Kementerian LHK Diminta Segera Atasi Polusi Udara di Jabodetabek dan Kalimantan

Rabu, 23 Agustus 2023 - 14:20 WIB
loading...
Kementerian LHK Diminta...
Pakar Kebijakan Publik Bambang Haryo Soekartono mendesak Kementerian LHK mengatasi pencemaran udara di sejumlah wilayah di Indonesia. Foto/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) diminta segera mengatasi pencemaran udara di wilayah Jakarta, Bogor, Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek), Sulawesi, Kalimantan hingga Papua. Sebab, pencemaran udara di wilayah tersebut sudah cukup mengkhawatirkan.

“Saya berharap adanya reaksi cepat Kementerian LHK untuk melindungi kesehatan, keselamatan, dan nyawa publik,” ujar pakar Kebijakan Publik Bambang Haryo Soekartono, Rabu (23/8/2023).

Anggota DPR peridode 2014-2019 ini menilai, pernyataan terkait kebijakan penanganan kabut asap yang didasari sebuah kajian dan analisa akurat di wilayah Jabodetabek masih belum berbuah solusi. “Perlu segera diatasi sambil menunggu hujan kembali turun. Jika hujan sudah turun wilayah Jabodetabek tidak akan ada asap lagi,” katanya.

Baca juga: Atasi Polusi Udara di Jabodetabek, Modifikasi Cuaca Tahap II Digelar 24 Agustus-2 September

Begitu juga dengan pencemaran udara di Kalimantan. Pria yang akrab disapa BHS ini mengatakan, seharusnya pemerintah sudah bisa mengamati permasalahan asap di wilayah tersebut sejak Juni hingga Agustus di mana musim kemarau panjang terjadi. Apalagi pada Juni lalu hujan tidak turun akibatnya kebakaran hutan terjadi di Sumatera, Kalimantan, Jawa, Sulawesi hingga Papua.

Selain itu, data BMKG juga menyebutkan secara jelas mengenai angin yang bertiup dari barat ke timur menuju ke selatan. Termasuk data hot spot atau titik nyala api jelas sudah ada di atas 4.000 titik baik skala kecil, sedang hingga hebat di wilayah Sumatera bagian Selatan, Kalimantan Barat dan Tengah serta Selatan. Begitu juga Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur serta wilayah lain di Indonesia. “Manfaatkan BMKG semaksimal mungkin untuk kepentingan kehidupan kita,” katanya.

Alumni ITS Surabaya ini menambahkan, Kementerian LHK harus bertanggung jawab terhadap kebakaran hutan. Apalagi, hutan - hutan tropis yang terbakar juga banyak milik perhutani yang mengalami kekeringan akibat perawatan yang tidak baik.

Baca juga: Lahan 3 Hektare di Banyuasin Terbakar, Api Sulit Dipadamkan

"Tidak seperti hutan-hutan di Malaysia di mana hutan - hutan tropisnya selalu dirawat saat musim kemarau dengan water bombing serta sprinkler yang menyirami hutan sehingga hutannya selalu hijau dan terawat. Hutan yang hijau selalu menyimpan air sebesar 80% sehingga hutan tersebut tidak bisa terbakar bahkan dibakar," ujar peraih penghargaan anggota DPR Teraspiratif 2019 ini.

Anggota Bidang Pengembangan Usaha dan Inovasi DPN HKTI ini menambahkan, Kementerian LHK harus cepat bertindak dengan armada water bombing dan teknologi penggaraman udara untuk melakukan penyiraman air baik di hutan yang sudah terbakar maupun yang belum terbakar.

"Saya ikut prihatin masyarakat di wilayah Kalimantan Tengah, Selatan, Barat yang saat ini asapnya jauh lebih tebal bahkan mendekati tiga kali lipat dari Jabodetabek. Bagaimana nasib mereka. Apalagi kurangnya fasilitas kesehatan dan lemahnya kondisi ekonomi masyarakat yang ada di wilayah tersebut," ucapnya.
(cip)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
El Nino Diprediksi Mulai...
El Nino Diprediksi Mulai Pertengahan 2026, BMKG: Waspada Potensi Karhutla
Kolaborasi dan Deteksi...
Kolaborasi dan Deteksi Dini Hadapi Ancaman Karhutla 2026
814 Bencana Terjadi...
814 Bencana Terjadi Sepanjang 2026, BNPB: Banjir dan Cuaca Ekstrem Mendominasi
Pengendalian Kebakaran...
Pengendalian Kebakaran Gambut, Wamenhut Dorong Penguatan SDM dan Kolaborasi ASEAN
BSKDN Tekankan Pengendalian...
BSKDN Tekankan Pengendalian Pencemaran Udara Berbasis Data dan Kolaborasi Daerah
Apel Kesiapsiagaan Karhutla...
Apel Kesiapsiagaan Karhutla 2026 di Riau, Menko Polkam: Negara Komitmen Pencegahan Dini
Warga Jakarta Bangun...
Warga Jakarta Bangun Gerakan Bersama Perangi Polusi Udara
BMKG Ingatkan Dampak...
BMKG Ingatkan Dampak El Nino, Ancaman Karhutla dan Kekeringan Mengintai
Data BNPB: Karhutla...
Data BNPB: Karhutla di 2 Provinsi Hanguskan 8,3 Hektare Lahan
Rekomendasi
Polisi Tetapkan ART...
Polisi Tetapkan ART Angel Lelga sebagai Tersangka Kasus Dugaan Pencurian, Langsung Ditahan
ONDA Bidik Kebutuhan...
ONDA Bidik Kebutuhan Renovasi Rumah dengan Sistem Terintegrasi
WOSPAC Paparkan Solusi...
WOSPAC Paparkan Solusi Menuju Piala Dunia dan Masa Depan Sepak Bola Indonesia
Berita Terkini
PAMA Group Tanam 2.000...
PAMA Group Tanam 2.000 Bibit Mangrove di Pesisir Semarang: 'Jadi Benteng Alami dari Perubahan Iklim'
Buku Sang Arsitek Presisi...
Buku Sang Arsitek Presisi Polri Ulas Kepemimpinan Kapolri Listyo Sigit Prabowo
Dokter Tifa: Dakwaan...
Dokter Tifa: Dakwaan Jaksa Penuntut Umum Berisi Pasal Lemah
Dokter Tifa Mulai Disidang...
Dokter Tifa Mulai Disidang 2 Juli: Insya Allah Kami Siap
Gus Yaqut Sakit, KPK...
Gus Yaqut Sakit, KPK Bantarkan Penahanannya ke RS Polri Kramatjati
1 Lagi Calon Manajer...
1 Lagi Calon Manajer Kopdes Merah Putih Meninggal Dunia saat Latsarmil, Total 3 Orang
Infografis
Rama Duwaji, Istri dan...
Rama Duwaji, Istri dan Otak di Balik Kemenangan Zohran Mamdani
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved