BNPT Harap Penyesuaian Struktur Organisasi Segera Terwujud
Sabtu, 02 September 2023 - 02:41 WIB
loading...
A
A
A
Dengan adanya penyesuaian struktur, maka organisasi BNPT akan berjalan efektif. Sebab, ada fungsi pencegahan dan fungsi pusat pengendalian krisis.
"Kalau sekarang kita baru main satu kaki, jadi kalau masih banyak kekurangan, belum sempurna kita laksanakan tugas, karena memang kakinya belum jadi, belum ada. Sehingga kita harus berupaya untuk bagaimana bisa mewujudkan adanya pusat analisis pengendalian krisis. Bukan hanya alatnya yang ada, tetapi legal standingnya harus ada yang bisa memaksa ataupun meminta kepada stakeholders terkait menjadi operator ataupun meng-input data masuk ke Pusdalsis tadi," katanya.
Bila struktur sudah terbentuk, maka informasi kejadian teror akan selalu real time.
"Kalau Bapak Presiden tanya bagaimana situasi keamanan Jawa Barat dari aksi serangan radikal terorisme, Kepala BNPT pun tidak bisa jawab. Karena apa kita tidak memiliki data yang real time, yang sumbernya tidak hanya dari human intelligence yaitu dari satgas-satgas kita, ataupun dari satgas-satgas oleh stakeholders terkait, entah itu dari Kemendagri melalui Dukcapil, entah itu dari Polri, dari Densus, ataupun dari Baintelkam-nya, ataupun dari BIN, TNI melalui Bais, ataupun dari KUMHAM, jadi nanti semua harus terintegrasi data tadi. Nah inilah menjadi kekuatan BNPT nantinya," kata Bangbang.
Meski dengan keterbatasan, ditambah sarana prasarana serta dukungan anggaran minim, lembaganya tetap bekerja secara optimal. Itu penting karena tugas BNPT adalah bagaimana menjaga keberlangsungan, keutuhan NKRI dari Sabang sampai Merauke agar tidak terpecah-pecah karena serangan radikal terorisme.
"Ingat itu tugas utama BNP. Kita menjaga keberlangsungan keutuhan NKRI dari Sabang sampai Merauke supaya tidak terpecah-pecah karena serangan radikal terorisme," ujarnya.
Ke depan, apabila strukturisasi telah berjalan, maka rencana strategis (renstra) akan terprogram dalam rencana kerja 5 tahunan. Renstra ini mengacu pada rencana pembangunan jangka panjang dan menengah nasional.
"Kalau sekarang kita baru main satu kaki, jadi kalau masih banyak kekurangan, belum sempurna kita laksanakan tugas, karena memang kakinya belum jadi, belum ada. Sehingga kita harus berupaya untuk bagaimana bisa mewujudkan adanya pusat analisis pengendalian krisis. Bukan hanya alatnya yang ada, tetapi legal standingnya harus ada yang bisa memaksa ataupun meminta kepada stakeholders terkait menjadi operator ataupun meng-input data masuk ke Pusdalsis tadi," katanya.
Bila struktur sudah terbentuk, maka informasi kejadian teror akan selalu real time.
"Kalau Bapak Presiden tanya bagaimana situasi keamanan Jawa Barat dari aksi serangan radikal terorisme, Kepala BNPT pun tidak bisa jawab. Karena apa kita tidak memiliki data yang real time, yang sumbernya tidak hanya dari human intelligence yaitu dari satgas-satgas kita, ataupun dari satgas-satgas oleh stakeholders terkait, entah itu dari Kemendagri melalui Dukcapil, entah itu dari Polri, dari Densus, ataupun dari Baintelkam-nya, ataupun dari BIN, TNI melalui Bais, ataupun dari KUMHAM, jadi nanti semua harus terintegrasi data tadi. Nah inilah menjadi kekuatan BNPT nantinya," kata Bangbang.
Meski dengan keterbatasan, ditambah sarana prasarana serta dukungan anggaran minim, lembaganya tetap bekerja secara optimal. Itu penting karena tugas BNPT adalah bagaimana menjaga keberlangsungan, keutuhan NKRI dari Sabang sampai Merauke agar tidak terpecah-pecah karena serangan radikal terorisme.
"Ingat itu tugas utama BNP. Kita menjaga keberlangsungan keutuhan NKRI dari Sabang sampai Merauke supaya tidak terpecah-pecah karena serangan radikal terorisme," ujarnya.
Ke depan, apabila strukturisasi telah berjalan, maka rencana strategis (renstra) akan terprogram dalam rencana kerja 5 tahunan. Renstra ini mengacu pada rencana pembangunan jangka panjang dan menengah nasional.
Lihat Juga :