Kesinambungan Transformasi Teknologi Episode Merdeka Belajar
Selasa, 29 Agustus 2023 - 12:27 WIB
loading...
A
A
A
Pada awal-awal keberadaannya, platform ini dikatakan mendorong terbentuknya lebih dari 3.500 komunitas belajar para guru, serta terkumpulnya lebih dari 55 ribu konten belajar mandiri. Juga, platform ini menjadi media bagi para guru untuk saling menginspirasi dan mengapresiasi. Buktinya, pada saat awal-awal, lebih dari 92 ribu konten pembelajaran telah diunggah oleh guru untuk menginspirasi sejawatnya.
Keberadaan platform ini diduga, didasari filosofi bahwa krisis pembelajaran hanya dapat diatasi melalui dukungan teknologi dalam sistem pendidikan, mengingat skala dan urgensinya. Yang menarik, platform ini dikelim dikembangkan dalam waktu yang tidak lama. Padahal, di masa-masa sebelumnya, pengembangan platform seperti ini nyaris membutuhkan waktu bertahun-tahun.
Platform lain yaitu Rapor Pendidikan. Platform ini dinyatakan dapat mengungkapkan profil kondisi literasi, numerasi dan karakter siswa, serta kualitas pembelajaran di sekolah. Profil sekaligus menjadi indikator kinerja dan komitmen masing-masing daerah provinsi/kabupaten/kota, terhadap pendidikan.
Beberapa bulan setelah diluncurkan, platform ini memungkinkan lebih dari 141 ribu sekolah mengetahui profil literasi, numerasi, karakter siswa, serta kualitas pembelajaran mereka. Di samping itu, platform membantu guru dan kepala sekolah lebih memahami 280 indikator dari Asesmen Nasional.
Juga, platform ini dapat mengungkapkan situasi iklim sekolah. Iklim sekolah terkait dengan kejadian berupa kekerasan seksual, perundungan, dan intoleransi yang ada di masing-masing sekolah. Ini penting agar sekolah dapat mencari solusi untuk menuntaskan tiga isu tersebut agar terjadi proses pembelajaran aman, nyaman, dan sehat.
Apabila data yang tersedia dalam platform ini akurat, sekolah secara otomatis dapat melakukan refleksi dan perbaikan. Dengan demikian, sekolah-sekolah dapat dengan cepat mengidentifikasi dan memutuskan program-program yang harus diprioritaskan untuk tahun anggaran ke depan.
Keberadaan platform ini diduga, didasari filosofi bahwa krisis pembelajaran hanya dapat diatasi melalui dukungan teknologi dalam sistem pendidikan, mengingat skala dan urgensinya. Yang menarik, platform ini dikelim dikembangkan dalam waktu yang tidak lama. Padahal, di masa-masa sebelumnya, pengembangan platform seperti ini nyaris membutuhkan waktu bertahun-tahun.
Platform lain yaitu Rapor Pendidikan. Platform ini dinyatakan dapat mengungkapkan profil kondisi literasi, numerasi dan karakter siswa, serta kualitas pembelajaran di sekolah. Profil sekaligus menjadi indikator kinerja dan komitmen masing-masing daerah provinsi/kabupaten/kota, terhadap pendidikan.
Beberapa bulan setelah diluncurkan, platform ini memungkinkan lebih dari 141 ribu sekolah mengetahui profil literasi, numerasi, karakter siswa, serta kualitas pembelajaran mereka. Di samping itu, platform membantu guru dan kepala sekolah lebih memahami 280 indikator dari Asesmen Nasional.
Juga, platform ini dapat mengungkapkan situasi iklim sekolah. Iklim sekolah terkait dengan kejadian berupa kekerasan seksual, perundungan, dan intoleransi yang ada di masing-masing sekolah. Ini penting agar sekolah dapat mencari solusi untuk menuntaskan tiga isu tersebut agar terjadi proses pembelajaran aman, nyaman, dan sehat.
Apabila data yang tersedia dalam platform ini akurat, sekolah secara otomatis dapat melakukan refleksi dan perbaikan. Dengan demikian, sekolah-sekolah dapat dengan cepat mengidentifikasi dan memutuskan program-program yang harus diprioritaskan untuk tahun anggaran ke depan.
Lihat Juga :