Hadiri Konferensi Internasional di Arab Saudi, KH Cholil Nafis Paparkan Islam Moderat
Minggu, 13 Agustus 2023 - 22:51 WIB
loading...
A
A
A
”Kami dari Indonesia memaparkan tentang wasathiyatul Islam yang sudah menjadi arus utama paham keagamaan. Hal ini menjadi tema Muktamar NU dan Muhammadiyah juga Musyawarah Nasional (Munas) MUI. Pada prinsipnya Indonesia mampu menjaga kesatuan dan persatuan dengan banyak ragam etnis dan agama karena mayoritas umat berpaham Islam wasathi,” ujarnya.
Baca juga: Islam Indonesia akan Jadi Panutan Dunia di Masa Depan
Kiai Cholil menyebut, peristiwa terorisme dan ekstremisme bahkan pengeboman terjadi karena masih adanya sebagian umat yang punya paham eksklusif dan biasanya tak berafiliasi dengan organisasi kemasyarakatan Islam besar di Indonesia. Ekstremisme di tengah-tengan umat menjadi tugas ulama dan tokoh umat untuk terus menyerukan damai dan memahami Islam yang benar.
“Sebenarnya sumber ekstremisme, baik kiri maupun kanan itu karena paham agama yang tidak proporsional. Biasanya memahami ajaran Islam yang salah antara keleluasaan agama (rukhshah) dan ketetapan yang pasti dalam agama (‘azimah),” ucapnya.
Adanya ekstremisme kiri karena menggampangkan agama sehingga apa pun bisa dipahami di luar teks atas nama kemaslahatan. Sedangkan yang ekstrem kanan karena terlalu ketat dalam memahami agama sehingga agama dipahami secara harfiyah tekstual bahkan melupakan realita kehidupan. Makanya Rasulullah SAW mengingatkan “Rusaklah orang-orang yang keterlaluan,” ujarnya.
Baca juga: Islam Indonesia akan Jadi Panutan Dunia di Masa Depan
Kiai Cholil menyebut, peristiwa terorisme dan ekstremisme bahkan pengeboman terjadi karena masih adanya sebagian umat yang punya paham eksklusif dan biasanya tak berafiliasi dengan organisasi kemasyarakatan Islam besar di Indonesia. Ekstremisme di tengah-tengan umat menjadi tugas ulama dan tokoh umat untuk terus menyerukan damai dan memahami Islam yang benar.
“Sebenarnya sumber ekstremisme, baik kiri maupun kanan itu karena paham agama yang tidak proporsional. Biasanya memahami ajaran Islam yang salah antara keleluasaan agama (rukhshah) dan ketetapan yang pasti dalam agama (‘azimah),” ucapnya.
Adanya ekstremisme kiri karena menggampangkan agama sehingga apa pun bisa dipahami di luar teks atas nama kemaslahatan. Sedangkan yang ekstrem kanan karena terlalu ketat dalam memahami agama sehingga agama dipahami secara harfiyah tekstual bahkan melupakan realita kehidupan. Makanya Rasulullah SAW mengingatkan “Rusaklah orang-orang yang keterlaluan,” ujarnya.
Lihat Juga :