Nazaruddin: Saya Tidak Tahu Kaitan Anas, Novanto dan Andi Narogong
Senin, 03 April 2017 - 23:33 WIB
Nazaruddin: Saya Tidak Tahu Kaitan Anas, Novanto dan Andi Narogong
A
A
A
JAKARTA - Jaksa pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengorek keterangan dari mantan Bendahara Umum Partai Demokrat M Nazaruddin soal kaitan Anas Urbaningrum, Setya Novanto dan Andi Agustinus alias Andi Narogong dalam proyek e-KTP.
Dalam persidangan kasus e-KTP di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (3/4/201), jaksa KPK bertanya apakah hubungan antara Novanto dengan pengusaha rekanan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Andi Agustinus sama dengan hubungan Nazaruddin dengan Anas.
"Kalau itu saya tidak tahu," kata Nazaruddin.
Nazaruddin mengatakan, upaya meloloskan anggaran proyek e-KTP melibatkan seluruh fraksi di DPR. Dalam konteks keterlibatan Fraksi Demokrat, ucap Nazaruddin, fraksi yang kala itu dipimpin Anas berupaya mengawal anggaran dengan iming-iming imbalan dari Andi.
"Hampir semua teman-teman di Komisi II bermacam-macam fraksi, hampir semua terima. Karena di pembahasan anggaran itu tidak bicara warna fraksi tapi bicara kepentingan," ucap Nazaruddin.
Dalam kesempatan itu, Nazaruddin mengakui, selalu menjalankan instruksi Anas untuk meloloskan anggaran. Anas, kata Nazaruddin, memerintahkan untuk bertemu Wakil Ketua Badan Anggaran (Banggar) Mirwan Amir, guna melobi pimpinan Banggar lainnya.
Sementara itu, terkait peran Andi Narogong, Nazaruddin menyebutkan bahwa seluruh upaya yang dilakukan di DPR atas sepengetahuan pengusaha rekanan Kemendagri tersebut. Andi disebut Nazar berkomitmen mengeluarkan uang untuk kepentingan pengamanan anggaran.
"Mustokoweni bilang dia (Andi) orangnya komitmen keluarkan uang," ucap Nazaruddin.
Dalam persidangan kasus e-KTP di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (3/4/201), jaksa KPK bertanya apakah hubungan antara Novanto dengan pengusaha rekanan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Andi Agustinus sama dengan hubungan Nazaruddin dengan Anas.
"Kalau itu saya tidak tahu," kata Nazaruddin.
Nazaruddin mengatakan, upaya meloloskan anggaran proyek e-KTP melibatkan seluruh fraksi di DPR. Dalam konteks keterlibatan Fraksi Demokrat, ucap Nazaruddin, fraksi yang kala itu dipimpin Anas berupaya mengawal anggaran dengan iming-iming imbalan dari Andi.
"Hampir semua teman-teman di Komisi II bermacam-macam fraksi, hampir semua terima. Karena di pembahasan anggaran itu tidak bicara warna fraksi tapi bicara kepentingan," ucap Nazaruddin.
Dalam kesempatan itu, Nazaruddin mengakui, selalu menjalankan instruksi Anas untuk meloloskan anggaran. Anas, kata Nazaruddin, memerintahkan untuk bertemu Wakil Ketua Badan Anggaran (Banggar) Mirwan Amir, guna melobi pimpinan Banggar lainnya.
Sementara itu, terkait peran Andi Narogong, Nazaruddin menyebutkan bahwa seluruh upaya yang dilakukan di DPR atas sepengetahuan pengusaha rekanan Kemendagri tersebut. Andi disebut Nazar berkomitmen mengeluarkan uang untuk kepentingan pengamanan anggaran.
"Mustokoweni bilang dia (Andi) orangnya komitmen keluarkan uang," ucap Nazaruddin.
(kri)