Cerita Jenderal Besar TNI Menjaga Stabilitas ASEAN, Otak di Balik Perdamaian Filipina

Rabu, 06 September 2023 - 07:54 WIB
loading...
A A A
Kesempatan itu juga digunakan Fidel Ramos untuk meminta bantuan kepada Soeharto terkait penyelesaian konflik internal dalam negeri Filipina. Waktu itu, di Filipina terjadi pemberontakan kaum muslim Moro yang digerakkan oleh Moro National Liberation Front (MNLF). Kelompok pimpinan Nurmisuari di Filipinan Selatan itu menuntut kemerdekaan.

Fidel Ramos ingin mengedepankan proses perdamaian dalam penyelesaian masalah tersebut, sehingga membutuhkan dukungan para pemimpin ASEAN. "Saya sampaikan hal itu kepada Pak Harto, Beliau mendukung isu perdamaian yang saya sampaikan," tuturnya.

Berbekal dukungan dari saudara tua, Fidel Ramos kemudian melakukan pendekatan dengan pemimpin Libya, Muammar Khadafi yang memiliki pengaruh kuat terhadap gerakan MNLF. Khadafi pun menyambut baik proses perdamaian di Filipina Selatan dan menyarankan agar pemerintah Filipina dan MNLF bertemu di tempat netral.

Dengan difasilitasi Soeharto, pertemuan pemerintah Filipina dan MNLF akhirnya dilaksanakan di Istana Cipanas, Jawa Barat, 14-17 April 1993. Perundingan yang dihadiri seluruh faksi yang bertikai itu membuahkan kesepakatan damai.

"Perundingan itu membuahkan sejarah besar bagi kami bangsa Filipina. Mempersatukan kembali bangsa kami yang beragam dalam naungan kesatuan nasional Filipina," kata Fidel Ramos.

Cerita Jenderal Besar TNI Menjaga Stabilitas ASEAN, Otak di Balik Perdamaian Filipina

Presiden Soeharto menerima kunjungan PM Singapura Lee Kuan Yew di Istana Negara Jakarta pada 25 Mei 1973. FOTO REPRO/KOLEKSI MUSEUM PURNA BHAKTI PERTIWI

Cerita lain dituturkan Perdana Menteri Singapura (periode 1959–1990), Lee Kuan Yew. Ketika Phnom Penh (Ibu Kota Kamboja) dan Saigon (sekarang bernama Ho Chi Minh City, ibu kota Vietnam) jatuh pada 1975, beberapa negara regional buru-buru mengakui Indochina (pemerintah komunis Vietnam dan Khmer Merah di Kamboja). Namun Soeharto menyampaikan kepada Lee Kuan Yew bahwa ASEAN melanjutkan kebijakan yang berbeda terhadap persoalan Indochina.

Menurut Lee Kuan Yew, Soeharto menciptakan suatu era stabilitas yang membangkitkan keyakinan internasional di wilayah ASEAN dan membuatnya atraktif untuk investasi asing serta mendorong kegiatan ekonomi.

"Pada saat itu, perkembangan ekonomi penting untuk menjaga wilayah ini dari ketidakpuasan dalam negeri yang dapat mendorong terciptanya pro-komunis," katanya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
5 Pangdam Lulusan Akmil...
5 Pangdam Lulusan Akmil 1997 Teman Satu Angkatan Danpaspampres Mayjen Edwin Adrian Sumantha
Usai Ziarah ke Makam...
Usai Ziarah ke Makam Soekarno dan Gus Dur, Kapolri Tabur Bunga di Makam Soeharto
Prabowo Batal Hadiri...
Prabowo Batal Hadiri KTT ASEAN-Rusia, Istana Ungkap Alasannya
UNCLOS 82, Strategi...
UNCLOS 82, Strategi Sea Denial Melawan AT Mahan
5 Jenderal dengan Karier...
5 Jenderal dengan Karier Paling Moncer hingga Menjadi Panglima TNI
Buku Laku Spiritual...
Buku Laku Spiritual Pak Harto, Indonesia, dan Kejawen Diluncurkan, Kupas Cara Soeharto Tunjuk Pembantunya
Runtuhkan Dolar AS,...
Runtuhkan Dolar AS, Putin Kumpulkan 11 Pemimpin ASEAN Termasuk Indonesia
MNC University Siapkan...
MNC University Siapkan Program Double Degree dan Pertukaran Mahasiswa dengan Kampus ASEAN
Perkuat Kolaborasi Kampus,...
Perkuat Kolaborasi Kampus, MNC University Inisiasi Konsorsium Perguruan Tinggi ASEAN
Rekomendasi
Sensus Ekonomi 2026...
Sensus Ekonomi 2026 Jadi Navigasi Pembangunan Nasional
Pemerintah Perkuat Kopdes...
Pemerintah Perkuat Kopdes Merah Putih untuk Bangun Papua
Menipu hingga Rp17,8...
Menipu hingga Rp17,8 Triliun untuk Hidup Mewah, Miliarder Ini Dipenjara 30 Tahun
Berita Terkini
Nadiem Makarim Hadapi...
Nadiem Makarim Hadapi Sidang Vonis Korupsi Chromebook, Puluhan Ojol Gelar Aksi di Luar Pengadilan
Dito Ariotedjo Lebih...
Dito Ariotedjo Lebih Langsing saat Penuhi Panggilan KPK Hari Ini: Finish Hyrox Under 2 Jam
Sidang Praperadilan,...
Sidang Praperadilan, Roy Suryo Geleng-geleng Kepala Dengar Jawaban Polda Metro Jaya
Rapat Paripurna DPR...
Rapat Paripurna DPR Setujui 7 Anggota Komisi Informasi Pusat 2026-2030, Ini Daftarnya
Mantan Menpora Dito...
Mantan Menpora Dito Ariotedjo Kembali Diperiksa KPK Jadi Saksi Kasus Dugaan Korupsi Kuota Haji
Berkas Vonis Nadiem...
Berkas Vonis Nadiem Makarim di Kasus Chromebook Setebal 1.146 Halaman
Infografis
Cilia Flores, Istri...
Cilia Flores, Istri Maduro yang Disebut Otak di Balik Kebijakan Venezuela
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved