Dukung Wacana Haji Cukup Sekali, Wapres: Ide Bagus, Beri Kesempatan yang Belum
Kamis, 31 Agustus 2023 - 18:06 WIB
loading...
Wapres KH Ma’ruf Amin mendukung wacana ibadah haji cukup sekali. Foto/MPI
A
A
A
JAKARTA - Wakil Presiden (Wapres) KH Ma’ruf Amin mendukung wacana ibadah haji cukup sekali. Hal itu merupakan ide bagus sehingga bisa memberikan kesempatan bagi masyarakat yang belum berhaji.
“Ide itu saya kira bagus untuk apa memberikan kesempatan kepada yang belum haji. Yang sudah Haji biarlah umroh saja, saya kira itu,” ungkap Wapres usai menghadiri acara di Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur, Kamis (31/8/2023).
Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy mewacanakan agar pemerintah mulai mengkaji larangan haji lebih dari satu kali. Artinya kalau sudah berangkat haji ke Tanah Suci maka tidak boleh haji lagi.
Baca juga: Dukung Larangan Haji Lebih dari Satu Kali, PBNU: Kalau Rindu Umrah Saja
Hal tersebut didasarkan atas fenomena antrean jemaah haji yang makin panjang, keadilan bagi yang belum berkesempatan menunaikan Rukun Islam kelima dan bagian evaluasi penyelenggaraan Ibadah Haji 2023 di mana jumlah jemaah haji yang meninggal sangat tinggi yang didominasi oleh kalangan lansia.
“Ide itu saya kira bagus untuk apa memberikan kesempatan kepada yang belum haji. Yang sudah Haji biarlah umroh saja, saya kira itu,” ungkap Wapres usai menghadiri acara di Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur, Kamis (31/8/2023).
Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy mewacanakan agar pemerintah mulai mengkaji larangan haji lebih dari satu kali. Artinya kalau sudah berangkat haji ke Tanah Suci maka tidak boleh haji lagi.
Baca juga: Dukung Larangan Haji Lebih dari Satu Kali, PBNU: Kalau Rindu Umrah Saja
Hal tersebut didasarkan atas fenomena antrean jemaah haji yang makin panjang, keadilan bagi yang belum berkesempatan menunaikan Rukun Islam kelima dan bagian evaluasi penyelenggaraan Ibadah Haji 2023 di mana jumlah jemaah haji yang meninggal sangat tinggi yang didominasi oleh kalangan lansia.
Lihat Juga :