Kejahatan Lintas Negara Makin Masif, Jokowi: Penanganannya Harus Adaptif
Senin, 21 Agustus 2023 - 10:47 WIB
loading...
Presiden Jokowi dalam sambutannya pada ASEAN Ministerial Meeting On Transnational Crime (AMMTC) Labuan Bajo, Senin (21/8/2023). Foto/Biro Pers Media Setpres
A
A
A
JAKARTA - ASEAN harus siap dalam menghadapi berbagai tantangan termasuk salah satunya kejahatan transnasional. Hal ini ditegaskan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam sambutannya pada ASEAN Ministerial Meeting On Transnational Crime (AMMTC) Labuan Bajo, Senin (21/8/2023).
"Di tengah dinamika global ASEAN harus selalu siap menghadapi tantangan termasuk tantangan terkait pemberantasan kejahatan transnasional yang menjadi ancaman serius bagi keamanan dan stabilitas kawasan," kata Jokowi.
Baca juga: Kapolri Sebut Penanganan Kejahatan Transnasional Perlu Keterlibatkan Seluruh Aparatur Penegak Hukum
Jokowi menjelaskan, dengan kemajuan teknologi saat ini kejahatan lintas negara berkembang semakin masif. Dan kejahatan itu dilakukan dengan cara yang semakin kompleks.
"Sehingga penanganannya juga harus semakin adapftif, terutama terkait tindak pidana terorisme, tindak pidana perdagangan manusia dan perdagangan gelap narkotika," ucap Jokowi.
Maka dari itu, Jokowi berharap kepada AMMTC dapat membangun kolaborasi berkelanjutan, melakukan pertukaran informasi, memanfaatkan teknologi, serta peningkatan kapasitas, dan profesionalitas aparat.
"Saya berharap dalam pertemuan ini dapat dirumuskan agenda kerja sama yang responsif, yang berisi langkah-langkah strategis sehingga dapat menjaga kawasan ASEAN yang aman, yang damai, dan sejahtera," ungkapnya.
"Di tengah dinamika global ASEAN harus selalu siap menghadapi tantangan termasuk tantangan terkait pemberantasan kejahatan transnasional yang menjadi ancaman serius bagi keamanan dan stabilitas kawasan," kata Jokowi.
Baca juga: Kapolri Sebut Penanganan Kejahatan Transnasional Perlu Keterlibatkan Seluruh Aparatur Penegak Hukum
Jokowi menjelaskan, dengan kemajuan teknologi saat ini kejahatan lintas negara berkembang semakin masif. Dan kejahatan itu dilakukan dengan cara yang semakin kompleks.
"Sehingga penanganannya juga harus semakin adapftif, terutama terkait tindak pidana terorisme, tindak pidana perdagangan manusia dan perdagangan gelap narkotika," ucap Jokowi.
Maka dari itu, Jokowi berharap kepada AMMTC dapat membangun kolaborasi berkelanjutan, melakukan pertukaran informasi, memanfaatkan teknologi, serta peningkatan kapasitas, dan profesionalitas aparat.
"Saya berharap dalam pertemuan ini dapat dirumuskan agenda kerja sama yang responsif, yang berisi langkah-langkah strategis sehingga dapat menjaga kawasan ASEAN yang aman, yang damai, dan sejahtera," ungkapnya.
(maf)
Lihat Juga :