53.000 Desa Berada di Daerah Rawan, BNPB Bangun Ketangguhan Masyarakat Hadapi Bencana
Jum'at, 25 Agustus 2023 - 22:56 WIB
loading...
A
A
A
Saat ini Pemerintah Indonesia lewat program Indonesia Disaster Resilience Initiatives Project (IDRIP), melaksanakan kerja sama dengan Bank Dunia. Tujuannya mendukung pembiayaan dan bantuan teknis dalam pelaksanaan proyek investasi strategis peningkatan tata kelola risiko bencana di Indonesia. Serta mendukung kesiapsiagaan pemerintah dan masyarakat dalam menghadapi ancaman gempa bumi dan tsunami.
Baca juga: BNPB: Masyarakat Terdampak Kelaparan di Papua Tengah Bertambah Jadi 8 Ribu Orang
“Harus dipahami bahwa kesiapsiagaan terhadap bencana ini, tidak hanya diperkuat di tingkat pusat tetapi juga pemerintah daerah. Proyek IDRIP ini ada di 17 provinsi, 30 kabupaten maupun kota dan 180 desa atau kelurahan. Proyek ini akan memperkuat kapasitas sehingga resiliensi berkelanjutan di tengah masyarakat dapat terwujud,” kata Prasinta.
Direktur Kesiapsiagaan BNPB Pangarso Suryotomo mengatakan untuk membangun kesiapsiagaan harus dimulai dari peningkatan kapasitas masyarakat. BNPB berharap setelah dilakukan berbagai pelatihan, para fasilitator daerah dapat mengimplementasikan materi yang dipelajari selama ToT di wilayah masing-masing.
“Masyarakat adalah garda terdepan dalam penanggulangan bencana. Kegiatan selama 7 hari ke depan bagi para fasilitator kabupaten ini adalah bagian dari upaya BNPB membangun kesiapsiagaan masyarakat. Setelah kegiatan ini, nantinya ada pelatihan untuk masyarakat sebagai fasilitator di 180 desa atau kelurahan terpilih. Kita berharap masyarakat akan semakin tangguh dalam menghadapi bencana,” ucapnya.
Baca juga: BNPB: Masyarakat Terdampak Kelaparan di Papua Tengah Bertambah Jadi 8 Ribu Orang
“Harus dipahami bahwa kesiapsiagaan terhadap bencana ini, tidak hanya diperkuat di tingkat pusat tetapi juga pemerintah daerah. Proyek IDRIP ini ada di 17 provinsi, 30 kabupaten maupun kota dan 180 desa atau kelurahan. Proyek ini akan memperkuat kapasitas sehingga resiliensi berkelanjutan di tengah masyarakat dapat terwujud,” kata Prasinta.
Direktur Kesiapsiagaan BNPB Pangarso Suryotomo mengatakan untuk membangun kesiapsiagaan harus dimulai dari peningkatan kapasitas masyarakat. BNPB berharap setelah dilakukan berbagai pelatihan, para fasilitator daerah dapat mengimplementasikan materi yang dipelajari selama ToT di wilayah masing-masing.
“Masyarakat adalah garda terdepan dalam penanggulangan bencana. Kegiatan selama 7 hari ke depan bagi para fasilitator kabupaten ini adalah bagian dari upaya BNPB membangun kesiapsiagaan masyarakat. Setelah kegiatan ini, nantinya ada pelatihan untuk masyarakat sebagai fasilitator di 180 desa atau kelurahan terpilih. Kita berharap masyarakat akan semakin tangguh dalam menghadapi bencana,” ucapnya.
Lihat Juga :