Datangi Istana, Kontras Tolak Pembentukan Dewan Kerukunan Nasional

Senin, 13 Februari 2017 - 21:14 WIB
Datangi Istana, Kontras...
Datangi Istana, Kontras Tolak Pembentukan Dewan Kerukunan Nasional
A A A
JAKARTA - Aktivis Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) mendatangi Kantor Staf Kepresidenan (KSP) di Komplesk Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (13/2/2017).

Mereka datang bersama keluarga korban HAM untuk menyampaikan penolakan terhadap pembentukan Dewan Kerukunan Nasional (DKN) oleh pemerintah.

Kepala Divisi Pemantauan Impunitas Kontras‎, Feri Kusuma menilai keberadaan DKN bukan perintah Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan tidak sesuai dengan janji politik Jokowi.

‎"Secara teknis, DKN yang katanya sudah ada draf perpresnya itu melenceng dari beberapa aturan," ujar Feri di Kantor KSP, Jakarta, Senin (13/2/2017).

Menurut Feri, pembentukan DKN dianggap tidak sesuai dengan penanganan konflik, yakni bertentangan dengan Undang-Undang Penanganan Konflik Sosial (PKS).

Terkait penanganan HAM masa lalu, kehadiran DKN dianggap bertentangan dengan Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2000.

Feri mengatakan, kedatangannya menemui KSP untuk menyampaikan secara tegas penolakan terhadap pembentukan DKN tersebut.

"Karena sudah sangat jelas, Ibu Sumarsih (korban) sudah menyebutkan, peristiwa-peristiwa masa lalu ini kan sudah ada, tinggal bagaimana Presiden Jokowi menginstruksikan Kejaksaan Agung untuk penyelidikan, jadi bukan lewat mekanisme seperti yang hari ini digagas Wiranto (Menko Polhukam)," tuturnya.

Seperti diketahui, pemerintah melalui Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) menginisiasi pembentukan DKN untuk menyelesaikan pelanggaran HAM masa lalu.

Dalam semangatnya, DKN memutuskan penyelesaian HAM masa lalu akan dilakukan melalui jalur rekonsiliasi, bukan jalur hukum termasuk kasus HAM berat peristiwa Trisaksi dan Semanggi I, Semanggi II
(dam)
Berita Terkait
Aksi Solidaritas Korban...
Aksi Solidaritas Korban untuk Keadilan
Aksi Kamisan ke-766
Aksi Kamisan ke-766
Pemerintah Akui Adanya...
Pemerintah Akui Adanya Pelanggaran HAM Berat
Presiden Jokowi Sorot...
Presiden Jokowi Sorot dan Akui Pelanggaran HAM di Masa Lalu
Komnas HAM Sebut Polri...
Komnas HAM Sebut Polri Jadi Instansi Paling Sering Diadukan Soal Pelanggaran HAM
Aksi Kamisan ke-792,...
Aksi Kamisan ke-792, Desak Pemerintah Jamin Penegakan HAM
Berita Terkini
Dewan Pers dan Konstituen...
Dewan Pers dan Konstituen Matangkan Usulan Pengaturan Karya Jurnalistik dalam RUU Hak Cipta
Mensesneg Sebut Bakal...
Mensesneg Sebut Bakal Ada Pengurangan Anggaran MBG
Dubes Wang Lutong Ungkap...
Dubes Wang Lutong Ungkap Purbaya Bakal ke China Pekan Depan, Bahas Apa?
Ketum Rampai Nusantara:...
Ketum Rampai Nusantara: Kami Yakin Roy Suryo Akan Segera Ditahan
Yusril Bicara Kedekatan...
Yusril Bicara Kedekatan Prabowo-Trump, Sebut Hubungan RI-AS Tak Sekadar Urusan Pemerintah
Jelang Muktamar ke-35,...
Jelang Muktamar ke-35, Calon Ketum PBNU Gus Salam Silaturahmi dengan PWNU dan PCNU se-NTT
Infografis
Kaleidoskop 2025: 6...
Kaleidoskop 2025: 6 Peristiwa Politik Nasional yang Menggemparkan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved