Pandangan PKS Terkait Kunjungan Raja Salman ke Indonesia

Jum'at, 24 Februari 2017 - 18:54 WIB
Pandangan PKS Terkait...
Pandangan PKS Terkait Kunjungan Raja Salman ke Indonesia
A A A
JAKARTA - Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) di DPR menilai, kunjungan Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz Al-Saud ke Indonesia pada 1-9 Maret 2017 mendatang, merupakan kunjungan istimewa dan bersejarah.

Ketua Fraksi PKS DPR Jazuli Juwaini mengatakan, pertama Raja Salman adalah figur dihormati dunia khususnya bagi muslim di seluruh dunia, karena kedudukannya sebagai Khodimul Haromain atau penjaga dua kota suci Makkah dan Madinah.

"Dan kedua, ini adalah kunjungan resmi Raja Saudi sejak terakhir Raja Faisal di tahun 1970 atau 47 tahun silam," kata Jazuli dalam keterangan tertulisnya, Jumat (24/2/2017).

Karena itu lanjut Jazuli, bangsa Indonesia menyambut kunjungan Raja Salman dengan suka cita dan penuh penghormatan. Terlebih lagi Raja Salman membawa rombongan hingga 1.500 orang termasuk 10 menteri dan 25 pangeran.

Dia menambahkan, Fraksi PKS mendukung penuh dan mengapresiasi Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Pemerintah yang telah mempersiapkan kunjungan ini dengan baik, termasuk upaya untuk mengoptimalkan peningkatan kerja sama dan diplomasi antara kedua negara dalam momentum ini.

Menurut anggota komisi I DPR ini, paling tidak ada empat manfaat yang bisa dioptimalkan oleh negara kita dari momen kunjungan Raja Salman. Pertama, manfaat diplomasi politik, yaitu untuk memperkuat relasi saling menguntungkan antara dua negara.

"Terutama dari sisi Indonesia dalam rangka memperkuat leverage dan posisi tawar dalam isu-isu spesifik khususnya dalam isu kuota dan pelayanan haji, perlindungan, dan kesejahteraan TKI di sana dan lain-lain," ucap Jazuli.

Kedua, manfaat diplomasi ekonomi dan investasi (ekspor maupun impor). Diharapkan melalui kunjungan ini dapat direalisasikan nilai investasi yang dibawa Saudi mencapai USD 25 Miliar sebagaimana diharapkan Presiden Jokowi.

Kerja sama investasi itu terutama dalam pengelolaan minyak antara Pertamina dan Aramco milik Saudi. Ketiga, manfaat diplomasi budaya, pendidikan, dan agama, yaitu dalam rangka mempromosikan Islam moderat dan berkontribusi bagi perdamaian dunia.

Di bidang pendidikan Indonesia dapat mendorong pertukaran pendidikan dan beasiswa yang lebih meningkat bagi pelajar atau mahasiswa dari kedua negara. Keempat, manfaat diplomasi dunia Islam, yaitu dalam rangka menggalang solidaritas bagi peningkatan pembangunan, kemajuan, dan kesejahteraan di negara-negara muslim.

"Posisi Indonesia yang strategis baik secara geopolitik maupun sebagai negara muslim (demokratis) terbesar di dunia merupakan keunggulan yang sangat diperhitungkan Saudi dalam kerangka kerjasama dua negara," kata Jazuli.

Jazuli Juwaini menekankan kunjungan Raja Salman yang sangat istimewa dan bersejarah harus dapat dimanfaatkan secara optimal untuk peningkatan hubungan baik dan kerja sama di antara kedua negara. "Ahlan wa Sahlan Raja Salman!," pungkasnya.
(maf)
Berita Terkait
Presiden Jokowi Terima...
Presiden Jokowi Terima Kunjungan PM Papua Nugini di Istana Bogor
PPP Sesalkan Penolakan...
PPP Sesalkan Penolakan Kunjungan Prabowo Subianto ke Amerika
Hari Ini Jokowi Bertemu...
Hari Ini Jokowi Bertemu Pengusaha dan Hadiri Pembukaan FISU World University Games
Kunjungan Jokowi ke...
Kunjungan Jokowi ke UEA Sepakati Sejumlah Kerja Sama Strategis Kedua Negara
Presiden Jokowi Hari...
Presiden Jokowi Hari Ini Kunjungi Afrika untuk Pertama Kalinya
Terima Kunjungan Dubes...
Terima Kunjungan Dubes Australia, NasDem Ajak Perkuat Hubungan RI-Australia
Berita Terkini
Kasus Ijazah Jokowi,...
Kasus Ijazah Jokowi, Roy Suryo akan Ajukan Penangguhan Penahanan
Perkuat Akuntabilitas...
Perkuat Akuntabilitas Keuangan Daerah, BSKDN Libatkan Akademisi dalam Validasi IPKD
Usai Ziarah ke Makam...
Usai Ziarah ke Makam Soekarno dan Gus Dur, Kapolri Tabur Bunga di Makam Soeharto
Libatkan Mahasiswa saat...
Libatkan Mahasiswa saat Kunker, Gibran Dinilai Perkuat Dialog dan Partisipasi Publik
Kritik Pemadaman Listrik,...
Kritik Pemadaman Listrik, Komisi VI DPR: Tidak Boleh Lagi Terjadi
Disentil Jadi Partai...
Disentil Jadi Partai Penyeimbang, PDIP: Golkar Urus Pemadaman Listrik Saja
Infografis
Ranking FIFA Terbaru:...
Ranking FIFA Terbaru: Argentina Gusur Spanyol di Puncak, Indonesia Meroket 4 Tingkat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved