperan untuk menyiapkan dan mendistribusikan segala kebutuhan logistik tentara di garis depan. Tentunya, hal itu merupakan tantangan bagi dirinya, seorang perwira muda.
"Kamu harus antar uang ini ke Lospalos," perintah Komandan Batalyon Infanteri L 330/TD kepada Lettu Inf Agus Rohman melalui radio racal.
"Siap!" tegas Agus Rohman. Lantas, suasana menjadi hening.
"Izin bertanya, Komandan. Kenapa tidak kemarin saja uang ini diberikan?" lanjutnya.
Pasalnya, keemarin ada pasukan yang datang menggunakan dua mobil. Dia berpikir jika uang itu diberikan kemarin kepada pasukan itu, tentu itu akan lebih baik dan aman.
"Kita tidak bisa mengulang apa yang terjadi kemarin, bukan? Uang itu harus kamu antar ke Lospalos hari ini juga," ujar Komandan Batalyon sekali lagi seolah mempertegas perintah sebelumnya.
Lospalos adalah kota di Timor Leste. Letaknya 248 km di timur Dili, ibu kota negara itu.
"Kamu berangkat ke Lospalos berpakaian preman saja menggunakan bus umum. Tidak perlu membawa senjata," sambung komandannya.
"Siap, Komandan! Tapi izinkan saya membawa pistol," ucap Agus menimpali.
Meski dilarang membawa senjata, bukan tanpa alasan Agus meminta izin membawa pistol dalam perjalanannya. Ketika itu dalam pikiran Agus, jika ia dihadang di perjalanan oleh kelompok Fretelin, minimal ia bisa memberikan perlawanan.
Lihat Juga :